Selamat Datang | Selamat datang "Mahasiswa Baru Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya 2017" - Selamat Bergabung | Semoga artikel dan isi web HIMAPES Unsri ini dapat memberikan manfaat |17 AGUSTUS 1945-2016 "Perjuangan Bangsa Masih Berlanjut" MERDEKA!!! | Terima kasih sudah mengunjungi web kami | Viva Historia... #noHistory noFuture

Wednesday, 24 January 2018

Belanda dan Boedi Oetomo

Boedi Oetomo
"Kebangkitan dan Kehancuran"
Bagian III
Oleh : Kms. Gerby Novario

Diawal pergerakan Budi Utomo, organisasi ini lebih banyak berperan untuk pendidikan, sosial dan budaya bagi rakyat akan tetapi lama kelamaan Budi Utomo mulai merapat ke politik, hal ini membuat pemerintahan Kolonial Belanda mengawasi cermat sekali pergerakkan Budi Utomo, karena bila Budi Utomo bisa lebih merapat ke politik dan dapat lebih memotori pergerakan rakyat hal ini dapat sangat berdampak atas kedudukan Kolonial Belanda ditanah jajahannya(Roeslan, 1976; 31-32)

         
     Berakhirnya Organisasi Budi Utomo di Indonesia
            Budi utomo pada dasarnya merupakan suatu organisasi priyayi jawa. Organisasi ini  secara resmi menetapkan bahwa bidang perhatiannya meliputi penduduk jawa dan madura, dengan demikian mencerminkan kesatuan administrasi antar kedua pulau tersebut dan mencakup masyarakat sunda dan Madurayang kebudayaannya mempunyai kaitan erat dengan Jawa. Bukan bahasa Jawa melainkan bahasa Melayu yang dipilih sebagai bahasa resmi Budi Utomo. Namun demikian , kalangan priyayi Jawa dan Sunda adalah yang menjadi inti dukungan Budi Utomo. Organisasi ini pada dasarnya merupakan suatu lembaga yang mengutamakan kebudayaan dan pendidikan, organisasi tersebut jarang memainkan peran politik yang aktif(M.C.Riclefs, 2005:250).
            Pada bulan oktober 1908 Budo Utomo menyelenggarakan kongresnya yang pertama di Yogyakarta. Pada saat itu wahidin sudah hanya menjadi tokoh bapak saja dan bermunculan suara-suara baru untuk mengatur organisasi tersebut. Suatu kelompok minoritas yang dipimpin oleh Tjipto Mangunkusumo(1885-1943) yang juga seorang dokter yang sifatnya radikal. Dia ingin agar Budi Utomo menjadi partai politik yang mengangkat rakyat pada umumnya daripada hanya golongan priyayi, dan kegiatan-kegiatannya lebih tersebar di seluruh Indonesia daripada terbatas hanya madura dan jawa saja.
            Gubernur Jenderal Van Heutsz menyambut baik Budi Utomo sebagai tanda keberhasilan politik Ethis. Memang itulah yang dikehendakinya; yaitu suatu organisasi pribumi yang progresif-moderat yang dikendalikan oleh para pejabat yang maju. Pejabat-pejabat yang lainnya mencurigai Budi Utomo atau semata-mata menganggapnya sebagai gangguan potensial akan tetapi, pada bulanDesember 1909 organisasi tersebut dinyatakan sebagai organisasi yang sah.
Runtuhnya organisasi budi Utomo yaitu pada tahun 1935, hal in jugai di sebabkan karena adanya tekanan terhadap pergerakan nasional dari pemerintah kolonial membuat Budi Utomo kehilangan wibawa, sehingga terjadi perpisahan kelompok moderat dan radikal dalam pengaruh Budi Utomo makin berkurang. Pada tahun 1935 organisasi ini bergabung dengan organisasi lain menjadi Parindra (Suhartono, 2001 : 31). Sejak saat itu Budi Utomo terus mundur dari arena politik dan kembali kekeadaan sebelumnya. Dalam bukunya Pringgodigdo, 1998:2-3, menyebutkan bahwa keruntuhan Budi Utomo disebabkan karena adanya propaganda kemerdekaan Indonesia yang dilakukan Indische Partji berdasarkan ke Bangsaan sebagai indier yang terdiri dari Bangsa Indinesia, Belanda Peranakan, dan Tionghoa. Banyak orang yang memandang Budi Utomo lembek oleh karena menuju “kemajuan yang selaras buat tanah air dan Bangsa” serta terlalu sempit keanggotaannya (hanya untuk Bangsa Indonesia dari Jawa, Madura, Bali, dan Lombok yaitu daerah yang berkebudayaan Jawa semata-mata) meninggalkan Budi Utomo.
Berdirinya Muhammadyah merugikan Budi Utomo, karena Budi Utomo tidak mencampuri agama. Jadi Budi Utomo kehilangan kedudukan monopolinya yang menyebabkan timbulnya perkumpulan beraliran Indisch-Nasionalisme Radikal yang beraliran demokratis dengan dasar agama dan yang beraliran keinginan mengadakan pengajaran modern berdasarkan agama dan ke Bangsaan diluar politik. Beranjak dipemerintahan kolonial menyebut Budi Utomo sebagai tanda keberhasilan politik Etis dimana memang itu yang dikehendakinya: suatu organisasi pribumi progresif-moderta serta dikendalikan oleh para pejabat. Pejabat-pejabat Belanda lainnya mencurigai Budi Utomo atau menganggapnya sebagai gangguan potensial. Desember 1909 Budi Utomo dinyatakan sebagai organisasi sah. Adanya sambutan hangat dari Batavia menyebabkan banyak orang Indonesia tidak puas dengan pemerintah yang mencurigai itu(Ricklefs, 2005 : 250-251).

 Daftar Pustaka

George McTurnan Kahin. 1995.Nasionalisme dan Revolusi di Indonesia: _____RefleksiPergumulan Lahirnya Republik. UNS Press dan Pustaka Sinar Harapan.
M.C. Ricklefs. 2005. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gajah Mada _____University Press.
Poesponegoro , Marwati Djoened. 2008. Sejarah Nasional Indonesia V – Zaman _____Kebangkitan            Nasional dan Masa Hindia Belanda . –cet-2 Edisi Pemuktahiran. Jakarta : Balai    Pustaka. 
Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Recent Posts