Selamat Datang | Selamat datang "Mahasiswa Baru Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya 2017" - Selamat Bergabung | Semoga artikel dan isi web HIMAPES Unsri ini dapat memberikan manfaat |17 AGUSTUS 1945-2016 "Perjuangan Bangsa Masih Berlanjut" MERDEKA!!! | Terima kasih sudah mengunjungi web kami | Viva Historia... #noHistory noFuture

Tuesday, 13 February 2018

Kermurnian Indische Partij


INDISCHE PARTIJ
Sebuah Perjuangan Murni Partai Politik
Oleh: Ella Karolina, Rendi Marta Agung, dan Fahmi Wiratama

Salah satu organisasi pendukung gagasan revolusioner nasional adalah Indische Partij yang didirikan pada 25 Desember 1912. Organisasi ini juga ingin menggantikan Indische Bond. Perumus gagasan itu adalah E.F.E Douwes Dekker kemudian terkenal dengan nama Danudirja Setyabudi, seorang Indo, yang melihat keganjilan-keganjilan dalam masyarakat kolonial khusunya diskriminasi antara keturunan Belanda totok dan kaum Indo. Lebih daripada hanya membatasi pandangan dan kepentingan golongan kecil masyarakat Indo, Douwes Dekker meluaskan pandangannya terhadap masyarakat Indonesia umumnya, yang masih tetap hidup di dalam situasi kolonial(Pusponegoro, 2008:350).



Nasib para Indo tidak ditentukan oleh pemerintah kolonial, tetapi terletak di dalam bentuk kerja sama dengan penduduk Indonesia lainnya. Bahkan menurut Suwardi Suryaningrat ia tidak mengenal supremasi Indo atas penduduk bumiputera, malah ia menghendaki hilangnya golongan Indo dengan jalan peleburan ke dalam masyarakat bumiputra. Melalui karangan-karangan di dalam Het Tijdschrift kemudian dilanjutkan ke dalam De Express, propagandanya meliputi: pelaksanaan suatu program “Hindia” untuk setiap gerakan politik yang sehat dengan tujuan menghapuskan perhubungan kolonial; menyadarkan golongan Indo dan penduduk bumiputra, bahwa masa depan mereka terancam oleh bahaya yang sama, yaitu bahaya eksploitasi colonial. 

Alat untuk melancarkan aksi-aksi perlawanan ialah dengan membentuk suatu partij: Indische Partij. Untuk persiapan pendirian Indische Partij, Douwes Dekker mengadakan perjalanan propaganda di Pulau Jawa yang dimulai pada tanggal 15 September dan berakhir pada tanggal 3 Oktober 1912. Di dalam perjalanan inilah ia bertemu dengan Dokter Tjipto Mangunkusumo, yang segera mengadakan pertukaran mengenai soal-soal yang bertalian dengan pembinaan partai yang bercorak nasional. Lain daripada itu, di Bandung ia mendapat dukungan dari Suwardi Suryaningrat dan Abdul Muis yang pada waktu itu telah menjadi pemimpin-pemimpin Sarekat Islam cabang Bandung. Di Yogyakarta ia mendapat sambutan dari pengurus Budi Utomo.

Redaktur-redaktur surat kabar Jawa Tengah di Semarang dan Tjahaya Timoer di Malang juga menyokong berdirinya Indische Partij. Begitupun di derah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, gagasannya mendapat sokongan. Bukti nyata dari propaganda ini ialah didirikannya 30 cabang dengan anggota sejumlah 7.300 orang, kebanyakan Indo-Belanda. Jumlah anggota Bangsa Indonesia adalah 1.500 orang. Bahkan seorang sahabatnya pernah menamakan aksi-aksi Douwes Dekker yang bergerak ke seluruh pulau Jawa “bagaikan sebuah tornado yang meninggalkan emosi-emosi yang meluap di kota-kota, yang tidak pernah terjadi sebelumnya”. Memang mereka dan beberapa orang lainnya tidak puas dengan langkah-langkah yang telah diambil oleh Budi Utomo, sehingga golongan progresif mencari kepuasan politik dengan menggabungkan diri dengan Sarekat Islam. Pada tahun 1912 itu Sarekat Islam belum menunjukkan gerakan revolusionernya. Oleh karena itu, gagasan perlunya satu partai pelopor berdasarkan konsepsi nasional yang luas mendapat sambutan dari mereka(Pusponegoro, 2008:350).

Tiga Serangkai
Dekker berusaha memerjuangkan pemikiran itu dengan mendirikan Indische Partij (Partai Hindia). Dukungan utama bagi upaya ini datang dari dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Mereka kemudian dikenal dengan Tiga Serangkai(Nino, 2009:168).

Latar belakang ketiga tokoh ini mencerminkan inti pemikiran Indische Partij. Organisasi ini menginginkan kebangsaan Hindia bagi semua penduduk Hindia tanpa melihat perbedan keturunan, golongan, dan agama. Cipto adalah wakil dari golongan abangan Jawa yang pernah menjadi anggota Budi Utomo. Suwardi adalah seorang ningrat bekas anggota Sarekat Islam. Keduanya bergabung ke Indische Partij karena mereka kecewa dengan Budi Utomo dan Sarekat Islam yang saat itu belum menunjukkan sikap revolusioner. Oleh karena itu, mereka menyambut baik gagasan Dekker tentang perlunya partai pelopor yang bersifat nasional(Nino, 2009:168).

Pembentukan Awal
Setelah permusyawaratan wakil-wakil Indische Partij daerah di Bandung pada tanggal 25 Desember 1912, tersusunlah anggaran dasar Indische Partij. Program revolusioner yang bersifat nasional dapat kita ketahui dalam pasal-pasal anggarannya, yang ada di dalam bahasa indonesianya: “Tujuan Indische Partij ialah untuk membangunkan patriotism semua Indiers[1] terhadap tanah air, yang telah memberi lapangan hidup kepada mereka, agar mereka mendapat dorongan untuk bekerja sama atas dasar persamaan ketatanegaraan untuk memajukan tanah air “Hindia” dan untuk mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka”(Pusponegoro, 2008:351).

Indiche Partij berdiri di atas dasar nasionalisme yang luas menuju kemerdekaan Indonesia. Indonesia sebagai “national home” semua orang keturunan bumiputera, Belanda, Cina, Arab, dan sebagainya, yang mengakui Hindia sebagai Tanah Air dan kebangsaannya. Paham ini pada waktu dahulu dikenal sebagai Indisch Nationalisme, yang kemudian hari melalui Perhimpunan Indonesia dan PNI menjadi Indonesich Nationalisme atau Nasionalisme Indonesia. Pasal-pasal ini pulalah yang menyatakan Indische Partij sebagai partai politik yang pertama di Indonesia. Bahwa Indische Partij adalah suatu partai yang radikal juga, dinyatakan Douwes Dekker, didirikan partai ini merupakan “penantang perang dari pihak budak koloni yang membayar lasting kepada kerajaan penjajah, pemungut pajak”(Pusponegoro, 2008:351).




[1] . Indiers adalah sebutan bagi kaum pribumi yang tinggal di Indonesia maupun dalam berbagai suku.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Recent Posts