Selamat Datang | Selamat datang "Mahasiswa Baru Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya 2017" - Selamat Bergabung | Semoga artikel dan isi web HIMAPES Unsri ini dapat memberikan manfaat |17 AGUSTUS 1945-2016 "Perjuangan Bangsa Masih Berlanjut" MERDEKA!!! | Terima kasih sudah mengunjungi web kami | Viva Historia... #noHistory noFuture

Tuesday, 13 February 2018

Perpecahan Sarekat Islam


Perpecahan dan kemunduran Sarekat Islam
Oleh: Azuar Anas

Antara tahun 1918-1921, hubungan SI terjalin baik dengan PKI dan berhasil memberikan kontribusi penting terhadap serikat-serikat buruh dalam meningkatkan kondisi dan upah para anggotanya. Sempat SI dan PKI membentuk semacam federasi pada tahun 1919, namun pemimpin serikat kerja dari CSI (Surjopranoto) yang menjabat wakil federasi, menggugat kepemimpinan Semaoen dalam federasi tersebut melalui berbagai pemogokan. Sejak saat itu, munculah pertikaian terbuka SI dan PKI (Ricklefs, 2005: 364).



Bulan Juli dan Agustus 1930 hubungan PSII dengan golongan nasionalis non agama memburuk dikarenakan terdapat serangkaian tulisan di surat kabar Soeara Oemoem yang ditulis oleh banyak anggota PPPKI.Tulisan-tulisan tersebut ditafsirkan sebagai penghinaan terhadap keyakinan PSII.Hal tersebut menyebabkan tanggal 28 Desember 1929(tidak menunggu kongres) PSII mengumumkan keluar dari PPPKI[1]. (Poesponegoro, 2011: 345).

Perselisihan antara anggota pengurus besar partai yairu Cokroaminoto dan H.Agus Salim dengan dr.Sukiman Wiryosanjoyo dan Suryopranoto mengakibatkan perpecahan dalam tubuh PSII.Maka tahun 1933 Dr.Sukiman Wiryosanjoyo dan Suryopranoto dipecat dari PSII.Pertengahan bulan Mei 1933 berdiri partai baru di Yogyakarta bernama Partai Islam Indonesia(Parii).Partai ini bertujuan ke arah harmonis dari nusa bangsa atas dasar agama islam dan pada waktu itu Parii dipimpin oleh dr.Sukiman namun partai ini berumur pendek.Tahun 1935 Cokroaminoto meninggal dunia,dan muncul suara-suara bahwa Parii mau bergabung lagi dengan PSII.Namun,untuk bergabung kembali masih ada halangan karena H.Agus Salim menjadi ketua PSII menggantikan Cokroaminoto (Al Anshori, 2007: 98-99).

Perselisihan antara anggota pengurus besar partai yairu Cokroaminoto dan H.Agus Salim dengan dr.Sukiman Wiryosanjoyo dan Suryopranoto mengakibatkan perpecahan dalam tubuh PSII.Maka tahun 1933 Dr.Sukiman Wiryosanjoyo dan Suryopranoto dipecat dari PSII. H.Agus Salim menghendaki agar PSII bekerjasama dengan pemerintah yang sebelumnya PSII bersikap nonkooperasi yang menyebabkan PSII dibatasi geraknya.Sehingga tanggal 7 Maret 1935 H.Agus Salim mengusulkan agar PSII membuang sikap nonkooperasi. Hal tersebut mengakibatkan perpecahan dalam pimpinan PSII (Posponegoro, 2011: 346-347).

Pada tanggal 13 Februari PSII memecat kaum oposisi dengan alasan bahwa tindakan mereka bertentangan dengan hukum dan sumpah partai yang membuat 29 tokoh terkemuka PSII dipecat termasuklah H.Agus Salim. Selanjutnya kongres ke 23 di Bandung yang diadakan tanggal 19-25 Juli 1937 antara lain memutuskan mencabut pemecatan atas anggota yang telah dikeluarkan dari PSII.Mereka diberi kesempatan untuk kembali ke PSII.Maka,pada 17 September 1937 PSII bersatu kembali dengan partai asal.Mereka yang kembali bergabung ke PSII yaitu dr.Sukiman,Wali Al-Fatah dan lainnya. Namun perdamaian dengan golongan ini(dr.Sukiman)tidak berlangsung lama (Poesponegoro, 2011: 347).

Kartosuwiryo yang membuat pengurus PSII Marah.Ia telah menulis brosur yang terdiri dari dua jilid tentang hijrah tanpa membicarakannya lebih dulu dengan Abikusno.Kartosuwiryo dan beberapa temannya temannya telah menyatakan bantahannya dengan cara yang dipandang tidak baik atas tindakan PSII menggabungkan diri dalam Gapi.Kartosuwiryo menolak menghentikan penerbitan tulisan itu dan ia mendapat dukungan dari beberapa cabang PSII di Jawa Tengah,sehingga Kartosuwiryo dan 8 cabang PSII di Jawa Tengah dipecat dari partai tahun 1939.Permulaan tahun 1940 Kartosuwiryo mendirikan Komite Pertahanan Kebenaran PSII sehingga berdirilah PSII kedua,dalam hal ini bendera dan nama PSII dipakai dengan menggunakan asas dan anggaran dasar yang sama. Namun,kesempatan untuk berkembang lenih lanjut lagi terhambat karena keadaan perang.Maka tanggal 10 Mei 1940 karena keadaan darurat habislah riwayat kedua partai tersebut dibidang politik (Poesponegoro, 2011: 349).






















Daftar Pustaka

Al Anshori,M.Junaidi.Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta:PT.Mitra Aksara,2007.
Kartodirdjo,Sartono.Pengantar Sejarah Indonesia Baru: sejarah pergerakan nasional dari kolonialisme sampai nasionalisme,Jilid 2.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,1999.
Noer,Deliar.Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942.Jakarta:LP3ES,1980.
Poesponegoro,Marwati Djoened.Sejarah Nasional Indonesia V: zaman kebangkitan nasional dan masa Hindia Belanda.Jakarta:Balai Pustaka,2011.
Pringgodigdo SH, A. K. Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat_Anggota IKAPI, 1994.
Ricklefs,M.C. Sejarah Indonesia Modern.Terj. Dharmono Hardjowidjono. Yogyakarta:Gadjah Mada University Press,2005.




[1]    Alasan SI keluar dari PPPKI yaitu karena Pasal 1 Anggaran Dasar PPPKI berlawanan dengan anggaran dasar PSII yang memperbolehkan keanggotaan bagi semua orang islam apa pun kebangsaannya.Juga karena kelompok studi umum di Surabaya kurang menghormati agama Islam.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Recent Posts