Selamat Datang | Selamat datang "Mahasiswa Baru Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya 2017" - Selamat Bergabung | Semoga artikel dan isi web HIMAPES Unsri ini dapat memberikan manfaat |17 AGUSTUS 1945-2016 "Perjuangan Bangsa Masih Berlanjut" MERDEKA!!! | Terima kasih sudah mengunjungi web kami | Viva Historia... #noHistory noFuture

Tuesday, 26 February 2013

Mahasiswa dan Perannya


        Mahasiswa, suatu predikat yang didapat ketika seorang siswa sudah mencapai bangku perkuliahan ataupun ketika seorang siswa memasuki duni kampus. Mahasiswa yang sangat erat kaitannya dengan dunia kampus tentu saja mempunyai suatu keistimewaan dibandingkan dengan siswa. Hal ini tentu saja diiringi dengan kata Maha yang dalam secara harfiah berarti lebih dari segalanya. Kata Maha sudah kita kenal sejak kita masih menginjak bangku Taman Kanak Kanak. Dan Maha yang kita kenal tersebut sering kita dengar dalam kehidupan beragama, dimana kita sering mendengar sebutan untuk Tuhan yang kita percayai dan kita sembah dengan berbagai sebutan Maha. Seperti Yang Maha Kuasa, Maha Esa dan lain sebagainya. Kata Maha disini dapat kita artikan sebagai kata paling dari segala paling. Sebagai contoh kata Maha Kuasa yang berarti Paling Berkuasa dari segala yang berkuasa. Hal ini tentu saja tidak bisa aplikasikan kepada kata Mahasiswa, yang mana jika kita artikan seperti kata yang lainnya kata Mahasiswa berarti Paling Siswa dari semua Siswa.
Hal ini tentu saja kedengarannya agak rancu ataupun kurang tepat. Menurut saya pribadi kata Mahasiswa suatu keadaan ketika seorang siswa tidak lagi terikat pada suatu keharusan yang harus dilakukan oleh seseorang ketika menjadi seorang siswa. Dimana biasanya keharusan itu berupa peraturan-peraturan yang dibuat oleh sekolah serta peraturan itu bersifat mengikat dan wajib dipatuhi. Dan ketika menjadi seorang Mahasiswa seseorang tidak lagi harus mengikuti peraturan-peraturan seperti yang dikeluarkan oleh sekolah ketika masih menjadi siswa. Peraturan itu antara lain ketika belajar seorang siswa harus mengikuti yang namanya kurikulum yang mana kurikulum ini biasanya bersifat merata disemua sekolah secara nasional, tetapi ketika kuliah seorang mahasiswa hanya akan belajar sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan oleh universitas atau fakultas yang mereka masuki.
Selain itu, seorang mahasiswa mempunyai suatu kebebasan untuk mengikuti ataupun tidak suatu proses pengajaran didalam kelas atau ruang kuliah. Dan biasanya seorang mahasiswa selalu tahu kapan mereka akan mengambil mata kuliah yang harus mereka tempuh.
Seorang mahasiswa tentunya tidak terlepas dari kata ataupun kegiatan kuliah. Dimana kuliah merupakan suatu kegiatan ataupun proses pembelajaran yang terjadi dalam dunia perkuliahan atau dalam dunia kampus. Didalam proses ini biasanya proses pembelajaran sangat jauh berbeda dengan proses pembelajaran yang ada di bangku sekolah. Salah satu hal yang sangat membedakan adalah jumlah pengajarnya. Dimana biasanya dalam satu mata pelajaran misalkan Sejarah, ketika masih dibangku sekolah biasanya mata pelajaran sejarah pengajar hanya satu orang itu saja tetapi, di bangku kuliah satu mata pelajaran dibagi lagi lagi dalam beberapa mata kuliah dan satu mata kuliah biasanya dipegang oleh satu atau lebih pengajar.
Selain itu, dalam proses pembelajaran didalam dunia perkuliahan mahasiswa atau peserta dari pembelajaran itu dituntut untuk bersifat aktif dalam kegiatan pembelajaran dibandingkan dengan pengajarnya. Hal ini, tentu saja berbeda dengan proses pembelajaran di bangku sekolah baik itu sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas, dimana di bangku sekolah biasanya yang lebih aktif adalah pengajarnya sedangkan peserta belajar atau siswanya lebih bersifat pasif dalam menjalani proses pembelajaran. Selain itu, menurut saya pribadi dalam system penilaian yang diberikan oleh pengajar di bangku perkuliahan juga berbeda dengan yang diberikan dibangku sekolah. Perbedaan ini misalkan dari besaran atau bentuk nilai yang diberikan, yang mana jika di bangku sekolah pengajar memberikan nilai dalam bentuk angka-angka yang dimulai dari 1-10 ataupun 10-100 sedangkan, di bangku perkuliahan pengajar memberikan bentuk penilaian dalam bentuk huruf yang dimulai dari E hingga A.
Sudah menjadi suatu hal yang lumrah jika seorang mahasiswa tidak terlepas dari organisasi kampus baik itu bersifat resmi ataupun tidak resmi. Organisasi di dunia kampus menurut saya pribadi sangatlah penting. Sebagaimana kita tahu para pemimpin Negara ini sudah banyak yang termakan usia dan mahasiswa yang identik dengan dunia kampus tentu saja nantinya akan menggantikan para peimpin yang sudah tua itu. Jadi, disinilah peran organisasi di dunia kampus yaitu, untuk melatih para mahasiswa untuk berorganisasi. Dan kelak nantinya mereka akan tergabung dalam organisasi yang lebih besar yaitu, Negara ini.
Di dalam organisasi selain untuk melatih para mahasiswa untuk belajar berorganisasi juga berperan sebagai sarana bagi para mahasiswa untuk lebih saling mengenal antara satu sama lain. Selain itu, di dalam organisasi mahasiswa bisa belajar menghadapi berbagai masalah yang dihadapi oleh organisasi yang mereka hadapi. Hal ini sangat berperan dalam membentuk kepribadian mahasiswa itu sendiri dan tentunya hal ini akan sangat berguna bagi mereka dimasa yang akan datang.
Jika ditanya apakah organisasi di dunia kampus itu penting, maka saya katakan bahwa yang namanya organisasi di dunia kampus itu sangat penting. Karena di organisasi-organisasi inilah kelak akan lahir para mahasiswa yang cakap dalam berorganisasi dan kelak akan lahir pemimpin-pemimpin negara ini melalui pembinaan yang terjadi di dalam organisasi di dunia kampus. Di bangku sekolah menengah memang sudah dikenalkan dengan organisasi seprerti OSIS, tetapi jika di sekolah menengah organisasinya hanya bersifat internal sekolah itu sendiri. Sedangkan organisasi di dunia kampus biasanya bersifat universal atau berhubungan langsung dengan masyarakat. Organisasi di dunia kampus terdiri dari banyak organisasi, jadi disini mahasiswa tinggal memilih organisasi mana yang cocok dengan mereka. Selain itu, sebagaimana kita ketahui kegiatan kuliah itu sangat padat sehingga waktu untuk bersosialisasi antar mahasiswa itu sangat sedikit. Lewat organisasi hal ini tentunya bisa diatasi. Di dalam organisasi para mahasiswa bisa bersosialisasi dengan mahasiswa lain. Dan tentunya mereka bisa bertukar pikiran ataupun mungkin berbagi kepada sesama. Selain itu sebagai seorang makhluk sosial mahasiswa perlu untuk berorganisasi. Dari organisasi di dunia kampus ini mahasiswa juga bisa mendapat pelajaran-pelajaran berharga yang tidak bisa mereka dapatkan di bangku kuliah.
Hal lain yang tidak terlepas dari seorang mahasiswa adalah fungsinya sebagai mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa fungsi utamanya adalah untuk belajar tetapi, selain belajar mahasiswa juga berfungsi dalam pemerintahan negara ini. Karena ketika para wakil rakyat sudah tidak bisa dipercaya lagi oleh rakyat sebagai penyambung lidah mereka maka mahasiswa berfungsi sebagai penyambung lidah rakyat. Selain itu, mahasiswa berfungsi sebagai suatu landasan atau pondasi negara ini. Karena kelak para mahasiswa inilah yang akan memegang tongkat estapet kepemimpinan negara ini. Jadi mau tidak mau mahasiswa harus menjalani fungsi itu. Tetapi yang diharapkan mahasiswa dapat menjalankan fungsi-fungsi ini serta tetap menjaga kualitas diri mereka sendiri. Menjaga kualitas disini maksudnya adalah, para mahasiswa diharapkan untuk tidak menjerumuskan diri mereka dalam hal-hal yang tidak berguna seperti menggunakan narkoba dan sejenisnya. Karena apa jadinya negara ini kelak jika para mahasiswanya sudah terjerumus dalam dunia narkoba.
Selain itu, mahasiswa mempunyai peranan yang sangat penting yaitu sebagai siswa yang tugasnya belajar di kelas dan juga sebagai mahasiswa yang tugasnya adalah mengabdi kepada masyarakat. Jadi, seorang mahasiswa tidak hanya dituntut untuk selalu belajar tetapi juga dituntut untuk membantu masyarakat dan juga pemerintah dalam pembangunan serta keberlanjutan negara ini.
Pergerakan mahasiswa, suatu hal yang tidak bisa terlepas dari sejarah bangsa ini. Pergerakan mahasiswa mempunyai peranan yang sangat vital dalam kemerdekaan serta berjalannya bangsa ini. Sebagaimana dulu sebelum kemerdekaan sudah terjadi pergerakan mahasiswa untuk kemerdekaan negara ini. Salah satunya adalah pergerakan mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda yang dipelopori oleh Bung Hatta. Dan pergerakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kemerdekaan bangsa ini dari penjajah. Selain itu, pergerakan mahasiswa masih memiliki banyak andil dalam perjalanan bangsa ini. Reformasi, yang sangat erat kaitannya dengan pergerakan mahasiswa dimana pada waktu itu beberapa mahasiswa harus menjadi korban dalam melakukan tuntutan reformasi.
Jadi, disini bisa disimpulkan bahwa fungsi serta peranan mahasiswa tidak akan bisa dipisahkan dari perjalanan bangsa ini. Dan semua orang tentu berharap mahasiswa tetap pada jalur yang positif. Dan yang memprihatinkan di zaman sekarang ini adalah para mahasiswa sepertinya sudah kehilangan kepekaan terhadap sekitar. Pihak penguasa boleh saja menganggap mahasiswa adalah para pengacau tapi dibalik itu semua mahasiswa adalah para anggota dewan perwakilan rakyat jalanan yang tidak dipilih oleh rakyat dan tidak mendapatkan fasilitas seperti yang didapat oleh para anggota DPR tetapi, mahasiswa tetap harus menjadi wakil rakyat yang berkewajiban menyampaikan aspirasi rakyat walau terkadang caranya yang salah.
Mengapa saya katakan caranya salah? Menurut saya pribadi dalam menyampaikan aspirasi rakyat mahasiswa tidak perlu berdemo ataupun menduduki gedung DPR/MPR seperti masa lalu. Tapi mahasiswa hanya perlu memanfaatkan apa yang sedang dibenci pemerintah saat ini yaitu, PERS. Jadi, lewat pers inilah mahasiswa bisa melakukan pergerakannya. Hal ini pernah dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia di Universitas Leiden yang terjadi sebelum kemerdekaan. Sekarang tentu saja berbeda karena sekarang pers lebih bebas dan tidak ada pembatasan oleh pemerintah.

Oleh : Noftarecha Putra (Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sejarah Unsri)

Wednesday, 20 February 2013

Recent Posts