Selamat Datang | Selamat datang "Mahasiswa Baru Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya 2017" - Selamat Bergabung | Semoga artikel dan isi web HIMAPES Unsri ini dapat memberikan manfaat |17 AGUSTUS 1945-2016 "Perjuangan Bangsa Masih Berlanjut" MERDEKA!!! | Terima kasih sudah mengunjungi web kami | Viva Historia... #noHistory noFuture

Saturday, 4 July 2020

PGRI Revolusi 4.0


PERAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA MEWUJUDKAN TENAGA PENDIDIK  DI  ERA  MILLENIAL ATAU REVOLUSI 4.0
Oleh : Fadila

Pada tanggal 17 Agustus 1945 setelah kemerdekaan Indonesia terjadilah perubahan dalam bidang pendidikan. Perubahan ini bersifat mendasar yakni berupa penyesuaian cita – cita bangsa serta Negara merdeka, maka dalam landasan idiilnya bidang pendidikan ini mengalami perubahan, tujuan pendidikan, system persekolahan, serta diberikannya kesempatan kepada rakyat Indonesia untuk belajar atau sekolah. Pada tanggal 25 November 1945 sesudah kemerdekaan Republik Indonesia PGRI pun lahir, tapi namanya berbeda.
Pada Abad 21 yaitu  masa yang ditandai dengan lahirnya era informasi. Dimana terjadinya perubahan cepat dalam berbagai bidang kehidupan merupakan fenomena era baru dari peradaban manusia. Ilmu dan proses transformasi informasi teknologi berkembang sangat pesat sedemikian rupa sehingga mengakibatkan perubahan pola hidup manusia. Gelombang ketiga dari peradaban dunia adalah era reformasi . Dimana era sebelumnya merupakan era industri  dan era pertanian. 

Peran PGRI Dalam Mewujudkan Tenaga Pendidikan di Era Millenial atau Masa Revolusi 4.0
Generasi Millenial
Generasi millenial ini merupakan generasi Y adalah sekelompok orang yang lahir setelah generasi X, yang lahir pada kisaran tahun 1980-2000an. Berarti pada generasi millenial ini dimana umurnya berkisar 17-37 pada tahun ini. Pada generasi ini dimana banyak kemajuan dalam berbagai bidang teknologi, seperti dalam pendidikan dimana peserta didik pada era millenial ini banyak menggunakan teknologi seperti smartphone untuk memudahkan dalam menyelesaikan tugasnya. Karakteristik era millenial ini dimana mereka ini suka memegang kendali dan tidak mau terikat dalam jadwal.
Generasi millenial ini mempunyai tujuh sifat dan prilaku menurut  M Fatuhrohman:
1.         Lebih percaya informasi interaktif dari pada informasi searah
2.         Millenial lebih memilih smartphone dari pada televisi
3.         Millenial wajib mempunyai medsos
4.         Millenial kurang suka membaca
5.         Millenial lebih tahu teknilogi dibandingkan orang tua
6.         Millenial cenderung bekerja efektif
7.         Millenial  melakukan transaksi secara cashlees
Pada dunia pendidikan, generasi millenial ini sangat berpengaruh, dimana mulai menurun drastis minat belajar peserta didik yang serius. Karena adanya kecanduan teknologi yang disalah gunakan manfaatnya, tidak hanya mencari informasi berkaitan tentang ilmu pengetahuan saja. Pada generasi ini cenderung perilakunya bersifat praktis, Untuk menyikapi masalah ini perlu dilakukan langkah-kangkah benar, agar tujuan dari Pendidikan Nasional konsisten dengan mengikuti era millenial ini. 

  • Guru Harus Memiliki Kompetensi Abad 21
Untuk menciptakan peserta didik yang memiliki keterampilan,wawasan,inovasi pada  abad 21 atau Era Millenial ini, guru harus memiliki dan memahami kompetensi, ada 3 aspek penting dalam kompetensi abad 21:
Tabel aspek penting dalam kompetensi abad 21
  • Guru Harus Mampu Melakukan Autentic Learning yang Inovatif
Sekolah merupakan jendela dunia bagi para peserta didik, tenaga pendidik harus memiliki kompetensi pemberian dan pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik harus mengarah pada pembelajaran yang joyfull and inovatif learning, yakni pembelajaran perpaduan antara hands on and mind on, problem based leraning dan project based learning. Dengan pengemasan pembelajaran yang joyfull and inovatif learning akan menjadikan peserta didik lebih terlatih dan terasah dalam semua kemampuannya, sehingga diharapkan lebih siap dalam menghadapi perkembangan zaman.  Selanjutnya, Kementerian riset,teknologi dan pendidikan tinggi, member dorongan kepada tenaga pendidik untuk mempelajari kemampuan dan keterampilan baru agar kompetitif di era digital yang berbasis teknologi, tidak hanya sebagai sumber informasi tetapi juga mendukung tugas-tugas guru.
  • Mempersiapkan Guru Dalam Menghadapi Perkembangan Pendidikan Berbasis Teknologi pada Era Millenial
Untuk menghadapi solusi permasalahan dalam dunia pendidikan, guru mempunyai tantangan dalam kesiapan menghadapi teknologi. Guru sebagai tenaga pendidik mulai disibukan untuk menyiapkan generasi yang mampu bertahan ddi Era Millenial atau Revolusi 4.0, dimana tanaga pendidik harus mampu mempersiapkan SDM yang memiliki sifat resposive, adatif, dan handal dalam menghadapi perubahan yang akan datang. Tantangan bagi tenaga pendidik dalam pemanfaatan teknologi dan kempampuan dalam menggunakan teknologi agar bisa mengajarkan peserta didik sesuai dengan perkembangan zaman. Pada ini peserta didik tidak hanya mampu dalam memanfaatkan teknologi tetapi juga harus mampu berpikir kritis, literasi, solusi, komunikasi, kolaborasi, dan memiliki kualitas karakter yang baik. berbagai macam metode pembelajaran yang di berikan tenaga pendidik dalam mengoptimalkan seluruh kemampuan peserta didik dimana pembalajaran yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak, sehingga memberikan kesempatan pada siswa untuk kreatif, memecahkan masalah, mengoptimalkan kemampuan literasi dan kolaborasi, numeracy, dan  berpikir kritis.
Perkembangan teknologi dan informasi sangat mempengaruhi aktivitas sekolah sangat kuat,  karena berbagai pengetahuan dan informasi sangat mudah diakses oleh berbagai orang dengan kebutahannya masing-masing. Dimana pada masa ini Pendidikan yang mengalami sebuah inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan yang baru yang sangat hebat sehingga peran guru selama ini sebagai penyedian ilmu pengetahuan dan pembelajaran di sekolah sedikit bergeser karena perkembangan teknologi pada abad 21. Di masa depan, peran guru di ruang kelas akan semakin menantang dan membutuhkan inovasi dan yang kreativitas sangat pesat. Keterbatasan pengusaan teknologi menyebabkan kondisi dimana informasi yang jarang di update dan dibiarkan begitu saja. Pengembangan infrastruktur dan Penyebaran informasi yang tidak mendukung ini dapat memperlambat perkembangan karena adanya ketertinggalan dalam bidang teknologi, dimana kompetensi guru dalam menghadapi tantangan di era revolusi 4.0 dimana semakin kompleks terutama pada fenomena kekiniaan.
SIMPULAN
 Peranan Persatuan Guru Republik Indonesia, sebagai organisasi profesi guru yang ada di Indonesia, diharapkan lebih proaktif dalam memperjuangkan nasib serta meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru dalam perkembanagn zaman yang disebut dengan Era Millenial. Organisasi profesi ini diinginkan dapat menjadi media kekuatan untuk mewujudkan tujuan profesi guru dan perbaikan hidup anggotanya. Organisasi PGRI ini juga dituntut untuk menunjukkan citra sebagai penggerak dan tempat yang menampung semua aspirasi profesionalisme guru. Diharapkan juga PGRI dapat memfasilitasi dan memotivasi kepada para guru anggotanya untuk terus menerus meningkatkan profesionalisme dan menambah wawasan keilmuan, kualitas dan kualifikasinya di perkembangan selanjutnya atau Revolusi 4.0.
 
 
Reactions:

0 comments:

Post a comment

Recent Posts