Selamat Datang | Selamat datang "Mahasiswa Baru Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya 2017" - Selamat Bergabung | Semoga artikel dan isi web HIMAPES Unsri ini dapat memberikan manfaat |17 AGUSTUS 1945-2016 "Perjuangan Bangsa Masih Berlanjut" MERDEKA!!! | Terima kasih sudah mengunjungi web kami | Viva Historia... #noHistory noFuture

Friday, 15 August 2014

Seminar Pendidikan APPS: "Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Sejarah Berkarakter"



ASOSIASI PENDIDIK DAN PENELITI SEJARAH (APPS)
PRESENT:
DATANG DAN HADIRILAH SEMINAR PENDIDIKAN DENGAN TEMA "IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH BERKARAKTER"
DENGAN PEMBICARA:
1. PROF. DR. HAMID HASAN, M.A (PAKAR KURIKULUM DAN GURU BESAR UPI BANDUNG)
2. PROF. DR. DIANA NOMIDA MUSNIR, M.PD (PAKAR PENDIDIKAN SEJARAH DAN GURU BESAR UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA)
SELASA, 26 AGUSTUS 2014
GEDUNG EDOTEL SMK NEGERI 6 PALEMBANG
INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN LIHAT PADA GAMBAR.
TERIMA KASIH
JAYALAH PENDIDIKAN INDONESIA



Thursday, 7 August 2014

Sejarah: Perang Kemerdekan Amerika

 Perang Kemerdekaan Amerika (1774-1783)
  • Penyebab Umum:
  Jajahan Inggris di Amerika tidak didirikan oleh pemerintah Inggris, tetpi diciptakan oleh pelarian-pelaria agama yang tidak tahan hidup di Inggris karena agamanya dilarang oleh Pemerintahan Inggris. Mereka keluar dari inggris untuk mencari kebebasan hidup dan medarat di Amerika. Yang terkenal diantara mereka adalah The Pilgrimfathers yang mendarat pada tahun 1620 dengan kapal “Mayflower” dan mendirikan Massachusetts. Orang Amerika sekarang menganggap The Pilgrimfathers ini sebagai pendiri-pendiri Amerika.
Karena itu orang-orang Amerika sangat mencintai kemerdekaan dan kebebasan. Tetapi Inggris menganggap Amerika itu tanah jajahannya dalam arti yang kolo.
2.      Inggris memerintahkan, bahwa hasil bumi Amerika (tembakau, gula, dan kapas) boleh dijual kepada Inggris dan orang-orang Amerika hanya diperbolehkan membeli barang-barang kebutuhan hanya kepada Inggris saja, hal ini merupakan salah satu langkah monopoli perdagangan yang dilakukan oleh inggris untuk mengisi kas negaranya.
Dengan demikian harga dapat dipermainkan oleh Inggris. Orang-orang Amerika juga menganut faham kebebasan dalam bidang perdagangan juga, dan orang Amerika menentang peraturan Inggris yang demikian.
3.      Inggris yang butuh uang untuk mengisi kekosongan kas negara yang disebabkan karena biaya untuk perang Tujuh Tahun (1756-1763) memaksa Amerika juga untuk membayar pajak yang berat, karena Inggris menganggap perang Tujuh Tahun itu juga merupakan perluasan daerah dan perlindungan bagi Amerika.
  • Sebab Khusus:

Pesta Teh Boston (1773)
Pada tahun 1773, Inggris memberikan Samuel Adams dan sekutu-sekutunya sebuah masalah yang bisa dijadikan gara-gara. Perusahaan Hindia Timur yang kuat berada dalam situasi keuangan yang sulit. Perusahaan ini lantas minta tolong kepada Inggris yang memberinya monopoli atas semua teh yang diekspor ke koloni. Pemerintahan Inggris juga mengizinkan perusahaan tersebut memasok para pengecer secara langsung, dengan meleawati pedagang grosir koloni yang sebelumnya menjual komoditas itu.
Pada tahun 1770, menjamur perdagangan ilegal sehingga sebagian besar teh yang dikonsumsi Amerika berasal dari negeri asing, diimpor secara ilegal, dan bebas pajak dengan menjual tehnya melalui agennya sendiri dengan harga lebih rendah dari harga pasar, perusahaan Hindia Timur membuat penyelundupan menjadi tidak menguntungkan dan pada saat yang sama mengancam hilangnya pedagang-pedagang kolonial independence dan dapat mengganggu kestabilan ekonomi koloni. Didorong bukan saja oleh perdagangan teh, tetapi juga praktek monopoli pedagang-pedagang kolonial turut bergabung dengan kaum radikal bergerak untuk kemerdekaan.(Made, 2004; 74)
Pada tahun 1773 berlabuhlah tiga kapal Inggris yang bermuatan teh di Boston untuk Amerika. Atas teh ini Amerika harus membayar pajak juga kepada Inggris. Orang Amerika tidak mau menerima karena harus membayar pajak itu. Pada malam hari tanggal 16 Desember 1773 orang-orang Amerika menyamar menjadi orang Indian Mohawk dan dipimpin oleh Samuel Adams menaiki tiga kapal Inggris yang sedang berlabuh dan melemparkan teh-teh itu kedalam laut didekat pelabuhan Boston. Mereka mengambil langkah ini karena mereka takut jika teh tersebut sampai mendarat, maka penduduk koloni akan terpaksa membayar pajak dan membeli teh tersebut. Pemerintahan Inggris pun marah lalu menghukum orang-orang Boston. Orang Amerika diwilayah lainnya kemudian membela Boston dan pecahlah perang antara Inggris dan jajahannya di Amerika (1774) yang dipimpin oleh George Washington.
Pecahnya Perang Kemerdekaan (1774-1783)

Jenderal Thomas Gage, seorang pria Inggris dengan istri wanita kelahiran Amerika, memimpin pasukan besar di Boston, dimana kegiatan politik telah hampir menggantikan seluruh kegiatan perdagangan. Tugas utama Gage di wilayah koloni adalah memberlakukan Undang-Undang yang Bersifat Memaksa(Coercive Act). Ketika dia mendengar berita bahwa penduduk koloni Massachusetts sedang mengumpulkan bubuk mesiu dan perlengkapan militer di kota Concord, 32 kilometer jauhnya, Gage mengirimkan pasukan yang kuat dari garnisumnya untuk menyita amunisi-amunisi tersebut.
Setelah semalaman berjalan kaki, pasukan Inggris mencapai desa Lexington pada tanggal 19 April 1755, dan melihat 70 orang Minutemen, disebut demikian karena mereka dipercaya siap bertempur dalam hitungan menit yang berparas cemberut dibalik kabut pagi. Kelompok Minutemen ini semula hanya bertujuan melakukan protes tanpa suara, tapi Mayor Jhon Pitcairn, pemimpin pasukan Inggris berteriak, “Bubar, kalian pemberontak-pemberontak laknat! Anji*g kamu semua larilah!” Pemimpin kelompok Minutemen, Kapten Jhon Parker menegaskan kepada pasukannya agar tidak melakukan tembakan kecuali mereka ditembaki terlebih dulu. Tiba-tiba ada seseorang yang memulai tembakan, yang kemudian membuat pasukan Inggris melakukan serangan kepada Minutemen. Selanjutnya Pasukan Inggris menyerbu dengan Bayonet, mengakibatkan 8 orang tewas dan 10 luka-luka. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan nama Ralph Waldo Emerson atau “Tembakan yang terdengar ke seluruh dunia”.
Pada waktu pecahnya perang kemerdekaan ini oarang-orang Amerika belum mengetahui pasti apa yang menjadi tujuan mereka melakukan pertempuran dengan pihak Inggris. Mereka bertempur melawan Inggris karena mereka merasa tertindas oleh aturan-aturan Inggris dan untuk merdeka. Tetapi ini segera berubah menjadi Perang Kemerdekaan sebenarnya, hal ini bermula ketika orang-orang Amerika membaca tulisan Thomas Paine yang berjudul “Common Sense”. Tujuan menjadi terang, yaitu “Kemerdekaan”
 Common Sense dan Kemerdekaan.
Thomas Paine, seorang pemikir politik dan penulis menerbitkan pamflet setebal 50 halaman, bertajuk Common Sense(akal sehat) pada tahun 1774.Dalam jangka waktu tiga bulan, 100.000 kopi pamflet terjual habis. Ia menyatakan bahwa seorang lelaki yang jujur jauh lebih berguna bagi masyarakat ketimbang “semua cecunguk dan antek-antek kerajaan yang pernah ada”. Ia memberikan pilihan agar terus tunduk kepada raja tiran dan pemerintahan atau kebebasan dan kebahagiaan sebagai republik yang merdeka dan mandiri. Common Sense yang beredar di seluruh koloni, makin membulatkan tekad untuk memisahkan diri.
Untuk mencetuskan deklarasi secara resmi, dibutuhkan kesepakatan dari semua koloni maka pada tanggal 10 Mei 1776(setahun setelah pertemuan pertama Kongres Kontinental Kedua) dilaksanakan sebuah resolusi yang meminta pemisahan diri. Sekarang yang dibutuhkan hanyalah deklarasi resmi. Pada tanggal 7 Juni, Richard Henry Lee dari Virginia mencetuskan sebuah resolusi yang menyatakan, ”Bahwa Serikat Koloni adalah negara-negara bagian yang bebas dan independen, karena secara hak mengharuskan demikian.....”Tak lama kemudian, sebuah komite yang terdiri dari lima orang, dipimpin oleh Thomas Jefferson dari Virginia, ditunjuk untuk menyiapkan secepatnya sebuah deklarasi secara resmi.
Jalannya Perang.
Pertempuran pertama terjadi antara Inggris dan orang-orang Amerika di Lexington, kemudian di Boston. Inggris memerintahakan Kanada untuk membantuh Inggris tetapi ditolak. Inggris menyerbu kanada untuk memaksa orang-orang di Kanada, dan timbulah juga pertempuran-pertempuran yang terjadi di Kanada dengan pihak Inggris, hal demikian membuka kesempatan George Washington untuk mengatur tentaranya.
Kemudian pasukan Inggris terus mendesak hingga ke Concord. Pihak Amerika berhasil membawa sebagian besar amunisi, namun pasukan Inggris menghancurkan apa saja yang tersisa. Sementara itu pasukan Amerika dipinggiran kota dimobilisasi, bergerak ke arah Concord dan menyebabkan banyak kerugian pada pihak Inggris, yang sedang mulai perjalanan panjang pulang itu, dari balik tembok batu, gundukan tanah, dan rumah, anggota milisi dari “seluruh desa dan pertanian Middlesex” menjadikan jaket sebagai sasaran mereka. Ketika pasukan yang kelelahan ini tiba di Boston, jumlah yang tewas dan luka di pihak Inggris mencapai lebih dari 250. Pihak Amerika sendiri kehilangan 93 orang.
            Ketika tanda bahaya dari Lexington dan Concord bergema, kongres kontinental kedua dilaksanakan di Philadelphia, Pennsylvania, pada tanggal 10 Mei 1775. Pada tanggal 15 Mei Kongres memutuskan untuk berperang dengan pihak Inggris, mengubah milisi kolonial menjadi tentara kontinental dan menunjuk kolonel George Washington dari Virginia sebagai pemimpin tertinggi pasukan Amerika. Sementara itu , Amerika untuk bergerak ke arah utara , menuju Kanada pada musim gugur. Walaupun pada akhirnya Amerika dapat menguasai Montreal, mereka gagal dalam serangan musim dingin di Quebec, dan akhirnya terpaksa mundur ke New York.
Terlepas merambambaknya konflik senjata, pemikiran pemisahan sepenuhnya dari Inggris masih belum bisa diterima bagi sebagian anggota Kongres Kontinental. Pada bulan Juli, John Dickinson menulis sebuah resolusi, yang dikenal dengan nama Petisi Ranting Zaitun ( Olive Branch Petition) , yang memohon kepada raja untuk mencegah tindakan-tindakan permusuhan lebih lanjut hingga tercapai kesepakatan bersama. Petisi ini tidak dianggap dan Raja George III, pada tanggal 23 Agustus 1775, mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut koloni –koloni berada dalam situasi pemberontakan.
Inggris mengaharapkan koloni-koloni selatan untuk tetap setia sebagian karena ketergantungan mereka pada perbudakan. Banyak orang di koloni-koloni Selatan ini khawatir bahwa pemberontakan terhadap negeri induk akan memicu pemberontakan pada budak melawan majikannya, para tuan tanah perkebunan. Kenyataannya pada bulan November 1775, Lord Dunmore tersebut justru mengakibatkan banyak rakyat Virginia yang semula tergolong kaum Loyalis beralih menjadi pendukung kaum pemberontak.
Gubernur North Carolina, Josiah Martin, juga membujuk rakyatnya untuk tetap setia kepada kerajaan Inggris. Namun ketika 1500 orang tersebut, mereka sudah dipukul oleh pasukan revolusioner sebelum bantuan dari pasukan Inggris tiba untuk menolong.
Kapal perang Inggris terus menyusuri pesisir pantai hingga ke Charleston, South Carolina, dan menembaki kota pada permulaan juni 1776. Tapi rakyat South Carolina sudah lama bersiap siaga, dan berhasil mengusir Inggris pada akhir bulan itu juga. Mereka tidak kembali lagi ke Selatan sampai lebih dari dua tahun lamanya.
Deklarasi kemerdekaan sebagian besar merupakan karya Jefferson, yang dikumandangkan tanggal 4 Juli 1776, bukan saja mengumandangkan kelahiran sebuah negara baru, tapi juga mencanangkan sebuah filosofi kebebasan manusia. Deklarasi ini diangkat dari filosofi politik Prancis dan aliran Pencerahan Inggris. Tapi satu hal yang sangat mempengaruhinya adalah karangan John Locke “Second Treatise of Government”.
Locke mengambil konsep hak-hak tradisional orang Inggris dan menjadikannya sebagai hak-hak asasi seluruh umat manusia. Alinea Deklarasi Kemerdekaan yang sangat dikenal adalah gema dari teori kontrak sosial Locke tentang pemerintahan:
“Kami berpegang teguh pada kebenaran-kebenaran ini, bahwa semua manusia diciptakan sederajat, bahwa mereka dianugerahi pencipta-Nya Hak-Hak Asasi yang melekat, diantaranya adalah kehidupan,kemerdekaan dan hak untuk mencapai kebahagiaan. Untuk melindungi hak-hak ini, Pemerintah, dibentuk diantara orang-orang, kekuasaan mereka berasal dari yang diperintah, sehingga kapan saja sebuah Bentuk Pemerintahan menjadi bersifat merusak terhadap tujuan-tujuan ini menjadi Hak Rakyat untuk menggantinya atau menghapuskanna, dan membentuk Pemerintah baru, yang berlandaskan prinsip-prinsip tertentu dan yang mengatur kekuasaannya dalam bentuk tertentu, sehingga bagi orang-orang hal ini dinilai paling bisa menjamin Keselamatan dan Kebahagiaan mereka.
Dalam deklarasi tersebut, Jefferson menghubungkan prinsip Locke dengan situasi yang ada di koloni-koloni. Untuk berjuang demi kemerdekaan Amerika, sama dengan berjuang untuk mendapat suatu pemerintahan yang berdasarkan kerjasama sebagai ganti sebuah pemerintah yang dipimpin seorang raja yang telah ”dengan satu dan lain cara menjadikan kita subjek kekuasaan hukum asing diluar konstitusi kita, dan yang tidak diakui oleh hukum kita.....” Maka, berjuang demi kemerdekaan Amerika adalah berjuang atas nama hak-dasar seseorang.
  Pada tahun itu juga mereka mengumumkan: “Declaration of Independence”. 
“Declaration of Independence”
Amerika menyatakan dirinya merdeka. Proklamasi ini disusun oleh Thomas Jefferson dalam Kongres di Philadelphia dari 13 negara bagian yang ada (pada saat itu) dan terkenal karena didalamnya terkandung pernyataan Hak-hak Manusia (Human Right).
Bagian yang mengandung kalimat atau pernyataan persamaan hak-hak manusia ialah:
We hold these truths to be selfevident, that all man are created equal, that they are endowed by their creator with certain unalienable right, that among these are life, liberty, and the pursuit of happiness”........
Catatan:
“Human Right yang terdapat dalam Proklamasi kemerdekaan Amerika ini yang nantinya akan dimasukkan dalam UUD 1789”.
Articles of Confederation (1777)
Para kolonis Amerika setelah memproklamasikan kemerdekaan pada 4 Juli 1776, rakyatnya memerlukan suatu hukum/konstitusi yang tetap untuk dijadikan pedoman hidup dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kongres konstinental II sejak 10 Mei 11774 telah mengeluarkan resolusi yang menyarankan kepada koloni-koloni untuk membentuk pemerintahan baru yang akan mendatangkan kebahagian dan keamanan bagi warga negaranya(Krisnadi, 2012; 126).
Para founding fathers seperti Benjamin Franklin, Thomas Jefferson, George Washington, John Adams berusaha menyusun konstitusi Amerika Serikat yang mencakup perlindungan hak-hak asasi manusia (HAM), kebebasan berbicara, berkumpul, kebebasan pers. Konstitusi tersebut mendukung struktur pemerintahan yang bercabang tiga, yaitu bidang eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang kekuasaannya saling membatasi dan mengimbangi satu sama lainnya(Krisnadi, 2012; 126)
Kongres dari negara-negara bagian menyetujui dan menerima rencana konfederasi dan terbentuklah The United States of America ( U.S.A). Negara yang mengakui pertama secara de facto adalah Prancis (1778) yang kemudian membantu USA melawan Inggris dengan mengirimkan jenderal Lefayette ke Amerika. Tindakan Prancis ini disebabkan oleh:
1.      Prancis ingin membalas dendam kepada Inggris, karena dulu kalah perang terhadap Inggris dalam Perang Tujuh Tahun.
2.      Hasil diplomasi Benjamin Franklin di Eropa.
Kemudian pada tahun 1776, Spanyol  membantu USA (Ingin mendapatkan lagi Gibraltar dan Florida) dan mengumumkan perang terhadap Inggris. Dengan bantuan-bantuan demikian kedudukan Inggris menjadi kuat.
·         Pasal-Pasal Konfederasi
Jhon Dickson menghasilkan Articles of Confederetation and Perpetual Union (Pasal-Pasal Konfederation dan Perserikatan Abadi) di tahun 1776. Kongres Kontinental memakai tulisan ini pada bulan November 1777, dan memberlakukan pada tahun 1781 yang disetujui 13 negara bagian, setelah di ratifikasi oleh semua negara bagian. Rencana kerja pemerintah yang dibentuk dengan memakai pasal-pasal ini.
Pasal-pasal ini mempunyai banyak kelemahan. Pemerintah nasional kurang mempunyai wewenang untuk menetapkan besarnya tarif jika diperlukan, padahal ini diperlukan, untuk mengatur perdagangan dan pemungutan pajak. Pemerintah nasional kurang mempunyai wewenang untuk menetapkan besarnya tarif jika diperlukan, padahal ini diperlukan untuk mengatur perdagangan dan memungut pajak. Pemerintah pusat juga kurang mempunyai kendali atas hubungan internasional sejumlah Negara bagian mulai negoisasi mereka sendiri dengan Negara-negara asing.
Kesulitan ekonomi setelah perang membuat orang ingin perubahan sering terjadi. Berakhirnya perang mempunyai akibta yang hebat pada para pedagang yang memasok tentara dari kedua belah pihak dan yang telah kehilangan keuntungan yang bersumber dari keikutsertaan dalam sistem perdagangan Inggris. Negara-negara bagian tersebut lebih mengutamakan kepentingan barang-barang buatan Amerika dalam kebijaksanaan tarif mereka, namun kebijakan itu tidak konsisten, sehingga menimbulakan tuntunan agar pemerintah pusat turun tangan untuk membuat kebijakan yang seragam.
Para petanilah yang mungkin paling menderita karena kesulitan ekonomi setelah Revolusi ini. Pengadilan ditumpuki gugatan hutang. Sepanjang musim panas pada tahun 1786, konverensi rakyat dan pertemuan-pertemuan informal di beberapa Negara bagian menuntut reformasi pemerintah Negara bagian. Di musim gugur tahun 1786, kelompok petani di Massachusetts dipimpin seorang mantan kapten angkatan darat, yang bernama Daniel Shays, mulai mencegah secara paksa pengadilan daerah yang ingin menghukum para peminjam sehingga mengakibatkan tertundanya pemilu Negara bagian berikutnya. Pada bulan Januari 1737, 1.200 petani gembel bergerak menuju gudang penyimpanan senjata di Springfield. Para pemerontak yang bersenjatakan tongkat dan garpu rumput di tahan oleh pasukan kecil milisi Negara bagian. Jendaral Benjamin Lincoln kemudian datang dengan membawa pasukan bantuan dari Boston dan mengusir para pemerontak Shaysite yang tersisa, sementara sang pemimpin melarikan diri ke Vermont.
Setelah kekalahan pemberontakan tersebut, badan legislative yang baru terpilih, sebagian besar tersimpati terhadap para pemberontakan sehingga memenuhi tuntunan mereka untuk keringanan pembayaran hutang.     
Kekalahan Dan Kemenangan
Kendati Amerika mengalami banyak pukulan berat selama berbulan– bulan setelah kemerdekaan di deklarasikan, kekerasan hati dan ketabahan mereka akhirnya membuahkan hasil. Selama bulan Agustus 1776, dalam petempuran Long Island di New York, posisi Washington tak bisa dipertahankan, dan dia terpaksa memberikan perintah mundur secara besar – besaran dalam perahu– perahu kecil dari Brooklyn ke pantai Manhattan. Jenderal Inggris, William Howe, sampai dua kali merasa ragu–ragu hingga membiarkan orang–orang Amerika melarikan diri. Namun, pada bulan November, Howe berhasil menduduki benteng Washington di pulau Manhattan. Kota New York tetap berada di bawah kekuasaan Inggris hingga akhir peperangan.
Pada bulan Desember, pasukan Washington nyaris runtuh saat persediaan dan bantuan yang di janjikan gagal terpenuhi. Tapi Howe sekali lagi melewatkan peluang untuk mengganyang Amerika dengan memutuskan menuggu hingga musim semi tiba guna melanjutkan peperangan. Sementara itu, Washington menyeberangi sungai Delaware, di utara Trenton, New Jersey. Pada dini hari tanggal 26 Desember, pasukan Washington melakukakan serangan tiba – tiba ke Garnisun di Trenton dan menawan lebih dari 900 orang. Semnggu kemudian, pada tanggal 3 Januari 1377, Washington menyerang Inggris di Princeton dan merebut kembali sebagian besar wilayah yang secara resmi diduduki oleh Inggris. Kemenangan – kemenangan di Trenton dan Princeton mengobarkan kembali semangat juang Amerika.
Tahun 1777, Howe mengalahkan pasukan Amerika di Brandywine, Pennsylvania, dan menduduki Philadelphia, sehingga memaksa kabur kongres kontinental. Washington harus menjalani musim dingin yang sangat menyiksa pada tahun 1777 sampai 1778 di Valleyforge, Pennsylvania. Pasukannya kekurangan makanan, pakaian, dan persediaan yang lainnya. Pasukan Amerika menderita kekurangan, ini bukan karena kekurangan pasokan, melainkan para petani dan kaum pedagang lebih suka menukarkan barang – barang dagang mereka dengan emas dan perak Inggris ketimbang uang kertas yang di keluarkan oleh kongres kontinental dan negara – negara bagian.
Valleyforge menjadi titik paling rendah dalam perjuangan pasukan Kontinental Washington, tapi pada tahun 1777 tejadi titik balik dalam perang tersebut. Pada tahun 1776, jendral Inggris, John Burgoyne, merancang suatu rencana untuk menyerang New York dan New England lewat danau Champlaim dan sungai Hudson. Malangnya, ia membawa peralatan perang yang terlalu berat untuk dapat melintasi medan berhutan dan berawa. Di Oriskany, New York, sekelompok Loyalis dan orang – orang Indian di bawah komando Burgoyne berpasangan dengan pasukan Amerika kawakan yang bergerak. Di Bennington, Vermont, banyak dari pasukan Burgoyne, yang sangat membutuhkan pasokan, bertemu pasukan Amerika. Pertempuran yang terjadi cukup lama menghambat pasukan Burgoyne hingga memberi kesempatan bagi Washington untuk mengirim bala bantuan dari arah hilir sungai Hudson, dekat Albani New York.
Pada saat Burgoyne  kembali bergerak maju, pasukan Amerika sudah menuggunya. Di pimpin  oleh Bendict Arlond yang telah mengkhianati Amerika di Westpoint, New York pasukan Amerika berhasil dua kali memukul mundur Inggris. Burgoyne surut ke Saratoga New York. Di mana pasukan Amerika di bawah pimpinan Jenderal Horatio Gates langsung mengepung pasukan Inggris.
Pada tanggal 17 Oktober 1777 Burgoyne akhirnya menyerah bersama seluruh pasukannya. Inggris kehilangan 6 Jenderalnya, 300 perwira lain dan 5500 prajurit
Perdamaian Paris (1783)
Inggris kemudian kalah perang. Kemudian jenderal Inggris Cornwallis menyerah dengan 7000 tentaranya di Yorktown kepada Washington dan Lefayette, kemduan perang berakhir dan perjanjian perdamaian dilaksanakan di Paris
Pembentukan aliansi internasional sebenarnya tidak menjamin sepenuhnya kemenangan Amerika terhadap Inggris. Akan tetapi, bantuan Internasional tersebut memiliki peran yang cukup besar bagi tumbuhnya semangat juang pasukan kontinental Amerika. Hal ini terbukti sejak tahun 1780, pasukan Amerika berhasil mengalahkan pasukan Inggris di berbagai pertempuran. Walaupun daerah Carolina, Charleston, dan Virginia sempat dikuasai oleh Inggris, akan tetapi pada pertempuran berikutnya pasukan Inggris berhasil dikalahkan oleh pasukan gabungan Amerika dan Perancis. Gabungan pasukan George Washington dan Rochambeau yang berjumlah 15.000 orang berhasil mengalahkan pasukan Inggris di bawah pimpinan Lord Cornwalis di daerah Yorktown, pantai Virginia. Akhirnya pada tanggal 19 Oktober 1781, pasukan Cornwalis menyerah dan parlemen Inggris segera memutuskan untuk menghentikan perang.
Pada tahun 1782, perjanjian perdamaian dimulai antara Amerika Serikat dengan Inggris dan baru pada tanggal 3 September 1783 secara resmi ditandatangani perjanjian perdamaian tersebut. Hasil Perjanjian Paris tahun 1783.
Berisi tentang pengakuan Inggris terhadap kemerdekaan dan kedaulatan 13 koloni menjadi negara merdeka yaitu Amerika Serikat. Selain itu, Inggris juga menyerahkan daerah bagian barat Mississippi kepada negara baru tersebut. Sesudah peperangan berakhir, kongres Amerika kemudian mengusulkan agar 13 negara bagian menyerahkan kembali hak milik kaum moderat/ royalis yang dulu pro terhadap Inggris yang selama peperangan disita oleh kaum milisi. Pasca perang negara baru ini mulai berkonsentrasi untuk menyusun pemerintahan nasional yang dapat menaungi seluruh aspirasi rakyat Amerika.
Isi Perjanjian:

Inggris mengakui kemerdekaan USA

Daftar Pustaka
  1. ·   Krisnadi, IG. 2012. Sejarah Amerika Serikat. Yogyakarta: OMBAK
  2. ·  Soebantardjo. 1956. Sari Sejarah “Asia-Australia dan Eropah-Amerika”. Yogyakarta: Penerbit Bopkri.
  3. ·    ___. 2004. Garis Besar Sejarah Amerika. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Tuesday, 5 August 2014

HMS: Kepengurusan Himpunan Periode 2014

Struktur Kepengurusan HMS FKIP UNSRI
Periode 2014
                                                 
 Setelah melalui sidang umum mahasiswa HMS di Gedung Serba Guna FKIP UNSRI kampus Indralaya, akhirnya ditentukanlah kepengurusan baru HMS(Himpunan Mahasiswa Sejarah) dan disahkan pada tanggal 28 Febuari 2014. Berikut struktur kepengurusan baru yang disahkan oleh seluruh anggota HMS

Penasehat: 
Ketua Prodi Sejarah dan Dosen Pendidikan Sejarah
Dosen Pembimbing
1. Syarifuddin, S.Pd, M.Pd
2. Aditya Rol Azmi
Ketua HMS
M Wirajaya Kesuma (sejarah 2012) 08982030435
Wakil Ketua
Taufikurrahman (sejarah 2012)
Ilham Azhari (sejarah 2013)
Sekretaris:
Desti amaliah (sejarah 2012)
Desi anggraini (sejarah 2012)
Bendahara:
Rizka Riana (sejarah 2012)
085769508868
Suci Lestari (sejarah 2012)


Dinas PSDM                 


Dinas Kestari


Dinas Pendidikan & Kajian Sejarah


         
  • Divisi Seni dan Kebudayaan
            

Dinas Komunikasi, Media dan Pers


Dinas Olahraga


Dinas study Club


Dinas Kewirausahaan


Dinas kelestarian dan LH


Dinas Advokasi


Dinas perlengkapan dan pengadaan


Dinas Keagamaan


Palembang, 28 Februari 2014   
salam admin    

Monday, 4 August 2014

Academic OneFile: Jurnal dan Sumber Refrensi

Pagi Guys, mimin kali ini mau berbagi sedikit info buat agan dan aganwati fosil mungkin dapat berguna buat agan sekalian.  Ketika mimin lagi berkunjung ke Kampus, mimin liat Banner yang berisikan info ini, jadi
mimin inisiatif bagi ke agan sekalian. Lets cekidot

Apa itu Academic OneFile?

Academic OneFile adalah sumber terbaik untuk diuji tim ahli, artikel teks lengkap dari jurnal dan sumber referensi terbaik di dunia. Dengan cakupan yang luas untuk ilmu fisika, teknologi, obat-obatan, ilmu sosial, seni, teologi, literatur, dan subjek lainnya, Academic OneFile adalah sumber rujukan terpercaya dan komprehensif. Dengan jutaan artikel yang tersedia dalam format PDF dan teks lengkap HTML yang tak memiliki batasan apapun, para peneliti dapat dengan cepat mencari informasi yang akurat. Berisi cakupan teks lengkap New York Times sejak 1995. Diperbarui setiap hari.

Tengah menelusuri

Academic OneFile berisi 60.712.970 artikel yang diperbarui seaktual 2014 Agustus 4. Semua artikel telah dipublikasikan antara 1980 dan 2014.

gimana cara masuk ke webnya??

Pertama, agan-aganwati masukkan dulu alamat webnya
disini...
infotrac.galegroup.com/itweb/idunsri


Tahap kedua, agan login dengan masukin password: academic



kemudian setelah login, tinggal agan mau cari sumber apa di Academic OneFile


Selamat Mencoba...
salam admin

Musik: Lagu Darah Juang dan Totalitas Perjuangan

Untuk Mahasiswa Baru yang mendapatkan tugas menghapal lagu Totalitas Perjuangan dan Darah Juang, silahkan didownload lagunya lewat link yang sudah disiapkan. Dimohon kepada setiap Mahasiswa Baru terutama Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UNSRI Angkatan 2014 untuk dapat menyayikan lagu tersebut pada saat kegiatan Program PK2 Unsri.
Terima Kasih



Salam Admin

Download Lagu...


Lirik lagu Totalitas Perjuangan dan sejarahnya

TOTALITAS PERJUANGAN 

berasal dari syair Hassan Al-Banna

Mahasiswa mana sih yang gak kenal lagu TOTALITAS PERJUANGAN??? Hampir disetiap demonstrasi, setiap sidang MPM, DPM, atau bahkan OSPEK di IPB, UI, Unsri, ITB, ITS,dst.. lagu ini dinyanyikan dengan kepalan tangan di atas.,Bisa dikatakan bahwa, lagu ini merupakan lagu kebangsaan MAHASISWA. Namun apakah kalian semua mengetahui, siapa yang menciptakan lagu ini?
Teman saya begitu membaca lirik TOTALITAS PERJUANGAN (semasa OSPEK) dia langsung bilang“kayaknya ane pernah baca teks ini di buku Hassan Al-Banna”. Nah, gw penasaran banget tuh,Masa iya, lagu yang dianggap lagu kebangsaan mahasiswa Indonesia asalnya “mencontek”. Nah, untuk itu, saya langsung mencari buku-buku karangan Hassan Al-Banna, setelah saya telusuri, akhirnya ketemu juga buku karangan Hassan Al-Banna yang berjudul “Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin” di halaman 139{Cover buku seperti foto di atas}
Setelah, membaca kedua teks itu, apakah anda bingung “Yang dibuat duluan lirik TOTALITAS PERJUANGAN atau Syair Hassan Al-Banna?” Semua orang yang kenal Hassan Al-Banna tentu memilih Syair Al-Banna lah yang jadi refrensi lirik TOTALITAS PERJUANGAN, kenapa??? Coz Syair tersebut telah dibuat Hassan Al-Banna sejak sebelum tahun 1948… Dengan kata lain, Insya Allah, semangat TOTALITAS PERJUANGAN MAHASISWA ini, merupakan kelanjutan dari semangat Hassan Al-Banna dalam membela Agama ISLAM. [wahyu;261208]
Totalitas Perjuangan
Kepada para mahasiswa yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan dipersimpang jalan
Kepada pewaris peradaban yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan dilembar sejarah manusia
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta
2x

Lirik Lagu Darah Juang

Ini buat yang mau ospek katanya disuruh ngapalin lagu berjudul “Darah Juang”, yang menceritakan keganasan di era Soeharto, bahkan membuat diri ini mengingat sejarah masa lalu Bangsa Indonesia yang kelam. Tapi sayangnya, karena terlalu lama bergelut dengan lagu ini akhirnya lagu ini mampu membuat jalur di otak saya (baca: suka sama lagunya). Ya karena suka tapi belum hafal, jadi coba tak hafalin sambil nulis liriknya di blog ini.
Darah Juang
Di sini negeri kami,
Tempat padi terhampar,
Samuderanya kaya raya,
Negeri kami subur Tuhan
Di negeri permai ini,
Berjuta rakyat bersimbah luka,
Anak kurus tak sekolah,
Pemuda desa tak kerja,
Reff:
Mereka dirampas haknya,
Tergusur dan lapar,
Bunda relakan darah juang kami,
Tuk membebaskan rakyat,
Padamu kami berbakti,
Padamu kami mengabdi,


Sunday, 3 August 2014

Zionisme: Perubahan Arah Spiritual Yahudi

Kalo bicara mengenai Yahudi, apalagi tentang sejarahnya, banyak sekali yang bisa kita ungkapkan, dan juga sejarah-sejarah bangsa Yahudi juga banyak tertuang dalam kitab-kitab agama Syamawi terutama sekali dijelaskan oleh Al-Quran, dan yang jelas, entah mengapa Yahudi ini sering sekali muncul ke permukaan mula dari masa para nabi hingga saat ini. Hal demikian inilah yang membuat penulis tertarik sekali membuat artikel mengenai sejarah Yahudi. Pada kesempatan kali ini penulis ingin sekali memaparkan mengenai salah satu idealisme orang Yahudi, yakni Zionisme. Zionisme yang pada akhir-akhir seringkali masuk ke TV, terutama Zionisme Israel yang tengah konflik dengan bangsa Palestina, membuat diri penulis mendapatkan ide untuk menulis artikel mengenai latar belakang munculnya Zionisme Yahudi ini. Dengan bantuan banyak sumber artikel ini akhirnya dapat dibuat. 

apa itu Zionisme (dan bukan keimanan Yahudi) akan diungkapkan dalam artikel kali ini,
Zonisme sering didefinisikan oleh dirinya sendiri sebagai hal-hal berikut.
1.       Doktrin Politik
Sejak tahun 1896, Zionisme berhubungan dengan gerakan politik yang digerakan oleh Theodore Herlz.“ (Encyclopedia of Zionisme and Israel [New York: Herlz Press, 1971], Vol I, hlm. 1662.)
2.       Doktrin Nasionalis tidak dilahirkan oleh Judaisme, melainkan oleh Nasionalisme Eropa pada abad XIX. Pendiri Zionisme politik, Tehodore Herlz, tidak menggalinya dari agama “Saya tidak patuh terhadap impuls agamawi.” (Th. Herlz, Diaries, Ed. Victor Gollancz, 1958.) “Saya seorang agnostik.” (hlm. 54)
Herlz sebenarnya tidak tertarik pada tanah  suci Palestina. Untuk tujuan nasionalisme, dia menerima Uganda, Tripoli, Siprus, Argentina, Mozambik, Atau Kongo (sebagai cikal bakal negara yahudi, penj). (Herlz, Diaries [passim])
Akan tetapi dihadapan kawan-kawannya yang mempunyai keimanan Yahudi, dia menyadari akan pentingnya legenda yang kuat (mighty legend),  seperti yang dikemukakannya (diaries I, hlm. 56),”... merupakan sebuah seruan untuk bersatu kembali dari satu kekuatan yang tidak tertahankan.” (Herlz, L ‘Etat Juif ‘Negara Yahudi’, hlm. 54)
Ini adalah slogan penggerak yang tidak dapat diabaikan sama sekali oleh politik realis ini. Dengan cara mengubah legenda kuat mengenai kembali ke tanah asal, untuk menjadi realistas sejarah, dia memproklamirkan, “Palestina adalah tanah air kita yang tak terlupakan... Nama ini akan menjadi panggilan persatuan yang sangat kuat bagi bangsa kita.” (Herlz, Etat Juif, Hlm. 209.)
“Bagi saya, persoalan Yahudi bukan persoalan sosial, bukan juga persoalan keagamaan... ini adalah persoalan nasional.”
3.       Doktrin kolonial.
Dalam hal ini, Herlz yang cemerlang tidak meyembunyikan tujuan-tujuan yang ingin dicapainya. Sebagai langkah pertama ia mendirikan sebuah badan yang mempunyai statuta (compagnie a charte) dibawah perlindungan Inggris atau semua kekuatan politik lainnya, sambil menunggu penciptaan Negara Yahudi.
Karena itu ia menghubungi seorang tokoh yang dinilai berhasil dalam operasi semacam ini , yaitu pelanggar hukum kolonial: Cecil Rhodes, yang melalui Compagnie a Charte-nya berhasil memisahkan suatu wilayah di Afrika selatan untuk dijadikan sebuah negara yang dinamai dengan namanya sendiri: Rhodesia.
Theodre Herlz menyuratinya pada tanggal 11 Januari 1902 “Saya memohon dengan sangat, kirimi saya sebuah teks yang menyatakan bahwa Anda telah mempelajari program saya dan Anda telah menyetujuinya. Anda tentunya bertanya mengapa saya menghubungi Anda, Tuan Rhodes. Ini karena program Saya adalah program kolonial.” (herlz, tagebuch, vol III, hlm. 105.)
Doktrin politik dari nasionalis dan kolonialis merupakan tiga ciri yang mendefinisikan Zionisme politik, yang telah menjadi pemenang dalam Kongres basel pada bulan Agustus 1897. Theodore Herlz yang jenius dan Michiavelis, mengatakan alasan yang tepat tentang Kongres tersebut, “Saya telah mendirikan negara Yahudi.” (Diaries, hlm. 224)
Setengah abad kemudian, politik inilah yang diterapkan secara tepat oleh pengikut-pengikut Herlz dengan cara mendirikan negara Israel (setelah Perang Dunia II), menurut metode dan garis-garis yang telah diterapkannya.
Akan tetapi, upaya politis, nasionalis, dan kolonialis ini sama sekali bukanperpanjangan dari keimanan dan spiritualitas agama Yahudi.
Bahkan pada saat berlangsungnya Kongres Basel, yang tidak dapat dilaksankan di Munchen (seperti yang direncanakan oleh Herlz) akibat dari tentangan masyarakat Yahudi Jerman, berlangsung juga Konferensi Montreal (1897). Atas usulan Rabi Isaac Meyer Wise (tokoh Yahudi yang paling mewakili semua golongan di Amerika saat itu) diputuskan sebuah Mosi yang menolak secara radikal dua cara pembacaan Bibel, yaitu pembacaan secara Politis dan Sukuisme dari Zionisme, dan pembacaan secara spiritualis dan Universalis dari nabi-nabi.
“Kami menolak secara total segala inisiatif yang bertujuan ke arah penciptaan sebuah negara Yahudi. Usaha-usaha semacam ini dapat mengangkat ke permukanaan sebuah konsepsi yang salah mengenai misi Israel... bahwa nabi-nabi Yahudi adalah orang pertama yang memproklamirkan... Kami menyatakan bahwa tujuan dari Judaisme bukan politis ataupun nasionalis, tetapi spiritual... Judais mencita-citakan suatu masa messianik di mana semua manusia akan mengakui berada pada satu komunitas besar dalam rangka pendirian Kerajaan Tuhan di Bumi.” (Conference Centrale des rabbins Americains “konfrensi sentral Rabi-rabi Amerika’, Yearbook VII, 1897, hlm. XII.)

Begitulah reaksi pertama dari organisasi-organisasi Yahudi yang tersebar mulai dari Jerman, Prancis, Austria, maupun London.
Oposisi terhadap Zionisme ini terinspirasi dari ketaatan pada spiritualis keimanan agama Yahudi yang tidak berhenti dikumandangkan bahkan seusai Perang Dunia II. Dengan memanfaatkan PBB, rivalitas antarbangsa, terutam sekali sokongan tak bersyarat sari AS, Zionisme israel berhasil menempatkan dirinya sebagai sebuah kekuatan dominan, berkat lobi-lobinya, membalikan kecendrungan ide dan memenangkan (dalam opini) politik kekuatan Israelo-Zionis dalam melawan tradisi kenabian yang mengagumkan. Walaupun demikian, Zionisme tidk berhasil membungkam kritik-kritik besar yang berasal dari tokoh-tokoh besar spiritual.
Martin Buber, salah satu suara terbesar Yahudi di abad ini, yang tidak berhenti selama hidupnya hingga meninggalnya di Israel, mengungkapkan penurunan martabat dan bahkan pembalikan dari Zionisme keagamaan menjadi Zionisme Politik.
Di New York, Martin Buber menyatakan “perasaan yang saya alami enam puluh tahun yang lalu adalah seperti yang saya alami saat ini. Saya mengaharapkan agar nasonalisme ini tidak mengikuti jalan nasionalisme yang lain dengan memulai harapan besar dan mengalami kemerosotan hingga menjadi egoisme suci, bahkan berani seperti Mussolini yang memproklamirkan dirinya sebagai sacro egosime, seolah-olah egosime kolektif dapat menjadi lebih suci dari egosime individual. Ketika kembali ke Palestina, persoalan yang menentukan adalah: inginkah anda datang ke sini sebagai kawan, saudara, dan anggota masyarakat bangsa Timur Tengah atau sebagai wakil kolonialisme dan imperialisme?

Bersambung...




Disadur dari beberapa sumber
dan buku Roger Garaudy

Friday, 1 August 2014

Kurikulum: Komponen Penting Dunia Pendidikan

Kurikulum dan Perannya Dalam Dunia Pendidikan
Dalam sistem pendidikan nasional, kita mengenal tiga komponen utama, yakni
(1). Peserta didik,
(2). Guru
(3). Kurikulum

Dalam proses belajar mengajar, ketiga komponen tersebut terdapat hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Tanpa peserta didik, guru tidak akan dapat melaksanakan proses pembelajaran. Tanpa guru para siswa juga tidak akan dapat secara optimal belajar. Tanpa kurikulum, guru pun tidak akan mempunyai bahan ajar yang akan diajarkan kepada peserta didik
Kurikulum merupakan salah satu komponen penting  dalam pembelajaran. Karena kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan yang hendak dicapai oleh suatu program, bidang studi dan mata ajaran dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional.sehingga kurikulum dapat dikatakan sebagai  syarat mutlak bagi pendidikan. hal ini berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pembelajaran.
 Dengan berpedoman pada kurikulum interaksi antara guru dan siswa akan berlangsung. Interaksi ini tidak berlangsung ruang hampa, tetapi selalu terjadi dalam lingkungan tertentu, yang mencangkup antara lain lingkungan fisik, alam, sosial, budaya, ekonomi, politik, dan religi.

A.     Pegertian Kurikulum
Istilah kurikulum digunakan pertama kali pada dunia olahraga pada zaman Yunani kuno yang berasal dari kata curir dan curere. Pada waktu itu kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seseorang/pelari. Orang mengistilahkannya dengan tempat berpacu atau tempat berlari dari mulai start sampai finish.
Selanjutnya istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan.para ahli pendidikan memiliki penafsiran yang berbeda tentang kurikulum. Namun demikian, dalam penafsiran yang berbeda itu, ada juga kesamaannya. Kesamaan tersebut adalah bahwa kurikulum berhubungan erat dengan usaha mengembangkan peserta didik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Kurikulum memang diperuntukkan untuk anak didik, seperti yang diungkapkan Murray Print (1993) yang mengungkapkan bahwa kurikulum meliputi :
1.      Planned learning experiences;
2.      Offered within an educational instution/program;
3.      Represented as document;
4.      Includes experiences resulting from implementing that document.
Print memandang bahwa sebuah kurikulum meliputi perencanaan pengalaman belajar, program sebuah lembaga pendidikan yang diwujudkan dalam sebuah dokumen serta hasil dari implementasi dokumen yang telah disusun.[1][1] 
Selain itu, ada juga pengertian kurikulum dari beberapa sumber lain seperti :
1.      Kamus Webster, kurikulum diartikan dalam dua macam, yaitu :
ü   Sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari siswa di sekolah atau perguruan tinggi untuk memperoleh ijazah tertentu; dan
ü   Sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan oleh suatu lembaga pendidikan atau suatu departemen.
2.      Pandangan tradisional, kurikulum adalah sejumlah pelajaran yang harus ditempuh siswa di suatu sekolah.
3.      Pandangan modern, kurikulum lebih dari sekedar rencana pembelajaran. Kurikulum dianggap sebagai sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan di sekolah.
4.      UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL, Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
5.      Badan Standardisasi Nasional SNI 19-7057-2004 tentang Kurikulum pelatihan hiperkes dan keselamatan kerja bagi dokter perusahaan. Kurikulum adalah serangkaian mata ajar dan pengalaman belajar yang mempunyai tujuan tertentu, yang diajarkan dengan cara tertentu dan kemudian dilakukan evaluasi.
6.      Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 725/Menkes/SK/V/2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan di bidang Kesehatan. Kurikulum adalah Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran serta metode yang digunakan sebagai pedoman menyelenggarakan kegiatan pembelajaran.
Atas dasar pengertian-pengertian tersebut, inti kurikulum sebenarnya adalah pengalaman belajar. Pengalaman belajar itu banyak kaitannya dengan melakukan berbagai kegiatan. Melalui interaksi sosial di lingkungan sekolah, proses kerja sama dalam kelompok, bahan interaksi dengan lingkungan fisik, seperti gedung sekolah, tata ruang sekolah, siswa memperoleh berbagai pengalaman. Dengan demikian, pengalaman itu bukan sekedar mempelajari mata pelajaran, tetapi yang terpenting adalah pengalaman kehidupan. Semua ini dicakup dalam pengertian kurikulum.[2][2]
B.     Fungsi Kurikulum
Dilihat dari cakupan dan tujuanya menurut McNeil (1990) isi kurikulum, memiliki empat fungsi, yaitu (1) fungsi pendidikan umum (common and generation education), (2) suplementasi (supplementation), (3) eksplorasi (exploration), dan (4) keahlian (specialization).
1)      Fugsi pendidikan umum (common and general education)
Fugsi pendidikan umum (common and general education), yaitu fungsi kurikulum untuk mempersiapkan peserta didik agar mereka menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab.
2)      Suplementasi (supplementation)
Setiap peserta didik memiliki perbedaan baik dilihat dariperbedaan kemampuan, perbedaan minat, maupun perbedaan bakat. Kurikulum sebagai alat pendidikan seharusnya dapat memberikan pelayanan kepada setiap siswa sesuai dengan perbedaan tersebut.
3)      Eksplorasi (exploration)
Fungsi eksplorasi memiliki makna bahwa kurikulum harus dapat menemukan dan mengembangkan minat dan bakat masing-masing siswa. Melalui fungsi ini siswa diharapkan dapat belajar sesuaidengat minat dan bakatnya, sehingga memungkinkan mereka akan belajar tanpa adanya paksaan.
4)      Keahlian (spesialization)
Kurikulum berfungsi untuk mengembangkan kemampuan anak sesuai dengan keahliannya yang didasarkan atas minat dan bakat siswa. Dengan demikian, kurikulum harus memberikan pilihan berbagai bidang keahlian, misalnya perdagangan, pertanian industri atau disiplin akademik.
Memerhatikan fungsi-fungsi diatas, maka jelas kurikulum berfungsi untuk setiap orang atau lembaga yangberhubungan baik langsung maupun tidak langsung dengan penyelenggaraan pendidikan.
Jika dilihat dari segi subjek pengguna, kurikulum dapat berfungsi bagi siswa, guru, orang tua, kepala sekolah dan masyarakat.
1)      Fungsi kurikulum bagi siswa adalah sebagai instrumen untuk mendapatkan pengalaman baru, dan untuk mencapai tujuan akhir pendidikan.
2)      Fungsi kurikulum bagi guru adalah sebagai pedoman kerja dalam mengorganisasikan pengalaman belajar siswa, serta untuk mengadakan evaluasi terhadap perkembangan siswa.
3)      Fungsi kurikulum bagi orang tua adalah sebagai acuan untuk melihat perkembangan kemampuan belajar anak, serta meningkatlkan kualitas hasil belajar.
4)      Fungsi kurikulum sebagai masyarakat adalah sebagai acuan untuk pengembangan program pendidikan disekolah, pedoman pemberian saran yang konstruktif untuk perbaikan program kedepan. Bahan berpartisipasi untuk memperlancar pelaksanaan program disekolah.
Berkaitan dengan fungsi kurikulum, Alexander Inglis (dalam Hamlik, 1990) mengemukakan enam fungsi kurikulum untuk siswa:
1)      Fungsi penyesuaian (the adjastive of adaptive function), berarti individu harus mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya secara menyeluruh. Lingkungan yang selalu berubah dan  bersifat dinamis menuntut individu harus memiliki kemampuan menyesuaikan diri secara dinamis pula. Disinilah letak fungsi kurikulum sebagai alat pendidikan sehingga individu bersifat well adjusted.
2)      Fungsi pengintegrasian (the integrating function), kurikulum berfungsi mendidik pribadi-pribadi yang terintegrasi, oleh sebab itu individu itu sendiri merupakan bagian integral dari masyarakat, sehingga pribadi yang terintegrasi itu akan memberikan kontribusi terhadap pembentukan dan pengintegrasian masyarakat.
3)      Fungsi deferensiasi (the defferentiating function), Kurikulum perlu memberikan pelayanan terhadap perbedaan-perbedaan perorangan dalam masyarakat. Pada dasarnya deferensiasi akanmendorong orang berfikir kritis dan kreatif, sehingga mendorong kemajuan dalam masyarakat. Akan tetapi bukan berarti bahwa dengan deferensiasi kita mengabaikan solidaritas sosial dan integrasi, melainkan deferensiasi itu sendiri juga untuk menghindarkan terjadinya stagnasi sosial.
4)      Fungsi persiapan (the propeadeutic function). Kurikulum berfungsi memperisapkan siswa agar mampu melanjutkan studi lebih lanjut untuk suatu jangkauan yang lebih jauh, apakah melanjutkanpendidikan yang lebih tinggi atau persiapan untuk belajar di masyarakat. Hal ini diperlukan mengingat sekolah tidak mungkin memberikan semua yang diperlukan siswa atau yang menarik minat siswa.
5)      Fungsi pemilihan (the selective function). Antara keberbedaan/deferensiasi dan pemilikan/seleksi adalah dua hal yang erat hubungannya. Pengakuan terhadap keberbedaan berarti pula diberikannya kesempatan bagi seseorang untuk memilih apa yang diinginkannya dan menarik minatnya. Kedua hal tersebut merupakan kebutuhan bagi masyarakat yang menganut sistem demokrasi.Untuk mengembangkan kemampuan tersebut kurikulum perlu disusun secara fleksibel.
6)      Fungsi diagnostik (the diagnostic function). Salah satu segi pelayanan pendidikan, ialah membantu dan mengarahkan siswa agar mereka mampu memahami dan menerima dirinya sehingga dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Ini dapat dilakukan bila mereka menyadari kelemahan dan kekuatan yang dimilikinya, sehingga ia sendiri yang memperbaiki kelemahan dan mengembangkan sendiri potensi yang ada pada dirinya
Dalam lingkungan masyarakatpun terjadi berbagai bentuk interaksi pendidikan, dari yang sangat formal yang mirip dengan pendidikan di sekolah dalam bentuk kursus-kursus, sampai dengan yang kurang formal seperti ceramah, serasehan, dan pergaulan kerja. Gurunya juga bervariasi dari yang memiliki latar belakang pendidikan khusus sebagaipendidik karena pengalaman. Kurikulum juga bervariasi, dari yang memiliki kurikulum formal dan tertulis sampai dengan rencana pelajaran yang hanya ada pada pikiran penceramah atau moderator atau gagasan keteladanan yang ada pada pemimpin.
Dari hal-hal yang diuraikan itu, dapat ditarik beberapa kesimpulan berkenaan dengan pendidikan formal. Pertama, pendidikan formal memiliki rancangan pendidikan atau kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis, jelas, dan rinci. Kedua, dilaksanakan secara formal, terencana, ada yang mengawasi dan menilai. Ketiga, diberikan oleh pendidik atau guru yang memiliki ilmu dan keterampilan khusus dalam bidang pendidikan. Keempat, interaksi pendidikan berlangsung dalam lingkungan tertentu, dengan fasilitas dan alat serta aturan-aturan permainan tertentu pula.
Bahwa adanya rancangan atau kurikulum formal dan tertulis merupakan ciri utama pendidikan di sekolah. Dengan kata lain, kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan di sekolah. Kalau kurikulum merupakan syarat mutlak, hal itu berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. Dapat kita bayangkan, bagaimana bentuk pelaksanaan suatu pendidikan atau pengajaran di sekolah yang tidak memiliki kurikulum.
Setiap praktik pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan-tujuan tertentu, apakah berkenaan dengan penguasaan pengetahuan, pengembangan pribadi, kemampuan sosial, ataupun kemampuan bekerja.Untuk menyampaikan bahan pelajaran, ataupun mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan metode penyampaian serta alat-alat bantu tertentu. Untuk menilai hasil dan proses pendidikan, juga diperlukan cara-cara dan alat-alat penilaian tertentu pula. Keempat hal tersebut, yaitu tujuan, bahan ajar, metode-alat, dan penilaian merupakan komponen-komponen utama kurikulum.
Dengan berpedoman pada kurikulum, interaksi pendidikan antara guru dan siswa berlangsung. Interaksi ini tidak berlangsung dalam ruangan hampa, tetapi selalu terjadi dalam lingkungan tertentu, yang mencakup antara lain lingkungan fisik, alam, sosial budaya, ekonomi, politik dan religi.
Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum mengarahkan segala bentukaktivitas pendidikan. Kurikulum juga merupakan suatu rencana pendidikan memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis, lingkup, dan urutan isi, serta proses pendidikan. Disamping kedua fungsi itu, kurikulum juga merupakan suatu bidang studi, yang ditekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum, yang menjadi sumber konsep-konsep atau memberikan landasan-landasan teoritis bagi pengembangan kurikulum berbagai institusi pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA 
Dr. Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, Bumi Aksara, 2010.
Prof. Dr. S. Nasution, M.A, Asas-Asas Kurikulum, Jakarta : Bumi Aksara, 2009.
Prof. DR. Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum, PT. Remaja Rosda Karya, 2010
Dr. Wina Sanjaya, M.Pd., Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta : Kencana, 2008.



Disadur dan ditambahkan dari tulisan sitisaadah fadillah






Recent Posts