Selamat Datang | Selamat datang "Mahasiswa Baru Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya 2017" - Selamat Bergabung | Semoga artikel dan isi web HIMAPES Unsri ini dapat memberikan manfaat |17 AGUSTUS 1945-2016 "Perjuangan Bangsa Masih Berlanjut" MERDEKA!!! | Terima kasih sudah mengunjungi web kami | Viva Historia... #noHistory noFuture

Monday, 20 March 2017

Seminar Nasional dan Musyawarah Ikahimsi Se-Sumbagsel

SEMINAR NASIONAL DAN MUSYAWARAH IKAHIMSI SE-SUMBAGSEL
Dengan Tema:
“Sumatera Bagian Selatan Dalam Bingkai Maritim Sebagai Acuan Generasi Bangsa Dalam Menghadapi Persaingan Global”

A.   Gambaran Umum
Seminar Nasional ini merupakan bagian dari rangkaian acara dari Musyawarah Wilayah Ikatan Himpunan Mahasiswa Sejarah Se-Indonesia (IKAHIMSI) Koordinator Wilayah X Sumatera Bagian Selatan. Adapun Tema untuk Seminar Nasional ini adalah “Sumatera Bagian Selatan Dalam Bingkai Maritim Sebagai Acuan Generasi Bangsa Dalam Menghadapi Persaingan Global” materi tersebut juga berkaitan dengan upaya pemerintah memperjuangkan kedaulatan maritim wilayah Indonesia. Materi seminar nasional berisi tentang materi kesejarahan maritim wilayah Sumatera Bagian Selatan dari sudut pandang arkeologis, akademis, dan pengetahuan masyarakat umum dengan tujuan untuk menjadikan generasi muda bangsa Indonesia lebih memahami peranan penting kemaritiman Indonesia dalam menghadapi persaingan global dulu dan masa sekarang.
Seminar Nasional ini dilaksanakan di Aula Lantai 3 Gedung B FKIP Ogan Universitas Sriwijaya dengan acara pemberian materi mengenai lingkup kesejarahan maritim Sumatera Bagian Selatan dari sudut pandang arkeologis, akademis, dan praktisi sejarah, yang dihadiri oleh pengurus dan delegasi IKAHIMSI Korwil X Sumatera Bagian Selatan dan peserta Seminar Nasional.
Harapannya, setelah materi yang disampaikan dalam seminar nasional ini pengurus IKAHIMSI, delegasi IKAHIMSI dan peserta seminar nasional dapat mengetahui lingkup kesejarahan maritim Sumatera Bagian Selatan dulu dan kini agar dapat memberikan informasi serta pengetahuan kepada generasi bangsa dalam menghadapi persaingan global.

B.   Bentuk Acara:
Sesi acara ini berupa seminar nasional dan diskusi panel dengan pemateri dari ahli arkeologi, akademisi, dan praktisi sejarah. Panitia juga mempersiapkan kelengkapan peralatan acara seminar nasional ini sebagai berikut:
1)    Mic
2)    Sound System
3)    LCD Proyektor
4)    Laptop/Notebook

C.   Peserta :
Peserta terdiri dari pengurus dan delegasi tiap universitas yang menjadi anggota IKAHIMSI di wilayah Sumatera Bagian Selatan dan peserta seminar nasional .

D.   Target dan Arahan materi
Beberapa hal yang akan dibahas dalam materi ini adalah:

Memberikan gambaran umum sejarah kemaritiman Sumatera Bagian Selatan pada masa pra Sriwijaya, Sriwijaya, dan pasca Sriwijaya dalam sudut pandang dan bukti arkeologis.
Memberikan gambaran kondisi kemaritiman Palembang dan daerah sekitarnya dalam perkembangan ekonomi daerah sejak masa kolonial sampai dengan setelah Indonesia merdeka.
Memberikan gambaran umum kesejarahan maritim sumatera bagian selatan dan dihubungkan dengan isu-isu kekinian dalam perairan Indonesia terkhususkan di wilayah Sumatera Bagian Selatan dan Palembang.
Secara keseluruhan pemateri akan memberikan materi penguatan mengenai peranan generasi muda dalam menghadapi persaingan global (terutama dalam hal penelitian, pendidikan, dan perekonomian) kepada peserta seminar dan beberapa materi motivasi kepada peserta seminar dalam menghadapi dunia kerja.

E.   Tujuan Umum
Memberikan informasi lingkup kesejarahan maritim Sumatera Bagian Selatan dulu dan kini agar dapat memberikan pengetahuan kepada generasi muda bangsa dalam menghadapi persaingan global (dunia kerja dan pendidikan).

F.    Rancangan Acara
Pemaparan Materi dan diskusi panel (tanya jawab). Adapun pemaparan materi seminar nasional diberikan kepada tiga pembicara, sebagai berikut:
1)    Ahli: Sondang Martini Siregar, M.Si
(Peneliti Balai Arkeologi Palembang)
Materi Utama: memberikan gambaran umum sejarah kemaritiman Sumatera Bagian Selatan pada masa pra Sriwijaya, Sriwijaya, dan pasca Sriwijaya dalam sudut pandang dan bukti arkeologis.
2)    Akademisi: Drs. Supriyanto, M.Hum
(Dosen Pendidikan Sejarah FKIP UNSRI)
Materi Utama: memberikan gambaran kondisi kemaritiman Palembang dan daerah sekitarnya dalam perkembangan ekonomi daerah sejak masa kolonial sampai dengan setelah Indonesia merdeka.
3)    Praktisi: Kemas, Ari Pandji, S.Pd., M.Si
(Guru Sejarah dan Sekretaris Umum MSI Kota Palembang)
Materi utama: memberikan gambaran umum kesejarahan maritim sumatera bagian selatan dan dihubungkan dengan isu-isu kekinian dalam perairan Indonesia terkhususkan di wilayah Sumatera Bagian Selatan dan Palembang.
4)    Secara keseluruhan pemateri akan memberikan materi penguatan mengenai peranan generasi muda dalam menghadapi persaingan global (terutama dalam hal penelitian, pendidikan, dan perekonomian) kepada peserta seminar dan beberapa materi motivasi kepada peserta seminar dalam menghadapi dunia kerja.

G.   Waktu dan Tempat
Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah :
Hari, tanggal               : Kamis, 23 Maret 2017
Waktu                         09.00 WIB s.d. Selesai
Tempat                       : Aula Gedung FKIP Ogan Universitas Sriwijaya.
Jl. Ogan Bukit Besar, Palembang

H.   Penutup
Term of Reference ini disusun sebagai kerangka acuan dalam Seminar Nasional.



BANNER

 PAMFLET

LAMPIRAN




Thursday, 9 March 2017

Doraemon: Kisah dan Nostalgia Di Balik Kesederhanaan Cerita

Doraemon: Sebuah Harapan Dari Imajinasi Masa Kecil
Karangan Bebas: Kms. Gerby Novario
Email: gerbynovario@gmail.com


Hallo guys,

Dalam kesempatan kali ini tulisan saya bukan yang berbau ilmiah, sejarah murni, bahkan pendidikan. Terinspirasi dari sebuah film yang menceritakan kisah tokoh kartun yang sering kita tonton waktu kecil bahkan dewasa ini, membuat saya tertarik untuk menulis karangan bebas ini. Saya harap tulisan ini dapat sedikit memberikan informasi dan stimulus nostalgia masa kecil kita semua (generasi 90 & 2000an).

Doraemon, satu kata "judul film" yang mengingatkan betapa indah dan bernilainya pagi hari dihari libur (baca; Minggu) sekolah anak-anak generasi 90-an dan 2000-an. Film yang jadwal tayangnya Jam 8.00 WIB sampai pukul 8.30 WIB setiap hari minggu "plus" film the movie nya ketika memasuki waktu libur panjang sekolah. Ya ketika mengingat masa itu, ingin rasanya kembali lagi dengan "mesin waktu" merasakan kembali nikmatnya tayangan pagi itu. Cerita Doraemon pada awalnya merupakan salah satu judul karya manga karangan Fujiko F. Fujio sejak tahun 1969 yang mengisahkan sebuah robot kecil bewarna biru dengan balutan warna putih pada bagian muka dan perutnya serta tanpa jari-jari dan telinga (hilang dimakan tikus katanya) yang menjadi sahabat, partner, bahkan keluarga seorang anak kecil kelas 5 SD yang begitu pemalas dan ceroboh, Nobi Nobita nama lengkapnya. 

Ditilik dari sejarahnya manga Doraemon ini pada awalnya dirilis bulanan untuk konsumsi anak-anak SD (kelas 1-6 SD) di Jepang dan disetiap jenjang pendidikan itu memiliki cerita yang berbeda. Hal demikian memaksa sang kreator menuliskan 6 cerita setiap bulannya. Berlanjut sampai dengan tahun 1979, cerita manga Doraemon dirilis menjadi sebuah majalah sendiri yang bernama Corocoro Comic (namanya mirip makhluk berkaki 6 yang sering membuat gempar rakyat Indonesia). Sejak pertama kali muncul pada tahun 1969, cerita Doraemon telah dikumpulkan dan dibagi ke dalam 45 buku yang dipublikasikan sejak tahun 1974 sampai 1996, dan telah terjual lebih dari 80 juta buku pada tahun 1992. Pada tahun 2005, Shōgakukan menerbitkan sebuah serial tambahan sejumlah 5 jilid dengan judul Doraemon+ (Doraemon Plus), dengan cerita yang berbeda dari 45 jilid aslinya. 

Seri anime (baca: enim) Doraemon dibuat juga oleh Fujiko bekerjasama dengan Tokyo Movie Shinsa dan kemudian diproduksi oleh Nippon Television sebanyak 26 serial yang kemudian ditayangkan di Jepang sejak tanggal 1 April 1973 - 30 September 1973. Tayangan anime Doraemon dapat dinikmati di Indonesia berkat salah satu usaha stasiun TV Indonesia  yaitu RCTI (ingat ibu-ibu yang nunjuki jempol di sebuah pondok di tengah sawah diikuti backsound "RCTI Okeeeee"). RCTI melakukan siaran perdana anime Doraemon tanggal 13 November 1988 (TV jaman itu dominan hitam putih dan "kresek-kresek") sampai dengan sekarang (terima kasih RCTI). Stasiun TV SCTV juga tak ketinggalan ikut menayangkan serial anime Doraemon pada tahun 1990-1993.

Back to story, Doraemon sendiri merupakan sebuah robot yang kalo seingat saya dikirim dari masa depan (tak tahu kapan tepatnya) untuk membantu kehidupan sehari-hari Nobita yang begitu pemalas, ceroboh, bahkan sering dirundung kesialan dan nantinya berujung dengan masa depannya (katanya suram sebelum bertemu Doraemon). Doraemon didukung memiliki kantung 4 dimensi yang sangat luar biasa, kenapa? semua alat mau ukuran mikroskopic sampai segede gajah bisa keluar dari kantung itu sesuai kemauan dan kebutuhan Doraemon. Nah... film inilah yang terkadang membuat saya sendiri sewaktu kecil sering berkhayal punya friend kayak Doraemon terus minta ini minta itu tanpa perlu jaga lilin, pake tali lemper, dan  so pasti tanpa dosa tanpa biaya tambahan.

Doraemon yang tiba di tahun 1969, pada hari Tahun Baru Jepang. Ia keluar dari laci meja milik Nobita, dan sejak saat itu ia tinggal bersama Nobita, misinya adalah untuk mencegah Nobita menjadi orang gagal. Setiap kali Nobita tertimpa masalah, Doraemon akan segera membantu dengan alat-alat ajaibnya.

Kelihatannya misi Doraemon berhasil, karena ketika mereka menjelajah ke masa depan, Nobita melihat dirinya menikah dengan Shizuka, bukan dengan Jaiko. Dia juga melihat keturunannya hidup dalam kondisi yang lebih baik daripada ketika Sewashi mengirim Doraemon dulu; bahkan keturunan Nobi mampu membeli robot yang "tidak gagal", Dorami. 

Diceritakan dalam manga dan anime, Doraemon dan Nobita saling bekerja sama untuk memperbaiki kehidupan mereka masing-masing. Mereka saling bekerja sama dan tolong-menolong. Banyak juga cerita yang menampilkan kisah keberanian dan kegigihan mereka untuk mempertahankan persahabatan yang sudah mereka jalin.

Cerita Doraemon dan Nobita di serial anime nya sendiri menurut hemat saya sangat mendekati kisah hidup masa anak-anak (manusia) misalkan malas belajar, malas buat PR, dikejar Anjing, disuruh belanja ke pasar, bullying, sampai dengan kisah cinta "monyet". Dari watak setiap tokoh di anime ini juga memberikan contoh karakter yang sebenarnya dikehidupan real, kita bisa lihat seorang Nobita yang pemalas, lemah, ceroboh (jadi bahan bullying Giant dan Suneo) dan jadi bahan dimarah guru dan orang tua, seorang Giant yang memiliki badan lebih besar dan mungkin kekar (tapi belum pernah saya liat dia lepas baju) menjadi seorang anak yang berlaku keras (suaranya juga keras) sering menjadi pelaku bullying Nobita tapi juga saya salute dengan seorang Giant yang berwatak keras dan nakal masih bisa sopan dengan orang tua dan menurut dengan ibunya (bapaknya saya tak pernah lihat), seorang Suneo dengan latar belakang orang tua sangat dan lebih berada hidup dengan gaya prestise dan pamer (tonton bagian dia pamer mobil remote, jalan-jalan keluar negeri, sampai dengan oleh-oleh mahal dari keluraganya) dan biasanya menjadi teman yang dari seorang preman sejawatnya (maksudnya Giant), seorang Shisuka berwajah cantik (katanya), sopan, suaranya yang halus, pintar (belajar dan biola), dan tak suka diintip oleh Nobita (Yaella kalo ini semua wanita yaa?) menjadi primadona seorang Nobita, Heditosi Dekisugi atau panggilannya Dekisugi memiliki paras tampan (entah darimana sudut tampannya), pintar dalam pelajaran dan olahraga, pandai memasak dan melukis (ini saya tak bisa) seseorang yang sangat dekat dengan Shisuka tapi tak pernah pacaran (LDR enggak, frienship Mungkin, atau cuma friend zone "bahaya") Nobita sering cemburu dengannya, dan terakhir seorang Doraemon yang bijaksana, care, penyayang, penolong, rendah hati, dan banyak alat (ini yang saya suka) dan konon katanya berat doraemon itu 123,3 kg, wawwww. Keenam tokoh tersebut yang penulis anggap penting dalam film Doraemon, yang lain? penting tapi tak kenal, jika tak kenal maka tak akrab.

Alat? ya bagian ini saya suka ketika Nobita mulai merengek dan menangis menemui Doraemon entah bermacam-macam penyebabnya, Doraemon dengan gaya "sok" tak peduli akhirnya merogoh kantongnya mencari-cari alat dari masa depan yang bisa membantu kesayangannya. Alat yang membuat saya sangat terpukau itu "pintu kemana saja" MasyaAllah kalo saja ada alat ini ditangan saya, tak perlu susah buat jalan keliling Indonesia (My Trip, My Adventure possible for me), Apply beasiswa dan sekolah di kampus keluar negeri, naik Haji sekampung, dan tentunya ke Jepang (buat apa? mau tau aja). Baling-baling bambu jadi primadona pergi ke kampus atau naik bukit dan gunung kalo lagi capek, bahkan mencari sinyal di dekat tower jaringan provider. Senter pengecil dan pembesar, ini yang mantap juga, bawa tas plus laptop? bawa tas Carriel? bawa buku segede gaban? tak masalah semua barang berat berat tak saya masukin ke kantong. TELEVIS WAKTU... ini yang saya sangat butuhkan sebagai penulis sejarah, termasyur saya jadi seorang penulis sejarah kalau alat ini benar ada di tangan saya, sejarah pembentukan bumi, Adam dan Hawa, Kisah Nabi Nuh, Firaun, Kisah Musa, Penyaliban Yesus, Perang Badar, Perang Dunia, bahkan Supersemar, yah tapi sayang alat ini hanya sebuah ilusi belaka. Masih banyak alat Doraemon lainnya yang bisa jadi alat imajinasi kita.

Itula sebagian cerita dan imajinasi liar saya... sisanya? bisa anda dapatkan ditulisan berikutnya.

Simak Film Kelahiran Doraemon Di Bawah Ini...
Note: Mau bahasa Indonesia? Klik pengaturan (gambar roda gigi) terus klik subtitle pilih Indonesia.




Tuesday, 7 March 2017

Palembang Dalam Mata 360 Google

View of Palembang: Memandang Keindahan Heritage Kota Melalui Mata 360 Derajat
Support by: Google Street View
Laporan: HIMAPES 2017



Perkembangan kemajuan teknologi perangkat (device), pengetahuan (knowlede), dan jaringan (network) pada abad ini sangat memberikan dampak yang besar terhadap dunia. Setiap elemen kehidupan sekarang terikat dengan kemajuan ekonomi. Tak ketinggalan "sejarah" pun ingin eksis ditengah ramainya perbincangan teknologi. Dengan bantuan kemajuan teknologi "sejarah" juga ingin menambah peminatnya. Salah satunya pemanfaatan teknologi maya kamera 360 derajat yang diperkenalkan oleh Google pada tahun 2010an ke atas memberikan dampak yang begitu besar. Orang tak perlu lagi takut kecewa jika akan berkunjung ke suatu tempat untuk melihat view dan landmark di daerah lain. Tidak perlu banyak imajinasi dengan tulisan review traveler yang pernah berkunjung. Cukup dengan akses internet buka Google Street View, maka akan langsung tersaji tampilan landmark-landmark kota dengan tampilan webVR atau tampilan gambar 360 derajat.

Tidak ketinggalan dengan kemajuan tersebut, Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya juga berusaha memanfaatkan teknologi webVR serta kemampuan tampilan 360 derajat Google Street View guna menunjukan lokasi view heritage kota Palembang yang begitu menarik untuk dikunjungi. Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia dengan usia 1334 tahun menjadikan kota Palembang memiliki daya tarik sendiri dalam hal "sejarah". Berikut ini beberapa keping keindahan heritage of Palembang city dalam mata kamera 360 derajat Google Street View. Silahkan dilihat dan dikunjungi...

Note: Pengunjung yang membuka dengan hape disarankan klik fullscreen di pojok kanan atas biar bisa dilihat satu-satu...

Nuansa Ditengah Jembatan Ampera (Jembatan Bung Karno)


Panorama Masjid Agung Palembang 

Tegapnya Monumen Perjuangan Rakyat


Benteng Kuto Besak "Sebuah Legitimasi Kesultanan Palembang" Sayang Alun-Alunnya Sedang Perbaikan


Gedung Walikota: Heritage Lintas Zaman


Museum Sultan Mahmud Badaruddin II: Sisa Kemegahan Keresidenan Belanda


Pulau Kemaro: Legenda Pribumi dan Cina


Itulah beberapa heritage yang harus dikunjungi jika sedang berada di Palembang.
Berikut sebagian lokasi heritage di kota Palembang


Tonton Video Berikut:
Palembang: Venisia Dari Timur


Monday, 6 March 2017

FIlm: Bumi Perempuan "Goresan Tinta Inspirasi"

Bumi Perempuan
"Secercah Cahaya Dalam Gelapnya Dunia Perempuan"

Sebuah film pendek Karya Dosen dan Mahasiwa Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya
Persembahan Terhadap Ilmu Kesejarahan dan Prodi Tercinta


Producer and Team

Producer
Syarifuddin, M.Pd (Cand. Dr)
Director
Kurniawan
Scripting
Syarifuddin dan Kurniawan
Kameramen
Kurniawan
Kms. Gerby Novario
Editor
Kurniawan (Before Finish)
Kms. Gerby Novario (After Finish)
Sound and Music
Kurniawan dan HMS
Lighting dan Perlengkapan
Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah (2012)
Talent
R.M Adipati Ario Sosroningrat (Ayah Kartini)
Arief Heriawan (2012)
R.A Kartini
Dwiki Septiandini (2012)
Raden Adipati Joyodiningrat (Suami Kartini)
M. Wirajaya Kesuma (2012)
R.A Ngasirah
Tita Widyatista (2012)
Rahmi
Riska Riana (2012)
After Talent
Eka Nur Amaylia (2012)
Sutarmi (2012)
Ayu Rizki Utami (2012)
Desti Amaliah (2012)
Rendi Marta Agung (2012)
Ahmad Furqon (2012)

Tonton Film Berikut:
Note: Pengunjung yang membuka melalui mobile browser disarankan untuk klik tanda yang ada di pojok kanan atas agar filmnya dapat segera berjalan dan lebih ringan...


Sinopsis:
Jepara, 1901 merupakan masa dimana R.A Kartini memiliki impian untuk dapat bersekolah memperbaiki derajat perempuan pribumi agar mendapatkan hak kependidikan yang pada waktu itu hanya laki-laki bisa memperolehnya. Di ruang tengah rumah R.A Kartini tengah menuliskan pemikirannya akan kemajemukan pendidikan kaum perempuan. Tak berapa lama R.A Ngasirah (Ibu Kartini) dan berdialog dengan R.A Kartini, memberikan sedikit arahan kepada Kartini akan peranan perempuan dalam keluarganya sebagai suatu kodrat yang mesti diterima, akan tetapi Kartini tidak sepemikiran dengan ibunya, ia ingin agar perempuan pribumi juga mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki untuk dapat lebih berperan dalam keluarga. Setelah berdiskusi ibunya meninggalkan Kartini untuk menenangkan diri. Tak lama kemudian R.M Adipati Ario Sosroningrat (ayah Kartini) datang dan berdialog sedikit keras dan tegas kepada Kartini, kenapa ibunya menangis. Jiwa muda Kartini yang masih keukuh dengan pemikirannya memancing kemarahan ayahnya dan menolak keras keinginan Kartini. Selama dialog Kartini dan Ayahnya, tokoh lain Rahmi mendengar percakapan diantara keduanya, Rahmi yang dekat dengan Kartini merasa iba dengan dengan Kartini, dan mencoba menenangkan Kartini yang sedang menangis. Saat menjelang pernikahannya terdapat perubahan penilaian Kartini terhadap budaya Jawa. Ia lebih toleran. Ia menganggap pernikahannya akan membawa keuntungan tersendiri dalam mewujudkan impiannya mendirikan sekolah untuk wanita bumiputera. Setelah pernikahannya dengan Raden Adipati Joyodiningra, sang suami sangat mendukung ide Kartini untuk mengembakan ukiran Jepara dan membangun sekolah untuk wanita bumiputera dan juga mendukung Kartini untuk dapat menulis sebuah buku. 

Sunday, 5 March 2017

Buku: Dibawah Bendera Revolusi Jilid 2

Goresan Tinta Revolusioner Indonesia
Persembahan: Ir. Soekarno
Tahun Terbit : !965
Penerbit: Dibawah Bendera Revolusi





Buku Dibawah Bendera Revolusi Jilid 2 ini merupakan kumpulan dari pidato-pidato Soekarno selama tahun 1945-1965, dimana pada masa itu Bung Karno menganggap Revolusi Indonesia masih terus berjalan. Adapun karya-karya Soekarno dalam Buku DBR ini merupakan salah satu usaha mengumpulkan kembali karya-karya beliau yang tercecer selama masa pengasingan ataupun tak sempat diarsipkan.

Soekarno yang dikenal dengan suara yang lantang dan gaya yang tegas ketika berpidato memberikan memori yang kuat ke rakyat Indonesia yang hidup pada zamannya, sampai sekarang pun masih banyak orang mengagumi sosok Bung Karno dan gaya pidatonya. Pidato yang membuat sebagian atau bahkan seluruh rakyat Indonesia merinding bulu kunduknya karena menjadikan semangat yang begitu berkobar ketika mendengarnya dan membuat bangsa lain berdecak akan keflamboyanan beliau.

Lihat dan Baca Buku DBR Jilid 2:


Berikut ini merupakan kata pengantar dari panitia penyusunan buku DBR Jilid 2 ini:
Adapun ejaan pada kata pengantar ini tetap dipertahankan untuk memberikan nuansa lawas ketika membacanya. 

Semenjak 40 tahun yang lampau ---waktu itu Bung Karno masih belajar di Hogere Burgerschool (H.B.S.) Surabaya ---bila sudah mulai gemar mengarang. Kegemaran itu bertambah lagi semasa beliau, menjadi mahasiswa Technische Hogeschool (T.H.S.) di Bandung. Kemudian datanglah zaman yang dalam sejarah kehidupan Bung Karno dapat dianggap masa-pencerahan-fikiran dalam karang-mengarang, yaitu semasa Bung Karno bersama-sama dengan kawan-kawan sepaham beliau, mendirikan dan menyegerakan Partai Nasional Indonesia (P.N.I.) dan Partai Indonesia (Partindo) serta semasa beliau diasingkan ke Ende dan akhirnya ke Bengkulen.

Suatu kenyataan sekarang ialah ---bahwa Bung Karno sendiri sama sekali tidak lagi menyimpan karangan-karangan tersebut. Beberapa karangan yang telah dapat dikumpulkan semasa Bung Karno mulai menjalankan hukuman pembuangan; terpaksa ditinggalkan dan kemudian hilang tidak berketentuan karena tempat beliau yang sering berpindah-pindah. Demikian pula sahabat-sahabat karib beliau serta perpustakaan-perpustakaan umum, tidak banyak yang menyimpan karangan-karangan Bung Karno.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, oleh perseorangan, pernah sebagian dari karangan-karangan tersebut diterbitkan dalam bentuk brosur karena mengingat ---bahwa buah pikiran Bung Karno baik yang berbentuk sebagai karangan maupun berupa pidato-pidato dari semenjak jaman penjajahan hingga pada saat ini, belum pernah di terbitkan dalam bentuk yang teratur ---sedangkan keinginan untuk itu oleh sahabat-sahabat karib Bung Karno serta oleh khalayak ramai berkali-kali diajukan kepada beliau ---maka kami mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas tersebut. Semenjak lima tahun yang lampau, kami sudah berusaha untuk sedapat-dapatnya, untuk menunaikan kewajiban tersebut sebaik-baiknya.

Dalam melaksanakan tugas tersebut ternyata ---bahwa tidak sedikit kesukaran yang kami hadapi pada zaman penjajahan, untuk menyimpan karangan-karangan para pemimpin pergerakan ---terutama buah pena Bung Karno ---diperlukan keberanian untuk para penyimpannya. Lagi pula, karangan-karangan Bung Karno tidak pernah berada dalam satu tangan. Berdasarkan itulah, maka usaha pengumpulan ini tidak seluruhnya dapat berhasil baik dan sempurna.

Selama lima tahun terus-menerus telah dilakukan hubungan dan surat-menyurat dengan alamat-alamat di dalam dan di luar negeri dengan pengharapan agar supaya usaha pengumpulan buah pikiran Bung Karno dapat lebih diperlengkap. Walaupun mereka yang dihubungi selalu menunjukkan kesediaan untuk memberikan bantuan sebanyak mungkin, namun hingga pada saat ini, belum juga diperoleh hasil untuk mengumpulkan buah pena Bung Karno yang ditulis antara tahun 1917 hingga tahun 1925. Bahkan karangan-karangan dalam tahun-tahun berikutnya-pun masih ada beberapa yang belum terkumpul. Ini berarti bahwa-kumpulan buah pikiran Bung Karno-yang oleh beliau diberi nama: “DIBAWAH BENDERA REVOLUSI”, belumlah kumpulan yang lengkap dan sesempurna-sempurnanya.

Akan tetapi dengan pertimbangan-bahwa untuk menanti sampai terkumpulnya seluruh buah pikiran Bung Karno-masih memerlukan waktu yang lama-maka sebagai langkah pertama, buku: “DIBAWAH BENDERA REVOLUSI” ini (terdiri dari 2 jilid), kami persembahkan kepada masyarakat Indonesia, dengan pengertian, kekurangan-kekurangan yang terdapat di buku ini mudah-mudahan dapat disempurnakan dalam penerbitan lainnya. Patut dijelaskan bahwa Bung Karno tidak mempunyai kesempatan penuh untuk membaca kembali seluruhnya karangan-karangan beliau yang dimuat dalam buku ini.

Achirulkalam, kepada semua pihak, baik di dalam maupun di luar negeri serta handaitaulan yang hingga pada saat terbitnya buku ini dengan ikhlas telah memberikan sumbangan dan bantuan, dengan ini kami sampaikan banyak ucapan terimakasih, karena dengan tiada bantuan itu maka penerbitan “DIBAWAH BENDERA REVOLUSI” tidaklah mungkin selengkap seperti sekarang ini.

Djakarta, 17 Agustus 1959

Panitya:

K. Goenadi

H. Mualliff Nasution
Quotes:
Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, semua buat semua! (Soekarno)

Saturday, 4 March 2017

Dokumenter: Goa Puteri, Seuntai Keindahan Di Bumi Baturaja

Goa Puteri: Kisah dan Sejarah Dibalik Pesona Alam Baturaja
Laporan: Kms. Gerby Novario dan Pedo Nopansyah
Email: sejarah.unsri@gmail.com 




Simak Film Dokumenter Karya Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNSRI Dibawah:



Deskripsi:
Goa Putri merupakan Goa yang terletak di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semindang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Baturaja, Sumatera Selatan. Goa ini terletak sekitar satu kilometer yang menghubungkan Baturaja dan Muara Enim. Goa Putri ini menjadi salah satu ikon objek wisata dan sejarah yang diminati oleh para wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Goa Puteri Baturaja terbentuk dari susunan batuan Karst Pegunungan Bukit Barisan. Berdasarkan penelitian arkeologi, pada zaman dahulu Goa Puteri merupakan barisan batuan karang yang berada di tepian laut. Akan tetapi wilayah ini sekarang merupakan daerah yang berada pada dataran yang lebih tinggi.

Dibalik keindahannya, Goa Puteri menyimpan sejumlah kisah dan fakta sejarah. Sebuah kisah rakyat mengatakan bahwa daerah ini merupakan tempat yang memiliki hubungan dengan kisah Puteri Dayang Merindu dan Si Pahit Lidah atau juga dikenal Serunting Sakti. Menurut Legenda, jaman dahulu kala hiduplah seorang putri yang bernama Dayang Merindu, selir dari Prabu Amir Rasyid, Penguasa Kerajaan Ogan. Suatu pagi, sang Putri mandi di muara sungai Sumuhun dan pada saat mandi, lewatlah seorang pengembara bernama Serunting Sakti ingin sekali menyapa putri yang berparas cantik itu, tapi kehadirannya tidak diperhatikan Putri Dayang Merindu. Serunting Sakti gusar, dia pun berujar, “Sombong nian putri ini, diam seperti batu.” Belum kering ludahnya, Putri Dayang Merindu menjadi batu. Serunting Sakti kemudian pergi ke desa tempat tinggal Putri Dayang Merindu dan keluarganya. Dilihatnya sepi, Serunting Sakti berujar, “Sepi desa ini seperti goa sepi.” Desa itu pun menjadi goa batu.

Terlepas dari kisahnya yang sedikit berbau sakti, Goa Puteri juga menyimpan sejarah yang dapat diungkap kembali. Penelitian arkeologi pernah dilakukan oleh sejumlah peneliti dari Balai Arkeologi Palembang yang kemudian mengungkapkan bahwa pada zaman dahulu Goa Puteri pernah didiami oleh sekelompok manusia. Hal demikian terbukti dari ditemukannya sejumlah fragmen rangka manusia, alat batu, fragmen gerabah, dan tulang binatang. Penemuan tersebut memperkuat asumsi bahwa pada masa lalu Goa Puteri merupakan Goa Hunian yang dipergunakan dalam jangka waktu yang cukup lama pada masa prasejarah

Goa Puteri merupakan salah satu tempat yang menjadi satu peninggalan pusaka budaya kita, pusaka budaya yang didalamnya syarat akan kandungan budaya masa lalu dimana pusaka budaya sekarang berakar. Marilah kita kenali budaya kita, semakin kita kenal dengan budaya kita semakin tahu kita dengan identitas masyarakat kita.

Bila Anda salah satu orang yang akan berkunjung kesini, informasi dan dapat kami berikan kepada Anda. Goa Puteri berjarang sekitar 4-5 Jam dari kota Palembang, atau sekitar 1 jam 20 menit dari kota Baturaja. Anda dapat menggunakan Mobil atau Juga Motor untuk sampai kesini. Informasi lebih lanjut dapat menanyakan ke email : sejarah.unsri@gmail.com

Eksplore Indonesia.

Telusuri Peta:








Recent Posts