Selamat Datang | Selamat datang "Mahasiswa Baru Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya 2017" - Selamat Bergabung | Semoga artikel dan isi web HIMAPES Unsri ini dapat memberikan manfaat |17 AGUSTUS 1945-2016 "Perjuangan Bangsa Masih Berlanjut" MERDEKA!!! | Terima kasih sudah mengunjungi web kami | Viva Historia... #noHistory noFuture

Sunday, 5 March 2017

Buku: Dibawah Bendera Revolusi Jilid 2

Goresan Tinta Revolusioner Indonesia
Persembahan: Ir. Soekarno
Tahun Terbit : !965
Penerbit: Dibawah Bendera Revolusi





Buku Dibawah Bendera Revolusi Jilid 2 ini merupakan kumpulan dari pidato-pidato Soekarno selama tahun 1945-1965, dimana pada masa itu Bung Karno menganggap Revolusi Indonesia masih terus berjalan. Adapun karya-karya Soekarno dalam Buku DBR ini merupakan salah satu usaha mengumpulkan kembali karya-karya beliau yang tercecer selama masa pengasingan ataupun tak sempat diarsipkan.

Soekarno yang dikenal dengan suara yang lantang dan gaya yang tegas ketika berpidato memberikan memori yang kuat ke rakyat Indonesia yang hidup pada zamannya, sampai sekarang pun masih banyak orang mengagumi sosok Bung Karno dan gaya pidatonya. Pidato yang membuat sebagian atau bahkan seluruh rakyat Indonesia merinding bulu kunduknya karena menjadikan semangat yang begitu berkobar ketika mendengarnya dan membuat bangsa lain berdecak akan keflamboyanan beliau.

Lihat dan Baca Buku DBR Jilid 2:


Berikut ini merupakan kata pengantar dari panitia penyusunan buku DBR Jilid 2 ini:
Adapun ejaan pada kata pengantar ini tetap dipertahankan untuk memberikan nuansa lawas ketika membacanya. 

Semenjak 40 tahun yang lampau ---waktu itu Bung Karno masih belajar di Hogere Burgerschool (H.B.S.) Surabaya ---bila sudah mulai gemar mengarang. Kegemaran itu bertambah lagi semasa beliau, menjadi mahasiswa Technische Hogeschool (T.H.S.) di Bandung. Kemudian datanglah zaman yang dalam sejarah kehidupan Bung Karno dapat dianggap masa-pencerahan-fikiran dalam karang-mengarang, yaitu semasa Bung Karno bersama-sama dengan kawan-kawan sepaham beliau, mendirikan dan menyegerakan Partai Nasional Indonesia (P.N.I.) dan Partai Indonesia (Partindo) serta semasa beliau diasingkan ke Ende dan akhirnya ke Bengkulen.

Suatu kenyataan sekarang ialah ---bahwa Bung Karno sendiri sama sekali tidak lagi menyimpan karangan-karangan tersebut. Beberapa karangan yang telah dapat dikumpulkan semasa Bung Karno mulai menjalankan hukuman pembuangan; terpaksa ditinggalkan dan kemudian hilang tidak berketentuan karena tempat beliau yang sering berpindah-pindah. Demikian pula sahabat-sahabat karib beliau serta perpustakaan-perpustakaan umum, tidak banyak yang menyimpan karangan-karangan Bung Karno.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, oleh perseorangan, pernah sebagian dari karangan-karangan tersebut diterbitkan dalam bentuk brosur karena mengingat ---bahwa buah pikiran Bung Karno baik yang berbentuk sebagai karangan maupun berupa pidato-pidato dari semenjak jaman penjajahan hingga pada saat ini, belum pernah di terbitkan dalam bentuk yang teratur ---sedangkan keinginan untuk itu oleh sahabat-sahabat karib Bung Karno serta oleh khalayak ramai berkali-kali diajukan kepada beliau ---maka kami mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas tersebut. Semenjak lima tahun yang lampau, kami sudah berusaha untuk sedapat-dapatnya, untuk menunaikan kewajiban tersebut sebaik-baiknya.

Dalam melaksanakan tugas tersebut ternyata ---bahwa tidak sedikit kesukaran yang kami hadapi pada zaman penjajahan, untuk menyimpan karangan-karangan para pemimpin pergerakan ---terutama buah pena Bung Karno ---diperlukan keberanian untuk para penyimpannya. Lagi pula, karangan-karangan Bung Karno tidak pernah berada dalam satu tangan. Berdasarkan itulah, maka usaha pengumpulan ini tidak seluruhnya dapat berhasil baik dan sempurna.

Selama lima tahun terus-menerus telah dilakukan hubungan dan surat-menyurat dengan alamat-alamat di dalam dan di luar negeri dengan pengharapan agar supaya usaha pengumpulan buah pikiran Bung Karno dapat lebih diperlengkap. Walaupun mereka yang dihubungi selalu menunjukkan kesediaan untuk memberikan bantuan sebanyak mungkin, namun hingga pada saat ini, belum juga diperoleh hasil untuk mengumpulkan buah pena Bung Karno yang ditulis antara tahun 1917 hingga tahun 1925. Bahkan karangan-karangan dalam tahun-tahun berikutnya-pun masih ada beberapa yang belum terkumpul. Ini berarti bahwa-kumpulan buah pikiran Bung Karno-yang oleh beliau diberi nama: “DIBAWAH BENDERA REVOLUSI”, belumlah kumpulan yang lengkap dan sesempurna-sempurnanya.

Akan tetapi dengan pertimbangan-bahwa untuk menanti sampai terkumpulnya seluruh buah pikiran Bung Karno-masih memerlukan waktu yang lama-maka sebagai langkah pertama, buku: “DIBAWAH BENDERA REVOLUSI” ini (terdiri dari 2 jilid), kami persembahkan kepada masyarakat Indonesia, dengan pengertian, kekurangan-kekurangan yang terdapat di buku ini mudah-mudahan dapat disempurnakan dalam penerbitan lainnya. Patut dijelaskan bahwa Bung Karno tidak mempunyai kesempatan penuh untuk membaca kembali seluruhnya karangan-karangan beliau yang dimuat dalam buku ini.

Achirulkalam, kepada semua pihak, baik di dalam maupun di luar negeri serta handaitaulan yang hingga pada saat terbitnya buku ini dengan ikhlas telah memberikan sumbangan dan bantuan, dengan ini kami sampaikan banyak ucapan terimakasih, karena dengan tiada bantuan itu maka penerbitan “DIBAWAH BENDERA REVOLUSI” tidaklah mungkin selengkap seperti sekarang ini.

Djakarta, 17 Agustus 1959

Panitya:

K. Goenadi

H. Mualliff Nasution
Quotes:
Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, semua buat semua! (Soekarno)
Reactions:

2 comments:

Recent Posts