Selamat Datang | Selamat datang "Mahasiswa Baru Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya 2017" - Selamat Bergabung | Semoga artikel dan isi web HIMAPES Unsri ini dapat memberikan manfaat |17 AGUSTUS 1945-2016 "Perjuangan Bangsa Masih Berlanjut" MERDEKA!!! | Terima kasih sudah mengunjungi web kami | Viva Historia... #noHistory noFuture

Friday, 1 April 2016

Peninggalan Masa Hindu Budha di Kota Palembang: Situs Karanganyar

Situs Karang Anyar: Teknologi Perairan Masa Sriwijaya

Oleh: Kms. Gerby Novario

Gambar. Lokasi Situs Karanganya


Gambar. Kanal Purba dari Situs Karanganyar menuju Sungai Musi


Gambar. Kanal/Parit yang terdapat di Situs Karanganyar

Di sebelah selatan Bukit Siguntang pada jarak 1,5 Km ke di wilayah Kelurahan Karang Anyar dan Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I terdapat sebuah dataran rendah yang sebagian besar arealnya merupakan daerah rawa. Temuan situs ini ditemukan berdasarkan petunjuk dari foto udara yang dibuat pada tahun 1973 dan 1974. Pada foto tersebut tampak rona yang menggambarkan kanal-kanal yang bersilangan utara dan selatan, barat dan timur, serta kolam-kolam dan pulau di tengahnya.
Gambar. Tampak Situs Karang Anyar dari Foto Satelit

Parit-parit yang ditemukan di daerah Karang Anyar seluruhnya berjumlah 7 buah parit, yang terpanjang yang disebut Parit Suak Bujang membentang dan membelah meander sebelah utara sungai musi sepanjang 3300 meter dan lebar 4 meter. Situs Karang Anyar ini diperkirakan merupakan pemukiman yang dibangun masa Sriwijaya, dalam buku terbitan Balai Arkeologi Palembang terbitan tahun 2007 Situs Karanganyar diperkirakan lokasi Dapunta Hyang mendirikan wanua atau perkampungan yang kemudian berkembang jadi ibu kota kerajaan. Situs Karanganyar juga meninggalkan tinggalan masa Sriwijaya antara lain:

a.   Prasasti Karanganyar
Fragmen prasasti ini ditemukan dikawasan Situs Karanganyar tidak berangka tahun dan sulit dibaca. Fragmen Prasasti ini disimpan di Museum Sriwijaya Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TWBKS)




Gambar. Fragmen Arca Karanganyar (Dokumentasi Pribadi)


b.   Benda Perunggu   
Benda-benda perunggu ini merupakan temuan dari situs Karanganyar berupa gelang tangan, gelang lengan, kelintingan, dan mata tombak. Temuan benda-benda ini menunjukkan bahwa situs Karanganyar merupakan hunian pada masa Sriwijaya. Tinggalan ini disimpan di Museum Sriwijaya TWBKS.

Gambar. Benda Perunggu (Dokumentasi Pribadi)


c.        Cetakan Stupika Kecil
Cetakan stupika tersebut ditemukan di situs Karanganyar, yang digunakan untuk mencetak stupika-stupika kecil yang dibuat dari tanah liat yang dibagian dalamnya terdapat tablet bertuliskan mantra budha (Pemda Tingkat I. 1994:18)





Gambar. Cetakan Stupika (Dokumentasi TPKS)




d.   Kepala Arca Awalokiteswara
Arca ini terbuat dari perunggu yang dilapisi emas, ditemukan di Situs Karang Anyar Palembang. Arca berupa kepala dengan menggunakan mahkota berbentuk jatamaruta. Rambut dipilin lurus, mata setengah tertutup, mengenakan jamang berbentuk mutiara. Dilihat dari bentuk dan tempat penemuannya, arca ini diperkirakan berasal dari abad ke 9-11 Masehi (Museum Balaputeradewa)






Gambar. Kepala Arca Awalokiteswara (Dokumentasi Pribadi)
Gambar. Fargmen Gerabah Situs Karanganyar (Dok. Pribadi)

Sumber:
1. _____.1994. Situs-situs Masa Klasik di Kota Palembang. Palembang: Pemda Tingkat I Prov. Sumatera Selatan.
2. Utomo, Bambang Budi, dkk. 2012. Kota Palembang: Dari Wanua Sriwijaya Menuju Palembang Modern. Palembang: Pemerintah Kota Palembang.\
3 ._____. 2007. Menelusuri Jejak-Jejak Peradaban Di Sumatera Selatan. Palembang: Balai Arkeologi Palembang.
4. Poesponegoro. M.D. dan Nugroho Notosusanto. 2010. Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno. Jakarta: Balai Pustaka.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Recent Posts