Selamat Datang | Selamat datang "Mahasiswa Baru Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya 2017" - Selamat Bergabung | Semoga artikel dan isi web HIMAPES Unsri ini dapat memberikan manfaat |17 AGUSTUS 1945-2016 "Perjuangan Bangsa Masih Berlanjut" MERDEKA!!! | Terima kasih sudah mengunjungi web kami | Viva Historia... #noHistory noFuture

Thursday, 9 March 2017

Doraemon: Kisah dan Nostalgia Di Balik Kesederhanaan Cerita

Doraemon: Sebuah Harapan Dari Imajinasi Masa Kecil
Karangan Bebas: Kms. Gerby Novario
Email: gerbynovario@gmail.com


Hallo guys,

Dalam kesempatan kali ini tulisan saya bukan yang berbau ilmiah, sejarah murni, bahkan pendidikan. Terinspirasi dari sebuah film yang menceritakan kisah tokoh kartun yang sering kita tonton waktu kecil bahkan dewasa ini, membuat saya tertarik untuk menulis karangan bebas ini. Saya harap tulisan ini dapat sedikit memberikan informasi dan stimulus nostalgia masa kecil kita semua (generasi 90 & 2000an).

Doraemon, satu kata "judul film" yang mengingatkan betapa indah dan bernilainya pagi hari dihari libur (baca; Minggu) sekolah anak-anak generasi 90-an dan 2000-an. Film yang jadwal tayangnya Jam 8.00 WIB sampai pukul 8.30 WIB setiap hari minggu "plus" film the movie nya ketika memasuki waktu libur panjang sekolah. Ya ketika mengingat masa itu, ingin rasanya kembali lagi dengan "mesin waktu" merasakan kembali nikmatnya tayangan pagi itu. Cerita Doraemon pada awalnya merupakan salah satu judul karya manga karangan Fujiko F. Fujio sejak tahun 1969 yang mengisahkan sebuah robot kecil bewarna biru dengan balutan warna putih pada bagian muka dan perutnya serta tanpa jari-jari dan telinga (hilang dimakan tikus katanya) yang menjadi sahabat, partner, bahkan keluarga seorang anak kecil kelas 5 SD yang begitu pemalas dan ceroboh, Nobi Nobita nama lengkapnya. 

Ditilik dari sejarahnya manga Doraemon ini pada awalnya dirilis bulanan untuk konsumsi anak-anak SD (kelas 1-6 SD) di Jepang dan disetiap jenjang pendidikan itu memiliki cerita yang berbeda. Hal demikian memaksa sang kreator menuliskan 6 cerita setiap bulannya. Berlanjut sampai dengan tahun 1979, cerita manga Doraemon dirilis menjadi sebuah majalah sendiri yang bernama Corocoro Comic (namanya mirip makhluk berkaki 6 yang sering membuat gempar rakyat Indonesia). Sejak pertama kali muncul pada tahun 1969, cerita Doraemon telah dikumpulkan dan dibagi ke dalam 45 buku yang dipublikasikan sejak tahun 1974 sampai 1996, dan telah terjual lebih dari 80 juta buku pada tahun 1992. Pada tahun 2005, Shōgakukan menerbitkan sebuah serial tambahan sejumlah 5 jilid dengan judul Doraemon+ (Doraemon Plus), dengan cerita yang berbeda dari 45 jilid aslinya. 

Seri anime (baca: enim) Doraemon dibuat juga oleh Fujiko bekerjasama dengan Tokyo Movie Shinsa dan kemudian diproduksi oleh Nippon Television sebanyak 26 serial yang kemudian ditayangkan di Jepang sejak tanggal 1 April 1973 - 30 September 1973. Tayangan anime Doraemon dapat dinikmati di Indonesia berkat salah satu usaha stasiun TV Indonesia  yaitu RCTI (ingat ibu-ibu yang nunjuki jempol di sebuah pondok di tengah sawah diikuti backsound "RCTI Okeeeee"). RCTI melakukan siaran perdana anime Doraemon tanggal 13 November 1988 (TV jaman itu dominan hitam putih dan "kresek-kresek") sampai dengan sekarang (terima kasih RCTI). Stasiun TV SCTV juga tak ketinggalan ikut menayangkan serial anime Doraemon pada tahun 1990-1993.

Back to story, Doraemon sendiri merupakan sebuah robot yang kalo seingat saya dikirim dari masa depan (tak tahu kapan tepatnya) untuk membantu kehidupan sehari-hari Nobita yang begitu pemalas, ceroboh, bahkan sering dirundung kesialan dan nantinya berujung dengan masa depannya (katanya suram sebelum bertemu Doraemon). Doraemon didukung memiliki kantung 4 dimensi yang sangat luar biasa, kenapa? semua alat mau ukuran mikroskopic sampai segede gajah bisa keluar dari kantung itu sesuai kemauan dan kebutuhan Doraemon. Nah... film inilah yang terkadang membuat saya sendiri sewaktu kecil sering berkhayal punya friend kayak Doraemon terus minta ini minta itu tanpa perlu jaga lilin, pake tali lemper, dan  so pasti tanpa dosa tanpa biaya tambahan.

Doraemon yang tiba di tahun 1969, pada hari Tahun Baru Jepang. Ia keluar dari laci meja milik Nobita, dan sejak saat itu ia tinggal bersama Nobita, misinya adalah untuk mencegah Nobita menjadi orang gagal. Setiap kali Nobita tertimpa masalah, Doraemon akan segera membantu dengan alat-alat ajaibnya.

Kelihatannya misi Doraemon berhasil, karena ketika mereka menjelajah ke masa depan, Nobita melihat dirinya menikah dengan Shizuka, bukan dengan Jaiko. Dia juga melihat keturunannya hidup dalam kondisi yang lebih baik daripada ketika Sewashi mengirim Doraemon dulu; bahkan keturunan Nobi mampu membeli robot yang "tidak gagal", Dorami. 

Diceritakan dalam manga dan anime, Doraemon dan Nobita saling bekerja sama untuk memperbaiki kehidupan mereka masing-masing. Mereka saling bekerja sama dan tolong-menolong. Banyak juga cerita yang menampilkan kisah keberanian dan kegigihan mereka untuk mempertahankan persahabatan yang sudah mereka jalin.

Cerita Doraemon dan Nobita di serial anime nya sendiri menurut hemat saya sangat mendekati kisah hidup masa anak-anak (manusia) misalkan malas belajar, malas buat PR, dikejar Anjing, disuruh belanja ke pasar, bullying, sampai dengan kisah cinta "monyet". Dari watak setiap tokoh di anime ini juga memberikan contoh karakter yang sebenarnya dikehidupan real, kita bisa lihat seorang Nobita yang pemalas, lemah, ceroboh (jadi bahan bullying Giant dan Suneo) dan jadi bahan dimarah guru dan orang tua, seorang Giant yang memiliki badan lebih besar dan mungkin kekar (tapi belum pernah saya liat dia lepas baju) menjadi seorang anak yang berlaku keras (suaranya juga keras) sering menjadi pelaku bullying Nobita tapi juga saya salute dengan seorang Giant yang berwatak keras dan nakal masih bisa sopan dengan orang tua dan menurut dengan ibunya (bapaknya saya tak pernah lihat), seorang Suneo dengan latar belakang orang tua sangat dan lebih berada hidup dengan gaya prestise dan pamer (tonton bagian dia pamer mobil remote, jalan-jalan keluar negeri, sampai dengan oleh-oleh mahal dari keluraganya) dan biasanya menjadi teman yang dari seorang preman sejawatnya (maksudnya Giant), seorang Shisuka berwajah cantik (katanya), sopan, suaranya yang halus, pintar (belajar dan biola), dan tak suka diintip oleh Nobita (Yaella kalo ini semua wanita yaa?) menjadi primadona seorang Nobita, Heditosi Dekisugi atau panggilannya Dekisugi memiliki paras tampan (entah darimana sudut tampannya), pintar dalam pelajaran dan olahraga, pandai memasak dan melukis (ini saya tak bisa) seseorang yang sangat dekat dengan Shisuka tapi tak pernah pacaran (LDR enggak, frienship Mungkin, atau cuma friend zone "bahaya") Nobita sering cemburu dengannya, dan terakhir seorang Doraemon yang bijaksana, care, penyayang, penolong, rendah hati, dan banyak alat (ini yang saya suka) dan konon katanya berat doraemon itu 123,3 kg, wawwww. Keenam tokoh tersebut yang penulis anggap penting dalam film Doraemon, yang lain? penting tapi tak kenal, jika tak kenal maka tak akrab.

Alat? ya bagian ini saya suka ketika Nobita mulai merengek dan menangis menemui Doraemon entah bermacam-macam penyebabnya, Doraemon dengan gaya "sok" tak peduli akhirnya merogoh kantongnya mencari-cari alat dari masa depan yang bisa membantu kesayangannya. Alat yang membuat saya sangat terpukau itu "pintu kemana saja" MasyaAllah kalo saja ada alat ini ditangan saya, tak perlu susah buat jalan keliling Indonesia (My Trip, My Adventure possible for me), Apply beasiswa dan sekolah di kampus keluar negeri, naik Haji sekampung, dan tentunya ke Jepang (buat apa? mau tau aja). Baling-baling bambu jadi primadona pergi ke kampus atau naik bukit dan gunung kalo lagi capek, bahkan mencari sinyal di dekat tower jaringan provider. Senter pengecil dan pembesar, ini yang mantap juga, bawa tas plus laptop? bawa tas Carriel? bawa buku segede gaban? tak masalah semua barang berat berat tak saya masukin ke kantong. TELEVIS WAKTU... ini yang saya sangat butuhkan sebagai penulis sejarah, termasyur saya jadi seorang penulis sejarah kalau alat ini benar ada di tangan saya, sejarah pembentukan bumi, Adam dan Hawa, Kisah Nabi Nuh, Firaun, Kisah Musa, Penyaliban Yesus, Perang Badar, Perang Dunia, bahkan Supersemar, yah tapi sayang alat ini hanya sebuah ilusi belaka. Masih banyak alat Doraemon lainnya yang bisa jadi alat imajinasi kita.

Itula sebagian cerita dan imajinasi liar saya... sisanya? bisa anda dapatkan ditulisan berikutnya.

Simak Film Kelahiran Doraemon Di Bawah Ini...
Note: Mau bahasa Indonesia? Klik pengaturan (gambar roda gigi) terus klik subtitle pilih Indonesia.




Reactions:

1 comment:

Recent Posts