Selamat Datang | Selamat datang "Mahasiswa Baru Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya 2017" - Selamat Bergabung | Semoga artikel dan isi web HIMAPES Unsri ini dapat memberikan manfaat |17 AGUSTUS 1945-2016 "Perjuangan Bangsa Masih Berlanjut" MERDEKA!!! | Terima kasih sudah mengunjungi web kami | Viva Historia... #noHistory noFuture

Thursday, 7 August 2014

Sejarah: Perang Kemerdekan Amerika

 Perang Kemerdekaan Amerika (1774-1783)
  • Penyebab Umum:
  Jajahan Inggris di Amerika tidak didirikan oleh pemerintah Inggris, tetpi diciptakan oleh pelarian-pelaria agama yang tidak tahan hidup di Inggris karena agamanya dilarang oleh Pemerintahan Inggris. Mereka keluar dari inggris untuk mencari kebebasan hidup dan medarat di Amerika. Yang terkenal diantara mereka adalah The Pilgrimfathers yang mendarat pada tahun 1620 dengan kapal “Mayflower” dan mendirikan Massachusetts. Orang Amerika sekarang menganggap The Pilgrimfathers ini sebagai pendiri-pendiri Amerika.
Karena itu orang-orang Amerika sangat mencintai kemerdekaan dan kebebasan. Tetapi Inggris menganggap Amerika itu tanah jajahannya dalam arti yang kolo.
2.      Inggris memerintahkan, bahwa hasil bumi Amerika (tembakau, gula, dan kapas) boleh dijual kepada Inggris dan orang-orang Amerika hanya diperbolehkan membeli barang-barang kebutuhan hanya kepada Inggris saja, hal ini merupakan salah satu langkah monopoli perdagangan yang dilakukan oleh inggris untuk mengisi kas negaranya.
Dengan demikian harga dapat dipermainkan oleh Inggris. Orang-orang Amerika juga menganut faham kebebasan dalam bidang perdagangan juga, dan orang Amerika menentang peraturan Inggris yang demikian.
3.      Inggris yang butuh uang untuk mengisi kekosongan kas negara yang disebabkan karena biaya untuk perang Tujuh Tahun (1756-1763) memaksa Amerika juga untuk membayar pajak yang berat, karena Inggris menganggap perang Tujuh Tahun itu juga merupakan perluasan daerah dan perlindungan bagi Amerika.
  • Sebab Khusus:

Pesta Teh Boston (1773)
Pada tahun 1773, Inggris memberikan Samuel Adams dan sekutu-sekutunya sebuah masalah yang bisa dijadikan gara-gara. Perusahaan Hindia Timur yang kuat berada dalam situasi keuangan yang sulit. Perusahaan ini lantas minta tolong kepada Inggris yang memberinya monopoli atas semua teh yang diekspor ke koloni. Pemerintahan Inggris juga mengizinkan perusahaan tersebut memasok para pengecer secara langsung, dengan meleawati pedagang grosir koloni yang sebelumnya menjual komoditas itu.
Pada tahun 1770, menjamur perdagangan ilegal sehingga sebagian besar teh yang dikonsumsi Amerika berasal dari negeri asing, diimpor secara ilegal, dan bebas pajak dengan menjual tehnya melalui agennya sendiri dengan harga lebih rendah dari harga pasar, perusahaan Hindia Timur membuat penyelundupan menjadi tidak menguntungkan dan pada saat yang sama mengancam hilangnya pedagang-pedagang kolonial independence dan dapat mengganggu kestabilan ekonomi koloni. Didorong bukan saja oleh perdagangan teh, tetapi juga praktek monopoli pedagang-pedagang kolonial turut bergabung dengan kaum radikal bergerak untuk kemerdekaan.(Made, 2004; 74)
Pada tahun 1773 berlabuhlah tiga kapal Inggris yang bermuatan teh di Boston untuk Amerika. Atas teh ini Amerika harus membayar pajak juga kepada Inggris. Orang Amerika tidak mau menerima karena harus membayar pajak itu. Pada malam hari tanggal 16 Desember 1773 orang-orang Amerika menyamar menjadi orang Indian Mohawk dan dipimpin oleh Samuel Adams menaiki tiga kapal Inggris yang sedang berlabuh dan melemparkan teh-teh itu kedalam laut didekat pelabuhan Boston. Mereka mengambil langkah ini karena mereka takut jika teh tersebut sampai mendarat, maka penduduk koloni akan terpaksa membayar pajak dan membeli teh tersebut. Pemerintahan Inggris pun marah lalu menghukum orang-orang Boston. Orang Amerika diwilayah lainnya kemudian membela Boston dan pecahlah perang antara Inggris dan jajahannya di Amerika (1774) yang dipimpin oleh George Washington.
Pecahnya Perang Kemerdekaan (1774-1783)

Jenderal Thomas Gage, seorang pria Inggris dengan istri wanita kelahiran Amerika, memimpin pasukan besar di Boston, dimana kegiatan politik telah hampir menggantikan seluruh kegiatan perdagangan. Tugas utama Gage di wilayah koloni adalah memberlakukan Undang-Undang yang Bersifat Memaksa(Coercive Act). Ketika dia mendengar berita bahwa penduduk koloni Massachusetts sedang mengumpulkan bubuk mesiu dan perlengkapan militer di kota Concord, 32 kilometer jauhnya, Gage mengirimkan pasukan yang kuat dari garnisumnya untuk menyita amunisi-amunisi tersebut.
Setelah semalaman berjalan kaki, pasukan Inggris mencapai desa Lexington pada tanggal 19 April 1755, dan melihat 70 orang Minutemen, disebut demikian karena mereka dipercaya siap bertempur dalam hitungan menit yang berparas cemberut dibalik kabut pagi. Kelompok Minutemen ini semula hanya bertujuan melakukan protes tanpa suara, tapi Mayor Jhon Pitcairn, pemimpin pasukan Inggris berteriak, “Bubar, kalian pemberontak-pemberontak laknat! Anji*g kamu semua larilah!” Pemimpin kelompok Minutemen, Kapten Jhon Parker menegaskan kepada pasukannya agar tidak melakukan tembakan kecuali mereka ditembaki terlebih dulu. Tiba-tiba ada seseorang yang memulai tembakan, yang kemudian membuat pasukan Inggris melakukan serangan kepada Minutemen. Selanjutnya Pasukan Inggris menyerbu dengan Bayonet, mengakibatkan 8 orang tewas dan 10 luka-luka. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan nama Ralph Waldo Emerson atau “Tembakan yang terdengar ke seluruh dunia”.
Pada waktu pecahnya perang kemerdekaan ini oarang-orang Amerika belum mengetahui pasti apa yang menjadi tujuan mereka melakukan pertempuran dengan pihak Inggris. Mereka bertempur melawan Inggris karena mereka merasa tertindas oleh aturan-aturan Inggris dan untuk merdeka. Tetapi ini segera berubah menjadi Perang Kemerdekaan sebenarnya, hal ini bermula ketika orang-orang Amerika membaca tulisan Thomas Paine yang berjudul “Common Sense”. Tujuan menjadi terang, yaitu “Kemerdekaan”
 Common Sense dan Kemerdekaan.
Thomas Paine, seorang pemikir politik dan penulis menerbitkan pamflet setebal 50 halaman, bertajuk Common Sense(akal sehat) pada tahun 1774.Dalam jangka waktu tiga bulan, 100.000 kopi pamflet terjual habis. Ia menyatakan bahwa seorang lelaki yang jujur jauh lebih berguna bagi masyarakat ketimbang “semua cecunguk dan antek-antek kerajaan yang pernah ada”. Ia memberikan pilihan agar terus tunduk kepada raja tiran dan pemerintahan atau kebebasan dan kebahagiaan sebagai republik yang merdeka dan mandiri. Common Sense yang beredar di seluruh koloni, makin membulatkan tekad untuk memisahkan diri.
Untuk mencetuskan deklarasi secara resmi, dibutuhkan kesepakatan dari semua koloni maka pada tanggal 10 Mei 1776(setahun setelah pertemuan pertama Kongres Kontinental Kedua) dilaksanakan sebuah resolusi yang meminta pemisahan diri. Sekarang yang dibutuhkan hanyalah deklarasi resmi. Pada tanggal 7 Juni, Richard Henry Lee dari Virginia mencetuskan sebuah resolusi yang menyatakan, ”Bahwa Serikat Koloni adalah negara-negara bagian yang bebas dan independen, karena secara hak mengharuskan demikian.....”Tak lama kemudian, sebuah komite yang terdiri dari lima orang, dipimpin oleh Thomas Jefferson dari Virginia, ditunjuk untuk menyiapkan secepatnya sebuah deklarasi secara resmi.
Jalannya Perang.
Pertempuran pertama terjadi antara Inggris dan orang-orang Amerika di Lexington, kemudian di Boston. Inggris memerintahakan Kanada untuk membantuh Inggris tetapi ditolak. Inggris menyerbu kanada untuk memaksa orang-orang di Kanada, dan timbulah juga pertempuran-pertempuran yang terjadi di Kanada dengan pihak Inggris, hal demikian membuka kesempatan George Washington untuk mengatur tentaranya.
Kemudian pasukan Inggris terus mendesak hingga ke Concord. Pihak Amerika berhasil membawa sebagian besar amunisi, namun pasukan Inggris menghancurkan apa saja yang tersisa. Sementara itu pasukan Amerika dipinggiran kota dimobilisasi, bergerak ke arah Concord dan menyebabkan banyak kerugian pada pihak Inggris, yang sedang mulai perjalanan panjang pulang itu, dari balik tembok batu, gundukan tanah, dan rumah, anggota milisi dari “seluruh desa dan pertanian Middlesex” menjadikan jaket sebagai sasaran mereka. Ketika pasukan yang kelelahan ini tiba di Boston, jumlah yang tewas dan luka di pihak Inggris mencapai lebih dari 250. Pihak Amerika sendiri kehilangan 93 orang.
            Ketika tanda bahaya dari Lexington dan Concord bergema, kongres kontinental kedua dilaksanakan di Philadelphia, Pennsylvania, pada tanggal 10 Mei 1775. Pada tanggal 15 Mei Kongres memutuskan untuk berperang dengan pihak Inggris, mengubah milisi kolonial menjadi tentara kontinental dan menunjuk kolonel George Washington dari Virginia sebagai pemimpin tertinggi pasukan Amerika. Sementara itu , Amerika untuk bergerak ke arah utara , menuju Kanada pada musim gugur. Walaupun pada akhirnya Amerika dapat menguasai Montreal, mereka gagal dalam serangan musim dingin di Quebec, dan akhirnya terpaksa mundur ke New York.
Terlepas merambambaknya konflik senjata, pemikiran pemisahan sepenuhnya dari Inggris masih belum bisa diterima bagi sebagian anggota Kongres Kontinental. Pada bulan Juli, John Dickinson menulis sebuah resolusi, yang dikenal dengan nama Petisi Ranting Zaitun ( Olive Branch Petition) , yang memohon kepada raja untuk mencegah tindakan-tindakan permusuhan lebih lanjut hingga tercapai kesepakatan bersama. Petisi ini tidak dianggap dan Raja George III, pada tanggal 23 Agustus 1775, mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut koloni –koloni berada dalam situasi pemberontakan.
Inggris mengaharapkan koloni-koloni selatan untuk tetap setia sebagian karena ketergantungan mereka pada perbudakan. Banyak orang di koloni-koloni Selatan ini khawatir bahwa pemberontakan terhadap negeri induk akan memicu pemberontakan pada budak melawan majikannya, para tuan tanah perkebunan. Kenyataannya pada bulan November 1775, Lord Dunmore tersebut justru mengakibatkan banyak rakyat Virginia yang semula tergolong kaum Loyalis beralih menjadi pendukung kaum pemberontak.
Gubernur North Carolina, Josiah Martin, juga membujuk rakyatnya untuk tetap setia kepada kerajaan Inggris. Namun ketika 1500 orang tersebut, mereka sudah dipukul oleh pasukan revolusioner sebelum bantuan dari pasukan Inggris tiba untuk menolong.
Kapal perang Inggris terus menyusuri pesisir pantai hingga ke Charleston, South Carolina, dan menembaki kota pada permulaan juni 1776. Tapi rakyat South Carolina sudah lama bersiap siaga, dan berhasil mengusir Inggris pada akhir bulan itu juga. Mereka tidak kembali lagi ke Selatan sampai lebih dari dua tahun lamanya.
Deklarasi kemerdekaan sebagian besar merupakan karya Jefferson, yang dikumandangkan tanggal 4 Juli 1776, bukan saja mengumandangkan kelahiran sebuah negara baru, tapi juga mencanangkan sebuah filosofi kebebasan manusia. Deklarasi ini diangkat dari filosofi politik Prancis dan aliran Pencerahan Inggris. Tapi satu hal yang sangat mempengaruhinya adalah karangan John Locke “Second Treatise of Government”.
Locke mengambil konsep hak-hak tradisional orang Inggris dan menjadikannya sebagai hak-hak asasi seluruh umat manusia. Alinea Deklarasi Kemerdekaan yang sangat dikenal adalah gema dari teori kontrak sosial Locke tentang pemerintahan:
“Kami berpegang teguh pada kebenaran-kebenaran ini, bahwa semua manusia diciptakan sederajat, bahwa mereka dianugerahi pencipta-Nya Hak-Hak Asasi yang melekat, diantaranya adalah kehidupan,kemerdekaan dan hak untuk mencapai kebahagiaan. Untuk melindungi hak-hak ini, Pemerintah, dibentuk diantara orang-orang, kekuasaan mereka berasal dari yang diperintah, sehingga kapan saja sebuah Bentuk Pemerintahan menjadi bersifat merusak terhadap tujuan-tujuan ini menjadi Hak Rakyat untuk menggantinya atau menghapuskanna, dan membentuk Pemerintah baru, yang berlandaskan prinsip-prinsip tertentu dan yang mengatur kekuasaannya dalam bentuk tertentu, sehingga bagi orang-orang hal ini dinilai paling bisa menjamin Keselamatan dan Kebahagiaan mereka.
Dalam deklarasi tersebut, Jefferson menghubungkan prinsip Locke dengan situasi yang ada di koloni-koloni. Untuk berjuang demi kemerdekaan Amerika, sama dengan berjuang untuk mendapat suatu pemerintahan yang berdasarkan kerjasama sebagai ganti sebuah pemerintah yang dipimpin seorang raja yang telah ”dengan satu dan lain cara menjadikan kita subjek kekuasaan hukum asing diluar konstitusi kita, dan yang tidak diakui oleh hukum kita.....” Maka, berjuang demi kemerdekaan Amerika adalah berjuang atas nama hak-dasar seseorang.
  Pada tahun itu juga mereka mengumumkan: “Declaration of Independence”. 
“Declaration of Independence”
Amerika menyatakan dirinya merdeka. Proklamasi ini disusun oleh Thomas Jefferson dalam Kongres di Philadelphia dari 13 negara bagian yang ada (pada saat itu) dan terkenal karena didalamnya terkandung pernyataan Hak-hak Manusia (Human Right).
Bagian yang mengandung kalimat atau pernyataan persamaan hak-hak manusia ialah:
We hold these truths to be selfevident, that all man are created equal, that they are endowed by their creator with certain unalienable right, that among these are life, liberty, and the pursuit of happiness”........
Catatan:
“Human Right yang terdapat dalam Proklamasi kemerdekaan Amerika ini yang nantinya akan dimasukkan dalam UUD 1789”.
Articles of Confederation (1777)
Para kolonis Amerika setelah memproklamasikan kemerdekaan pada 4 Juli 1776, rakyatnya memerlukan suatu hukum/konstitusi yang tetap untuk dijadikan pedoman hidup dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kongres konstinental II sejak 10 Mei 11774 telah mengeluarkan resolusi yang menyarankan kepada koloni-koloni untuk membentuk pemerintahan baru yang akan mendatangkan kebahagian dan keamanan bagi warga negaranya(Krisnadi, 2012; 126).
Para founding fathers seperti Benjamin Franklin, Thomas Jefferson, George Washington, John Adams berusaha menyusun konstitusi Amerika Serikat yang mencakup perlindungan hak-hak asasi manusia (HAM), kebebasan berbicara, berkumpul, kebebasan pers. Konstitusi tersebut mendukung struktur pemerintahan yang bercabang tiga, yaitu bidang eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang kekuasaannya saling membatasi dan mengimbangi satu sama lainnya(Krisnadi, 2012; 126)
Kongres dari negara-negara bagian menyetujui dan menerima rencana konfederasi dan terbentuklah The United States of America ( U.S.A). Negara yang mengakui pertama secara de facto adalah Prancis (1778) yang kemudian membantu USA melawan Inggris dengan mengirimkan jenderal Lefayette ke Amerika. Tindakan Prancis ini disebabkan oleh:
1.      Prancis ingin membalas dendam kepada Inggris, karena dulu kalah perang terhadap Inggris dalam Perang Tujuh Tahun.
2.      Hasil diplomasi Benjamin Franklin di Eropa.
Kemudian pada tahun 1776, Spanyol  membantu USA (Ingin mendapatkan lagi Gibraltar dan Florida) dan mengumumkan perang terhadap Inggris. Dengan bantuan-bantuan demikian kedudukan Inggris menjadi kuat.
·         Pasal-Pasal Konfederasi
Jhon Dickson menghasilkan Articles of Confederetation and Perpetual Union (Pasal-Pasal Konfederation dan Perserikatan Abadi) di tahun 1776. Kongres Kontinental memakai tulisan ini pada bulan November 1777, dan memberlakukan pada tahun 1781 yang disetujui 13 negara bagian, setelah di ratifikasi oleh semua negara bagian. Rencana kerja pemerintah yang dibentuk dengan memakai pasal-pasal ini.
Pasal-pasal ini mempunyai banyak kelemahan. Pemerintah nasional kurang mempunyai wewenang untuk menetapkan besarnya tarif jika diperlukan, padahal ini diperlukan, untuk mengatur perdagangan dan pemungutan pajak. Pemerintah nasional kurang mempunyai wewenang untuk menetapkan besarnya tarif jika diperlukan, padahal ini diperlukan untuk mengatur perdagangan dan memungut pajak. Pemerintah pusat juga kurang mempunyai kendali atas hubungan internasional sejumlah Negara bagian mulai negoisasi mereka sendiri dengan Negara-negara asing.
Kesulitan ekonomi setelah perang membuat orang ingin perubahan sering terjadi. Berakhirnya perang mempunyai akibta yang hebat pada para pedagang yang memasok tentara dari kedua belah pihak dan yang telah kehilangan keuntungan yang bersumber dari keikutsertaan dalam sistem perdagangan Inggris. Negara-negara bagian tersebut lebih mengutamakan kepentingan barang-barang buatan Amerika dalam kebijaksanaan tarif mereka, namun kebijakan itu tidak konsisten, sehingga menimbulakan tuntunan agar pemerintah pusat turun tangan untuk membuat kebijakan yang seragam.
Para petanilah yang mungkin paling menderita karena kesulitan ekonomi setelah Revolusi ini. Pengadilan ditumpuki gugatan hutang. Sepanjang musim panas pada tahun 1786, konverensi rakyat dan pertemuan-pertemuan informal di beberapa Negara bagian menuntut reformasi pemerintah Negara bagian. Di musim gugur tahun 1786, kelompok petani di Massachusetts dipimpin seorang mantan kapten angkatan darat, yang bernama Daniel Shays, mulai mencegah secara paksa pengadilan daerah yang ingin menghukum para peminjam sehingga mengakibatkan tertundanya pemilu Negara bagian berikutnya. Pada bulan Januari 1737, 1.200 petani gembel bergerak menuju gudang penyimpanan senjata di Springfield. Para pemerontak yang bersenjatakan tongkat dan garpu rumput di tahan oleh pasukan kecil milisi Negara bagian. Jendaral Benjamin Lincoln kemudian datang dengan membawa pasukan bantuan dari Boston dan mengusir para pemerontak Shaysite yang tersisa, sementara sang pemimpin melarikan diri ke Vermont.
Setelah kekalahan pemberontakan tersebut, badan legislative yang baru terpilih, sebagian besar tersimpati terhadap para pemberontakan sehingga memenuhi tuntunan mereka untuk keringanan pembayaran hutang.     
Kekalahan Dan Kemenangan
Kendati Amerika mengalami banyak pukulan berat selama berbulan– bulan setelah kemerdekaan di deklarasikan, kekerasan hati dan ketabahan mereka akhirnya membuahkan hasil. Selama bulan Agustus 1776, dalam petempuran Long Island di New York, posisi Washington tak bisa dipertahankan, dan dia terpaksa memberikan perintah mundur secara besar – besaran dalam perahu– perahu kecil dari Brooklyn ke pantai Manhattan. Jenderal Inggris, William Howe, sampai dua kali merasa ragu–ragu hingga membiarkan orang–orang Amerika melarikan diri. Namun, pada bulan November, Howe berhasil menduduki benteng Washington di pulau Manhattan. Kota New York tetap berada di bawah kekuasaan Inggris hingga akhir peperangan.
Pada bulan Desember, pasukan Washington nyaris runtuh saat persediaan dan bantuan yang di janjikan gagal terpenuhi. Tapi Howe sekali lagi melewatkan peluang untuk mengganyang Amerika dengan memutuskan menuggu hingga musim semi tiba guna melanjutkan peperangan. Sementara itu, Washington menyeberangi sungai Delaware, di utara Trenton, New Jersey. Pada dini hari tanggal 26 Desember, pasukan Washington melakukakan serangan tiba – tiba ke Garnisun di Trenton dan menawan lebih dari 900 orang. Semnggu kemudian, pada tanggal 3 Januari 1377, Washington menyerang Inggris di Princeton dan merebut kembali sebagian besar wilayah yang secara resmi diduduki oleh Inggris. Kemenangan – kemenangan di Trenton dan Princeton mengobarkan kembali semangat juang Amerika.
Tahun 1777, Howe mengalahkan pasukan Amerika di Brandywine, Pennsylvania, dan menduduki Philadelphia, sehingga memaksa kabur kongres kontinental. Washington harus menjalani musim dingin yang sangat menyiksa pada tahun 1777 sampai 1778 di Valleyforge, Pennsylvania. Pasukannya kekurangan makanan, pakaian, dan persediaan yang lainnya. Pasukan Amerika menderita kekurangan, ini bukan karena kekurangan pasokan, melainkan para petani dan kaum pedagang lebih suka menukarkan barang – barang dagang mereka dengan emas dan perak Inggris ketimbang uang kertas yang di keluarkan oleh kongres kontinental dan negara – negara bagian.
Valleyforge menjadi titik paling rendah dalam perjuangan pasukan Kontinental Washington, tapi pada tahun 1777 tejadi titik balik dalam perang tersebut. Pada tahun 1776, jendral Inggris, John Burgoyne, merancang suatu rencana untuk menyerang New York dan New England lewat danau Champlaim dan sungai Hudson. Malangnya, ia membawa peralatan perang yang terlalu berat untuk dapat melintasi medan berhutan dan berawa. Di Oriskany, New York, sekelompok Loyalis dan orang – orang Indian di bawah komando Burgoyne berpasangan dengan pasukan Amerika kawakan yang bergerak. Di Bennington, Vermont, banyak dari pasukan Burgoyne, yang sangat membutuhkan pasokan, bertemu pasukan Amerika. Pertempuran yang terjadi cukup lama menghambat pasukan Burgoyne hingga memberi kesempatan bagi Washington untuk mengirim bala bantuan dari arah hilir sungai Hudson, dekat Albani New York.
Pada saat Burgoyne  kembali bergerak maju, pasukan Amerika sudah menuggunya. Di pimpin  oleh Bendict Arlond yang telah mengkhianati Amerika di Westpoint, New York pasukan Amerika berhasil dua kali memukul mundur Inggris. Burgoyne surut ke Saratoga New York. Di mana pasukan Amerika di bawah pimpinan Jenderal Horatio Gates langsung mengepung pasukan Inggris.
Pada tanggal 17 Oktober 1777 Burgoyne akhirnya menyerah bersama seluruh pasukannya. Inggris kehilangan 6 Jenderalnya, 300 perwira lain dan 5500 prajurit
Perdamaian Paris (1783)
Inggris kemudian kalah perang. Kemudian jenderal Inggris Cornwallis menyerah dengan 7000 tentaranya di Yorktown kepada Washington dan Lefayette, kemduan perang berakhir dan perjanjian perdamaian dilaksanakan di Paris
Pembentukan aliansi internasional sebenarnya tidak menjamin sepenuhnya kemenangan Amerika terhadap Inggris. Akan tetapi, bantuan Internasional tersebut memiliki peran yang cukup besar bagi tumbuhnya semangat juang pasukan kontinental Amerika. Hal ini terbukti sejak tahun 1780, pasukan Amerika berhasil mengalahkan pasukan Inggris di berbagai pertempuran. Walaupun daerah Carolina, Charleston, dan Virginia sempat dikuasai oleh Inggris, akan tetapi pada pertempuran berikutnya pasukan Inggris berhasil dikalahkan oleh pasukan gabungan Amerika dan Perancis. Gabungan pasukan George Washington dan Rochambeau yang berjumlah 15.000 orang berhasil mengalahkan pasukan Inggris di bawah pimpinan Lord Cornwalis di daerah Yorktown, pantai Virginia. Akhirnya pada tanggal 19 Oktober 1781, pasukan Cornwalis menyerah dan parlemen Inggris segera memutuskan untuk menghentikan perang.
Pada tahun 1782, perjanjian perdamaian dimulai antara Amerika Serikat dengan Inggris dan baru pada tanggal 3 September 1783 secara resmi ditandatangani perjanjian perdamaian tersebut. Hasil Perjanjian Paris tahun 1783.
Berisi tentang pengakuan Inggris terhadap kemerdekaan dan kedaulatan 13 koloni menjadi negara merdeka yaitu Amerika Serikat. Selain itu, Inggris juga menyerahkan daerah bagian barat Mississippi kepada negara baru tersebut. Sesudah peperangan berakhir, kongres Amerika kemudian mengusulkan agar 13 negara bagian menyerahkan kembali hak milik kaum moderat/ royalis yang dulu pro terhadap Inggris yang selama peperangan disita oleh kaum milisi. Pasca perang negara baru ini mulai berkonsentrasi untuk menyusun pemerintahan nasional yang dapat menaungi seluruh aspirasi rakyat Amerika.
Isi Perjanjian:

Inggris mengakui kemerdekaan USA

Daftar Pustaka
  1. ·   Krisnadi, IG. 2012. Sejarah Amerika Serikat. Yogyakarta: OMBAK
  2. ·  Soebantardjo. 1956. Sari Sejarah “Asia-Australia dan Eropah-Amerika”. Yogyakarta: Penerbit Bopkri.
  3. ·    ___. 2004. Garis Besar Sejarah Amerika. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Recent Posts