Selamat Datang | Selamat datang "Mahasiswa Baru Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya 2017" - Selamat Bergabung | Semoga artikel dan isi web HIMAPES Unsri ini dapat memberikan manfaat |17 AGUSTUS 1945-2016 "Perjuangan Bangsa Masih Berlanjut" MERDEKA!!! | Terima kasih sudah mengunjungi web kami | Viva Historia... #noHistory noFuture

Friday, 1 April 2016

Peninggalan Masa Hindu Budha di Kota Palembang: Situs Boom Baru

Situs Boom Baru: Situs Yang Tergerus Pembangunan

Situs Boom Baru terletak di tepi sebelah utara sungai musi pada jarak sekitar 2 km ke arah barat dari Situs Gedingsuro. Areal situs sekarang telah rusak sabagi akibat perluasan pelabuhan Palembang. Pada tahun 1992 ditemukan sebuah prasasti batu dengan ukuran tinggi 46 cm dan lebar 20 cm. Bentuk aslinya mungkin bulat telur, tetapi ketika ditemukan keadaan sudah pecah. Prasasti tersebut sebelumnya ditemukan pada tahun 1989 ketika sedang menggali tanah dan dipendam kembali sampai ditemukan kembali pada tahun 1992, dan kini di simpan di Museum Balaputeradewa Palembang (Utomo, Hanafiah, dan Ambary. 2012:62)


Prasasti Boom Baru
Gambar. Prasasti Boom Baru (Dokumentasi Pribadi)

Pada tahun 1992 ditemukan sebuah prasasti batu dengan ukuran tinggi 46 cm dan lebar 20 cm. Bentuk aslinya mungkin bulat telur, tetapi ketika ditemukan keadaan sudah pecah. Prasasti Boom Baru ditulis dalam aksara dan bahasa Melayu Kuno, dilihat dari bentuk tulisannya prasasti tersebut berasal dari sekitar abad ke-7 Masehi. Prasasti Boom Baru seluruhnya berisikan mengenai kutukan kepada siapa saja yang berani melawan atau memberontak pada kedatuan Sriwijaya. Prasasti Boom Baru ini disimpan di Museum Nasional dan replikanya dapat dilihat di Museum Sriwijaya TWBKS dan Museum Balaputera Dewa.
Temuan lain yang terdapat di Situs Boom Baru berupa pecahan-pecahan keramik dan tembikar. Pecahan-pecahan keramik yang ditemukan berasal dari bentuk-bentuk tempayan, mangkuk,  mangkuk, piring dan buli-buli. Berdasarkan pertanggalannya, keramik-keramik tersebut berasal dari masa dinasti Song (abad ke-13 Masehi) hingga masa dinasti Ming (abad ke-18 Masehi).



Sumber:
1. _____.1994. Situs-situs Masa Klasik di Kota Palembang. Palembang: Pemda Tingkat I Prov. Sumatera Selatan.
2. Utomo, Bambang Budi, dkk. 2012. Kota Palembang: Dari Wanua Sriwijaya Menuju Palembang Modern. Palembang: Pemerintah Kota Palembang.\
3 ._____. 2007. Menelusuri Jejak-Jejak Peradaban Di Sumatera Selatan. Palembang: Balai Arkeologi Palembang.
4. Poesponegoro. M.D. dan Nugroho Notosusanto. 2010. Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno. Jakarta: Balai Pustaka.


Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Recent Posts