Selamat Datang | Selamat datang "Mahasiswa Baru Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya 2017" - Selamat Bergabung | Semoga artikel dan isi web HIMAPES Unsri ini dapat memberikan manfaat |17 AGUSTUS 1945-2016 "Perjuangan Bangsa Masih Berlanjut" MERDEKA!!! | Terima kasih sudah mengunjungi web kami | Viva Historia... #noHistory noFuture

Saturday, 4 March 2017

Dokumenter: Goa Puteri, Seuntai Keindahan Di Bumi Baturaja

Goa Puteri: Kisah dan Sejarah Dibalik Pesona Alam Baturaja
Laporan: Kms. Gerby Novario dan Pedo Nopansyah
Email: sejarah.unsri@gmail.com 




Simak Film Dokumenter Karya Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNSRI Dibawah:



Deskripsi:
Goa Putri merupakan Goa yang terletak di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semindang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Baturaja, Sumatera Selatan. Goa ini terletak sekitar satu kilometer yang menghubungkan Baturaja dan Muara Enim. Goa Putri ini menjadi salah satu ikon objek wisata dan sejarah yang diminati oleh para wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Goa Puteri Baturaja terbentuk dari susunan batuan Karst Pegunungan Bukit Barisan. Berdasarkan penelitian arkeologi, pada zaman dahulu Goa Puteri merupakan barisan batuan karang yang berada di tepian laut. Akan tetapi wilayah ini sekarang merupakan daerah yang berada pada dataran yang lebih tinggi.

Dibalik keindahannya, Goa Puteri menyimpan sejumlah kisah dan fakta sejarah. Sebuah kisah rakyat mengatakan bahwa daerah ini merupakan tempat yang memiliki hubungan dengan kisah Puteri Dayang Merindu dan Si Pahit Lidah atau juga dikenal Serunting Sakti. Menurut Legenda, jaman dahulu kala hiduplah seorang putri yang bernama Dayang Merindu, selir dari Prabu Amir Rasyid, Penguasa Kerajaan Ogan. Suatu pagi, sang Putri mandi di muara sungai Sumuhun dan pada saat mandi, lewatlah seorang pengembara bernama Serunting Sakti ingin sekali menyapa putri yang berparas cantik itu, tapi kehadirannya tidak diperhatikan Putri Dayang Merindu. Serunting Sakti gusar, dia pun berujar, “Sombong nian putri ini, diam seperti batu.” Belum kering ludahnya, Putri Dayang Merindu menjadi batu. Serunting Sakti kemudian pergi ke desa tempat tinggal Putri Dayang Merindu dan keluarganya. Dilihatnya sepi, Serunting Sakti berujar, “Sepi desa ini seperti goa sepi.” Desa itu pun menjadi goa batu.

Terlepas dari kisahnya yang sedikit berbau sakti, Goa Puteri juga menyimpan sejarah yang dapat diungkap kembali. Penelitian arkeologi pernah dilakukan oleh sejumlah peneliti dari Balai Arkeologi Palembang yang kemudian mengungkapkan bahwa pada zaman dahulu Goa Puteri pernah didiami oleh sekelompok manusia. Hal demikian terbukti dari ditemukannya sejumlah fragmen rangka manusia, alat batu, fragmen gerabah, dan tulang binatang. Penemuan tersebut memperkuat asumsi bahwa pada masa lalu Goa Puteri merupakan Goa Hunian yang dipergunakan dalam jangka waktu yang cukup lama pada masa prasejarah

Goa Puteri merupakan salah satu tempat yang menjadi satu peninggalan pusaka budaya kita, pusaka budaya yang didalamnya syarat akan kandungan budaya masa lalu dimana pusaka budaya sekarang berakar. Marilah kita kenali budaya kita, semakin kita kenal dengan budaya kita semakin tahu kita dengan identitas masyarakat kita.

Bila Anda salah satu orang yang akan berkunjung kesini, informasi dan dapat kami berikan kepada Anda. Goa Puteri berjarang sekitar 4-5 Jam dari kota Palembang, atau sekitar 1 jam 20 menit dari kota Baturaja. Anda dapat menggunakan Mobil atau Juga Motor untuk sampai kesini. Informasi lebih lanjut dapat menanyakan ke email : sejarah.unsri@gmail.com

Eksplore Indonesia.

Telusuri Peta:








Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Recent Posts