Selamat Datang | Selamat datang "Mahasiswa Baru Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya 2017" - Selamat Bergabung | Semoga artikel dan isi web HIMAPES Unsri ini dapat memberikan manfaat |17 AGUSTUS 1945-2016 "Perjuangan Bangsa Masih Berlanjut" MERDEKA!!! | Terima kasih sudah mengunjungi web kami | Viva Historia... #noHistory noFuture

Wednesday, 3 April 2013

SEMINAR NASIONAL

Oleh:

MASYARAKAT SEJARAWAN INDONESIA (MSI) CABANG SUMATERA SELATAN


Dalam rangka menyemarakkan dunia Sejarah dan sosialisasi Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Sumatera Selatan. Menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk  “SUMATERA SELATAN DALAM LINTAS SEJARAH: DARI SRIWIJAYA MENUJU SUMSEL JAYA”

Keynote Speaker:
Dr. Muklis Paeni (Sejarawan Nasional dan Ketua Umum MSI Pusat)
Prof. Dr. Bambang Purwanto, M.A. (Guru Besar Sejarah UGM Yogyakarta)

Tempat  : Graha Budaya Jl. Seniman Besar Prof. Amri Yahya Jakabaring Palembang, 
Waktu   : Sabtu, 4 Mei 2013 Pukul 08.00 – Selesai.
...
Peserta Kegiatan terbuka untuk umum: Guru-guru Sejarah, Dosen Sejarah, Pekerja Sejarah, Mahasiswa Sejarah, Pecinta, Peminat dan Pemerhati Sejarah.

Kontribusi: Umum (Guru, Dosen, Pekerja, Peminat, Pecinta dan Pemerhati Sejarah) Rp. 100.000,-/Mahasiswa dan Siswa Rp. 50.000,-/Bagi yang ingin menyampaikan makalah pendamping Plus Rp. 100.000,-

Pendaftaran: 1 April – 25 April (bagi Pemakalah pendamping) 1 April – 30 April bagi (Peserta)

Tempat Pendaftaran:
- Sekretariat Pendaftaran di HMS Sejarah, Universitas Sriwijaya Kampus Ogan Palembang
- Sekretariat Pendaftaran di HMS Sejarah, Universitas Sriwijaya Kampus Inderalaya Ogan Ilir
- Sekretariat Pendaftaran MGMP Sejarah di SMAN 10 Palembang (Ibu Merry)
- Sekretariat Pendaftaran Prodi Sejarah UMP Palembang (Ibu Nurhayati Dina)
- Sekretariat Pendaftaran MAN 1 Palembang (Bpk. Kemas Ari)

Kontak person:
Dr. Farida, M.Si. (081367970937) Syarifuddin (081377537613) Drs. Alian, M.Hum. (08197861278) Kemas Ari (082184777676) Dedi Irwanto (081271351312)

Tuesday, 26 March 2013

Membangkitkan kembali identitas bangsa

Indonesia memiliki berbagai macam budaya, jika disebutkan satu persatu mungkin presiden Indonesia pun harus memiliki memori yang kuat untuk mengingatnya. Well, kali ini kita berbicara mengenai "Identitas Bangsa". Jika kita mendengar kata Identitas, maka yang ada di pikiran adalah tanda pengenal. Tahukan kalian apa tanda pengenal bangsa Indonesia? Jika kita mengulas ke masa lalu, masih ingatkah kalian dengan sosok presiden pertama kita, yah Ir. Soekarno. Beliau identik dengan 'songkok' atau peci hitam di kepalanya, hal ini pun yang menjadikan salah satu identitas bangsa Indonesia. Songkok menjadi salah satu atribut yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Namun, jika kita melihat lagi dalam era sekarang ini, tidak semua bangsa yang bergenre laki-laki memiliki songkok, dan ini membuktikan bahwa identitas bangsa Indonesia mulai meredup.
Hal inilah yang membuat Mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah untuk membangkitkan kembali jati diri atau identitas serta ciri khas bangsa Indonesia dengan cara mewajibkan bagi para mahasiswa Sejarah untuk mengenakan songkok setiap hari jum'at. Maka dari itu dapat diharapkan kepada seluruh mahasiswa pendidikan Sejarah dapat berpartisipasi terhadap program ini, dan diharapkan nantinya akan dapat menumbuhkan kesadaran bagi mahasiwa-mahasiswa lainnya. :)

Monday, 25 March 2013

Menelusuri Jejak Kebesaran Palembang Darussalam, 23 Maret 2013

23 Maret 2013 sebagian mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya, mengadakan sebuah penelusuran jejak sejarah terkait Kota Palembang.
Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak pendidikan Sejarah Unsri angkatan 2011 kampus Inderalaya dan beberapa anak angkatan 2012.
Ada empat destinasi tujuan perjalanan kali ini yaitu, Museum Balaputradewa, Kompleks pemakaman Kawah Tekurep, Makam Ki Gede Ing Suro, Saboking-King dan Monpera.

ini tampak depan museum Balaputradewa
ini ketika mendapat pengarahan sebelum menelusuri isi museum
ini silsilah sultan-sultan dan keluarganya di Kesultanan Palembang Darussalam. Sayang makam tidak sempat terpoto.
ini situs pemakaman Ki Gede Ing Suro yang merupakan penyebar Islam di Palembang.
ini poto silsilah penguasa Palembang yang tertilis di pemakaman Saboking-King.
dan ini destinasi terakhir kami, Monpera atau Monumen Perjuangan Rakyat.


ini saat poto bersama


 untuk rekan-rekan sekalian, yang penasaran mengenai postingan ini, bisa berkunjung langsung ke tempat-tempat bersejarah yang kami kunjungi. Tidak ada salahnya dan tidak akan rugi, selain bisa refreshing, kita bisa menambah pengetahuan dan mengetahui betapa besarnya Palembang kita ini tempo dulu.

Friday, 8 March 2013

Lambang Himpunan Mahasiswa Sejarah UNSRI



Lambang organisasi HMS FKIP Unsri adalah lambang Universitas Sriwijaya didalam bangun persegi lima dengan warna biru bertuliskan “ Himpunan Mahsiswa Sejarah “ disingkat HMS FKIP UNSRI dengan warna kuning, pada bagian bawah lambang terdapat tulisan “Jas Merah”.

Arti Lambang
1.   Logo Unsri melambangkan kedudukan HMS FKIP UNSRI
2.   Segi Lima melambangkan jumlah sila dalam Pancasila
3.   Warna dasar biru melambangkan FKIP UNSRI
4.  Bentuk Segi Tiga yang menjulang keatas / “Gunung” melambangkan hakekat hidup manusia yang selalu         menuju kearah yang lebih baik
5.   Tulisan “Jas Merah” merupakan akronim dari kata “Jangan Sekali-kali Melupakan  Sejarah”


"Historia Vitae Magistra"
"History Magnus Salvatore"

Susunan Kepengurusan HMS Unsri 2012/2013



Kepada nama-nama yang tercantum dibawah untuk dapat bekerjasama dalam memajukan Himpunan Mahasiswa Sejarah Universitas Sriwijaya periode 2012/2013. Info lebih lanjut dapat menghubungi Noftarecha Putra

Ketua  :  Noftarecha Putra
Wakil   : 1. Taufiqqurrahman
              2. Kms. Gebry Novario

Divisi-divisi     :

1. Divisi Administrasi dan Kesekretariatan
Ketua              :
1. Widi Tria Ariyani (Indralaya '11)
2. Arni Apriani (Bukit '11)
Anggota          :
1. Suci Lestari (Bukit’12)
2. Pravia Indwi Saputri (Indralaya ’12)
3. Hesti Pratiwi (Indralaya’11)
4.Wiwin Draini (Bukit’11)

2. Divisi Keuangan dan Kewirausahaan
Ketua              :
 1. Rahayu Syafutri Aziz ( Indralaya’11)
2. Amanda Dewi Marcelina ( Bukit’11)
Anggota          :
1. Meta Indriani (Bukit’11)
2. Rensy Novianny (Indralaya’12)
3. Rizki Kurniawan G ( Indralaya’11)
4. Ayu Zakiah (Indralaya’11)


3. Divisi Komunikasi dan Informasi
Ketua              :
1. Desy Aisya (Indralaya’11)
2. Dewi Setiawati (Bukit’11)
Anggota          :
1. Juniarti Marbun (Bukit’12)
2. M. Wirajaya Kesuma (Indralaya’12)
3. Efriyandika Hadi (Indralaya’11)
4. Aulia Desita (Indralaya’11)

4. Divisi Jaringan dan Kerjasama Antar Lembaga
Ketua              :
1. M. Ramadhoni (Indralaya’11)
2. Metra Hultikultura (Indralaya’11)
Anggota          :
1. Oktarika Abriani (Bukit’12)
2. Lisa Rukmana (Indralaya’12)
3. Sarli Sunarya (Indralaya’11)
4. Ayu Rizki Utami (Indralaya’12)

5. Divisi Pendidikan dan Pengembangan
Ketua              :
1. Jaka Defriandi (Indralaya’11)
2. Delly Hariani (Bukit’11)
Anggota          :
1. M. Lazuardi Wibowo (Bukit’12)
2. Desti Amaliah (Indralaya’12)
3. Rista Oktaviandi (Indralaya’11)
4. Yoan Mareta (Indralaya’11)

6. Divisi Kepedulian Sejarah dan Sosial
Ketua              :
1. Rifkhi Firnando (Indralaya’11)
2. Zulfachry Juhar (Bukit’11)
Anggota          :
1.Weldy Purwanto (Bukit’12)
2. Azuar Anas (Indralaya’12)
3. Riska Agus Setiawan (Indralaya’11)
4. Esi Andriani (Indralaya’11)

7. Divisi Olahraga dan Seni
Ketua              :
1.  Maulana Muhammad (Indralaya’11)
2. Beny Setiawan (Bukit’11)
Anggota          :
1. Yudi Santika (Bukit ’12)
2. Martha Kosamadi (Indralaya ’12)
3. Reza Mardiansyah (Indralaya’11)
4. Septian Virgo Netra (Indralaya’12)

8. Divisi Agama dan Kerohanian
Ketua              :
1.  Arafah Pramasto (Indralaya’11)
2. Arief Heryawan (Indralaya’12)
Anggota          :
1. Riska Diana (Indralaya’12)
2. Timbul Ardiansyah (Indralaya’12)
3. Lusi Agus Setiani (Indralaya’11)
4. Anita Mahatin (Indralaya’12)
9. Divisi Logistik dan Inventarisasi
Ketua              :
1. Sapta Anugrah (Indralaya’11)
2. Irwan Dady Abdillah (Indralaya’11)

Anggota          :
1. Rahman Kawakib (Bukit’12)
2. Kholidin (Indralaya ’12)
3. Rony Firmansyah (Indralaya’11)
 4. Nuzon Sugito (Indralaya’12)

Tuesday, 26 February 2013

Mahasiswa dan Perannya


        Mahasiswa, suatu predikat yang didapat ketika seorang siswa sudah mencapai bangku perkuliahan ataupun ketika seorang siswa memasuki duni kampus. Mahasiswa yang sangat erat kaitannya dengan dunia kampus tentu saja mempunyai suatu keistimewaan dibandingkan dengan siswa. Hal ini tentu saja diiringi dengan kata Maha yang dalam secara harfiah berarti lebih dari segalanya. Kata Maha sudah kita kenal sejak kita masih menginjak bangku Taman Kanak Kanak. Dan Maha yang kita kenal tersebut sering kita dengar dalam kehidupan beragama, dimana kita sering mendengar sebutan untuk Tuhan yang kita percayai dan kita sembah dengan berbagai sebutan Maha. Seperti Yang Maha Kuasa, Maha Esa dan lain sebagainya. Kata Maha disini dapat kita artikan sebagai kata paling dari segala paling. Sebagai contoh kata Maha Kuasa yang berarti Paling Berkuasa dari segala yang berkuasa. Hal ini tentu saja tidak bisa aplikasikan kepada kata Mahasiswa, yang mana jika kita artikan seperti kata yang lainnya kata Mahasiswa berarti Paling Siswa dari semua Siswa.
Hal ini tentu saja kedengarannya agak rancu ataupun kurang tepat. Menurut saya pribadi kata Mahasiswa suatu keadaan ketika seorang siswa tidak lagi terikat pada suatu keharusan yang harus dilakukan oleh seseorang ketika menjadi seorang siswa. Dimana biasanya keharusan itu berupa peraturan-peraturan yang dibuat oleh sekolah serta peraturan itu bersifat mengikat dan wajib dipatuhi. Dan ketika menjadi seorang Mahasiswa seseorang tidak lagi harus mengikuti peraturan-peraturan seperti yang dikeluarkan oleh sekolah ketika masih menjadi siswa. Peraturan itu antara lain ketika belajar seorang siswa harus mengikuti yang namanya kurikulum yang mana kurikulum ini biasanya bersifat merata disemua sekolah secara nasional, tetapi ketika kuliah seorang mahasiswa hanya akan belajar sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan oleh universitas atau fakultas yang mereka masuki.
Selain itu, seorang mahasiswa mempunyai suatu kebebasan untuk mengikuti ataupun tidak suatu proses pengajaran didalam kelas atau ruang kuliah. Dan biasanya seorang mahasiswa selalu tahu kapan mereka akan mengambil mata kuliah yang harus mereka tempuh.
Seorang mahasiswa tentunya tidak terlepas dari kata ataupun kegiatan kuliah. Dimana kuliah merupakan suatu kegiatan ataupun proses pembelajaran yang terjadi dalam dunia perkuliahan atau dalam dunia kampus. Didalam proses ini biasanya proses pembelajaran sangat jauh berbeda dengan proses pembelajaran yang ada di bangku sekolah. Salah satu hal yang sangat membedakan adalah jumlah pengajarnya. Dimana biasanya dalam satu mata pelajaran misalkan Sejarah, ketika masih dibangku sekolah biasanya mata pelajaran sejarah pengajar hanya satu orang itu saja tetapi, di bangku kuliah satu mata pelajaran dibagi lagi lagi dalam beberapa mata kuliah dan satu mata kuliah biasanya dipegang oleh satu atau lebih pengajar.
Selain itu, dalam proses pembelajaran didalam dunia perkuliahan mahasiswa atau peserta dari pembelajaran itu dituntut untuk bersifat aktif dalam kegiatan pembelajaran dibandingkan dengan pengajarnya. Hal ini, tentu saja berbeda dengan proses pembelajaran di bangku sekolah baik itu sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas, dimana di bangku sekolah biasanya yang lebih aktif adalah pengajarnya sedangkan peserta belajar atau siswanya lebih bersifat pasif dalam menjalani proses pembelajaran. Selain itu, menurut saya pribadi dalam system penilaian yang diberikan oleh pengajar di bangku perkuliahan juga berbeda dengan yang diberikan dibangku sekolah. Perbedaan ini misalkan dari besaran atau bentuk nilai yang diberikan, yang mana jika di bangku sekolah pengajar memberikan nilai dalam bentuk angka-angka yang dimulai dari 1-10 ataupun 10-100 sedangkan, di bangku perkuliahan pengajar memberikan bentuk penilaian dalam bentuk huruf yang dimulai dari E hingga A.
Sudah menjadi suatu hal yang lumrah jika seorang mahasiswa tidak terlepas dari organisasi kampus baik itu bersifat resmi ataupun tidak resmi. Organisasi di dunia kampus menurut saya pribadi sangatlah penting. Sebagaimana kita tahu para pemimpin Negara ini sudah banyak yang termakan usia dan mahasiswa yang identik dengan dunia kampus tentu saja nantinya akan menggantikan para peimpin yang sudah tua itu. Jadi, disinilah peran organisasi di dunia kampus yaitu, untuk melatih para mahasiswa untuk berorganisasi. Dan kelak nantinya mereka akan tergabung dalam organisasi yang lebih besar yaitu, Negara ini.
Di dalam organisasi selain untuk melatih para mahasiswa untuk belajar berorganisasi juga berperan sebagai sarana bagi para mahasiswa untuk lebih saling mengenal antara satu sama lain. Selain itu, di dalam organisasi mahasiswa bisa belajar menghadapi berbagai masalah yang dihadapi oleh organisasi yang mereka hadapi. Hal ini sangat berperan dalam membentuk kepribadian mahasiswa itu sendiri dan tentunya hal ini akan sangat berguna bagi mereka dimasa yang akan datang.
Jika ditanya apakah organisasi di dunia kampus itu penting, maka saya katakan bahwa yang namanya organisasi di dunia kampus itu sangat penting. Karena di organisasi-organisasi inilah kelak akan lahir para mahasiswa yang cakap dalam berorganisasi dan kelak akan lahir pemimpin-pemimpin negara ini melalui pembinaan yang terjadi di dalam organisasi di dunia kampus. Di bangku sekolah menengah memang sudah dikenalkan dengan organisasi seprerti OSIS, tetapi jika di sekolah menengah organisasinya hanya bersifat internal sekolah itu sendiri. Sedangkan organisasi di dunia kampus biasanya bersifat universal atau berhubungan langsung dengan masyarakat. Organisasi di dunia kampus terdiri dari banyak organisasi, jadi disini mahasiswa tinggal memilih organisasi mana yang cocok dengan mereka. Selain itu, sebagaimana kita ketahui kegiatan kuliah itu sangat padat sehingga waktu untuk bersosialisasi antar mahasiswa itu sangat sedikit. Lewat organisasi hal ini tentunya bisa diatasi. Di dalam organisasi para mahasiswa bisa bersosialisasi dengan mahasiswa lain. Dan tentunya mereka bisa bertukar pikiran ataupun mungkin berbagi kepada sesama. Selain itu sebagai seorang makhluk sosial mahasiswa perlu untuk berorganisasi. Dari organisasi di dunia kampus ini mahasiswa juga bisa mendapat pelajaran-pelajaran berharga yang tidak bisa mereka dapatkan di bangku kuliah.
Hal lain yang tidak terlepas dari seorang mahasiswa adalah fungsinya sebagai mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa fungsi utamanya adalah untuk belajar tetapi, selain belajar mahasiswa juga berfungsi dalam pemerintahan negara ini. Karena ketika para wakil rakyat sudah tidak bisa dipercaya lagi oleh rakyat sebagai penyambung lidah mereka maka mahasiswa berfungsi sebagai penyambung lidah rakyat. Selain itu, mahasiswa berfungsi sebagai suatu landasan atau pondasi negara ini. Karena kelak para mahasiswa inilah yang akan memegang tongkat estapet kepemimpinan negara ini. Jadi mau tidak mau mahasiswa harus menjalani fungsi itu. Tetapi yang diharapkan mahasiswa dapat menjalankan fungsi-fungsi ini serta tetap menjaga kualitas diri mereka sendiri. Menjaga kualitas disini maksudnya adalah, para mahasiswa diharapkan untuk tidak menjerumuskan diri mereka dalam hal-hal yang tidak berguna seperti menggunakan narkoba dan sejenisnya. Karena apa jadinya negara ini kelak jika para mahasiswanya sudah terjerumus dalam dunia narkoba.
Selain itu, mahasiswa mempunyai peranan yang sangat penting yaitu sebagai siswa yang tugasnya belajar di kelas dan juga sebagai mahasiswa yang tugasnya adalah mengabdi kepada masyarakat. Jadi, seorang mahasiswa tidak hanya dituntut untuk selalu belajar tetapi juga dituntut untuk membantu masyarakat dan juga pemerintah dalam pembangunan serta keberlanjutan negara ini.
Pergerakan mahasiswa, suatu hal yang tidak bisa terlepas dari sejarah bangsa ini. Pergerakan mahasiswa mempunyai peranan yang sangat vital dalam kemerdekaan serta berjalannya bangsa ini. Sebagaimana dulu sebelum kemerdekaan sudah terjadi pergerakan mahasiswa untuk kemerdekaan negara ini. Salah satunya adalah pergerakan mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda yang dipelopori oleh Bung Hatta. Dan pergerakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kemerdekaan bangsa ini dari penjajah. Selain itu, pergerakan mahasiswa masih memiliki banyak andil dalam perjalanan bangsa ini. Reformasi, yang sangat erat kaitannya dengan pergerakan mahasiswa dimana pada waktu itu beberapa mahasiswa harus menjadi korban dalam melakukan tuntutan reformasi.
Jadi, disini bisa disimpulkan bahwa fungsi serta peranan mahasiswa tidak akan bisa dipisahkan dari perjalanan bangsa ini. Dan semua orang tentu berharap mahasiswa tetap pada jalur yang positif. Dan yang memprihatinkan di zaman sekarang ini adalah para mahasiswa sepertinya sudah kehilangan kepekaan terhadap sekitar. Pihak penguasa boleh saja menganggap mahasiswa adalah para pengacau tapi dibalik itu semua mahasiswa adalah para anggota dewan perwakilan rakyat jalanan yang tidak dipilih oleh rakyat dan tidak mendapatkan fasilitas seperti yang didapat oleh para anggota DPR tetapi, mahasiswa tetap harus menjadi wakil rakyat yang berkewajiban menyampaikan aspirasi rakyat walau terkadang caranya yang salah.
Mengapa saya katakan caranya salah? Menurut saya pribadi dalam menyampaikan aspirasi rakyat mahasiswa tidak perlu berdemo ataupun menduduki gedung DPR/MPR seperti masa lalu. Tapi mahasiswa hanya perlu memanfaatkan apa yang sedang dibenci pemerintah saat ini yaitu, PERS. Jadi, lewat pers inilah mahasiswa bisa melakukan pergerakannya. Hal ini pernah dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia di Universitas Leiden yang terjadi sebelum kemerdekaan. Sekarang tentu saja berbeda karena sekarang pers lebih bebas dan tidak ada pembatasan oleh pemerintah.

Oleh : Noftarecha Putra (Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sejarah Unsri)

Wednesday, 20 February 2013

Recent Posts