Selamat Datang | Selamat datang "Mahasiswa Baru Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya 2017" - Selamat Bergabung | Semoga artikel dan isi web HIMAPES Unsri ini dapat memberikan manfaat |17 AGUSTUS 1945-2016 "Perjuangan Bangsa Masih Berlanjut" MERDEKA!!! | Terima kasih sudah mengunjungi web kami | Viva Historia... #noHistory noFuture

Sunday, 21 January 2018

Keraton Kuto Gawang: Lost Palace of Palembang

KERATON KUTO GAWANG
“Kraton Megah yang kini hilang”
Penulis : Andi Syarifuddin
Editor : Genov

Keraton pertama Kerajaan Palembang ini didirikan oleh Ki. Gede ing Suro (berkuasa 1552-1573). Terletak di Palembang Lamo 1 ilir (sekarang komplek Pusri), lokasinya menghadap Sungai Musi di antara 3 anak sungai, yaitu Sungai Buah, Sungai Rengas, dan Sungai Linta. Selain sebagai istana Raja, bangunan ini berfungsi pula sebagai kuto (pagar dinding tinggi), pusat pemerintahan, dan benteng pertahanan. Bentuk empat persegi dg ukuran luas:  Panjang = 1.100 m, Lebar = 1.100 m, dan Tinggi = 7,25 m. Terbuat dari bahan kayu Tembesu dan Unglen, balok-balok berukuran 30x30 cm.

Pintu utama masuk melalui Sungai Rengas. Di bagian halaman depan terdapat lapangan luas yg dipagar. Bagian muka terdapat 3 buluarti/bastion (anjungan menara jaga), buluarti tengah terbuat dari batu. Terdapat juga pintu-pintu lain di samping kanan, kiri dan belakang. Di dalam keraton terdapat istana Raja, masjid dan menaranya. Sedang di sebelah belakang terletak tempat kaum wanita (gedung bercorak  leter U). Di pinggir bangunan ini terdapat rumah penjara. Dan di bagian belakang keraton terdapat komplek ungkonan makam Raja-Raja, pasar Candi Laras, serta kambang Sari Saka Puteri Inderamaya.
Selain itu dilengkapi pula dg beberapa kubu pertahanan penopang yg berlapis,  seperti:
1.    sebelah Timur, terdapat Pulau Kembara dan benteng Manguntama.
2.    sebelah ilir, Bagus Kuning dan benteng Martapura.
3.    Muara Plaju, benteng Tambakbaya.
4.    sungai Musi ditutup dg cerucup kayu 3 lapis dan rantai.

Benteng Kuto Gawang ini pernah diuji dlm berbagai pertempuran, diantaranya: perang melawan Banten (1596, 1606), dan perang melawan VOC Belanda (1659).
Peperangan th 1659 mengakibatkan Keraton Kuto Gawang hangus terbakar, dan Raja terakhir di era kraton ini yaitu Pangeran Sido ing Rejek harus mengungsi ke Saka Tiga, Indra Laya.

Galeri Lain:


Reactions:

1 comment:

  1. mohon al fatihah untuk buyut kami / para syuhada ,, kareno keluargo ak asli wong 1 ilir ( palembang lamo)

    ReplyDelete

Recent Posts